Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hidrosefalus Pada Anak Apriyanto .; Rhonaz Putra Agung; Fadillah Sari
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 1 No. 1 (2013): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.724 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v1i1.2690

Abstract

ABSTRACT Hydrocephalus is a common clinical problem found in pediatric neurosurgical practice. This condition involves dilatation of cerebral ventricular system due to various etiologies. It is classified into two conditions, communicative and obstruction type. Various etiologies cause different clinical features and need different modality of treatments. Ventriculoperitoneal shunt is the gold standard of treatment, but Endoscopic 3rd ventriculostomy is considered as a treatment of choice nowadays. This article concerns all aspect of this condition: epidemiology, etiology, pathophysiology, simptoms and clinical findings, treatment, and prognosis. Key words: Hydocephalus in Pediatric, neurosurgery, VP Shunt, Endoscopic 3rd , ventriculostomy.
Pemanfaatan Seduhan Teh Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan Di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu Elly Mulyani; Sari Yanti; Dewi Winni Fauziah; Tika Hardini; Fadillah Sari; Parwito, Parwito; Rita, Wismalinda
JURNAL BESEMAH Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v3i1.365

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tanaman rosella (Hibiscus sbdariffa L.) bermanfaat sebagai antioksidan. Salah satu senyawa yang berperan sebagai penangkal radikal bebas yang terkandung dalam rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah kandungan senyawa fenolik. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada siswa siswi SMA Negeri 9 Kota Bengkulu yang dilakukan dengan beberapa rangkaian yang tentunya mengedukasi, diantara kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi, penyuluhan, pembagian teh bunga rosella, pembagian brosur. Hasil dari kegiatan ini diharapkan siswa siswi kelas XII MIPA 2 SMA Negeri 9 Kota Bengkulu mengetahui pengaruh seduhan teh bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) untuk kesehatan terutama sebagai antioksidan, efek samping, dan cara pembuatan teh bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.)
DETERMINAN FAKTOR KARAKTERISTIK DAN PENDIDIKAN TERHADAP BALITA STUNTING DI PUSKESMAS MASMAMBANG KABUPATEN SELUMA Rozi, Veby Fransisca; Fadillah Sari; Hetty Fuspita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/d46b1c66

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kondisi stunting bisa membuat anak berisiko lebih tinggi menderita penyakit tidak menular saat dewasa. Prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu pada tahun 2022 adalah 12,9%, dan pada tahun 2023 turun menjadi 6,7%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Determinan Faktor Karakteristik dan Pendidikan Terhadap Balita Stunting Di Puskesmas Masmambang Kabupaten Seluma. Metode:Metode penelitian dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 0-59 bulan di Puskesmas Masmambang Kabupaten Seluma berjumlah 664 balita yang ditimbang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yaitu berjumlah 87 balita. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara usia balita dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,007, tidak ada ada hubungan jeniskelamin dengan kejadan stunting dengan nilai p value = 0,386 dan ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan p value = 0,002. Kesimpulan: Disarankan kepada pihak petugas kesehatan agar meningkatkan kuantitas dan kualitas promosi kesehatan tentang pencegahan stunting pada ibu hamil dan ibu balita, baik melalui media cetak maupun media elektronik pada saat Posyandu. Kata kunci: Usia Balita, Jenis Kelamin, Pendidikan Ibu, Stunting   ABSTRACT   Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic malnutrition, especially in the First 1,000 Days of Life. Stunting conditions can put children at higher risk of suffering from non-communicable diseases as adults. The prevalence of stunting in Bengkulu Province in 2022 was 12.9%, and in 2023 it decreased to 6.7%. The purpose of the study was to determine the Determinants of Characteristic Factors and Education on Stunting Toddlers at the Masmambang Health Center, Seluma Regency. Method: The research method used a cross-sectional design. The population of this study was all toddlers aged 0-59 months at the Masmambang Health Center, Seluma Regency, totaling 664 toddlers who were weighed. Sampling using the Slovin formula, totaling 87 toddlers. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: The results of the study are that there is a relationship between toddler age and stunting incidence with a p value = 0.007, there is no relationship between gender and stunting incidence with a p value = 0.386 and there is a relationship between maternal education and stunting incidence with a p value = 0.002. Conclusion: It is recommended that health workers increase the quantity and quality of health promotion about preventing stunting in pregnant women and mothers of toddlers, both through print media and electronic media during Posyandu. Keywords: Toddler Age, Gender, Maternal Education, Stunting