Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Terhadap Alokasi Apbd Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2015-2018 Rahmah Yulianti; Khairuna Khairuna
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.861 KB) | DOI: 10.30601/humaniora.v4i1.528

Abstract

The objective of this study is to examine the influence of economic growth, poverty on the allocation of the Aceh Provincial Budget for the 2015-2018 period. Economic growth is measured by GDP, poverty is measured by the poverty line (GK), and the APBD allocation is measured by the realization of regional income, expenditure and regional financing. The population in this study are data and information regarding the APBD allocation, the economic sector PDRB and the Poverty Line. This study uses APBD allocation data, economic growth data and poverty data which is seen from the survey conducted by BPS 2015-2018 period, and uses census method. To test the hypothesis, this study uses multiple linear regression analysis. Results show that, (1) economic growth and poverty simultanly, have influence to APBD allocation, (2) economic growth have positive influence to APBD allocation, (3) poverty have negative influence to APBD allocation.
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS PADA TANAMAN KEDELAI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH Khairuna Khairuna; Syafruddin Syafruddin; Marlina Marlina
Jurnal Floratek Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.628 KB)

Abstract

The aim of this research was to investigate effects of Arbuscular Mycorrhizal Fungi and compost on soil chemical properties under soybean.  The research was conducted in Ude Village, Matangkuli Sub-District, Aceh Utara District, from June to November 2013.  The experimental design was a factorial randomized complete block design with three replications. The first factor was Arbuscular Mycorrhizal Fungi doses, consisted of 4 levels: 0, 20, 40, and 60 g Pot-1. The second factor was compost doses, consisted of 4 levels: 0, 75, 150, and 225 g Pot-1. Variables measured were pH value, available P, and organic C soil. The results showed that compost doses gave significantly effect on pH value, available P and C-organic soil.  Arbuscular Mycorrhizal Fungi doses increased the pH value, available P and organic C compared to without the fungi. There was a significant interaction between Arbuscular Mycorrhizal Fungi doses and compost doses on pH value and available P. Arbuscular Mycorrhizal Fungi dose of 60 g pot -1 and compost dose of 150 g pot-1 was able to increase the pH value. However, the best available P was found at Arbuscular Mycorrhizal Fungi dose of 60 g pot-1 and compost dose of 75 g pot-1. 
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Miza Nina Adlini; Adi Hartono; Miftahul Khairani; Indayana Febriani Tanjung; Khairuna Khairuna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3842

Abstract

Tumbuhan Cryptogamae merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang berkembang biak dengan tidak memakai biji. Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu divisi tumbuhan Cryptogamae yang memiliki pola penyebaran yang cukup luas dan lazim ditemui di sekitar lingkungan. Kampus II UINSU. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tumbuhan paku yang terdapat di kampus II UINSU yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pengembangan dalam pembelajaran kontekstual Botani Cryptogamae yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan mengamati berbagai spesies tumbuhan Cryptogamae yang ditemukan di areal kampus II UINSU. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas tumbuhan paku yakni kelas Filicinae dan Lycopodiinae, dimana terdapat 1 ordo, 1 famili, 5 sub famili dan 6 spesies untuk kelas Filicinae serta 1 ordo, 1 famili, dan 1 spesies untuk kelas Lycopodiinae yang ditemukan di Kampus II UINSU.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA STABAT LAMA BARAT KABUPATEN LANGKAT Husnarika Febriani; Khairuna Khairuna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i1.23298

Abstract

AbstrakJamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu. Pelatihan ini bertujuan membantu masyarakat untuk mengetahui teknik budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan pembekalan, demonstrasi cara budidaya jamur tiram putih dimulai dengan persiapan media tanam, pencampuran media, fermentasi, pengisian media dalam baglog, sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan dan panen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Stabat Lama Barat Kabupaten Langkat untuk budidaya jamur tiram.. Kata Kunci: Budidaya, Jamur tiram putih Abstract Oyster mushrooms are nutritious food ingredients with high protein content, rich in vitamins and minerals, low in carbohydrates, fats and calories.  These mushrooms contain nutrients such as vitamins, phosphorus, iron, calcium, carbohydrates and protein.  Media commonly used to breed oyster mushrooms is wood sawdust.  This training aims to help the community to know oyster mushroom cultivation techniques.  This training activity is carried out with provisioning, demonstrations on how to cultivate white oyster mushrooms starting with the preparation of planting media, mixing media, fermentation, filling the media in baglogs, sterilizing, inoculating seeds, incubating, maintaining and harvesting.  The purpose of this activity is to provide knowledge and skills to the people of Stabat Lama Barat Village, Langkat Regency for the cultivation of oyster mushrooms. Keywords: Cultivation, White oystermushrooms
PROFIL KETERAMPILAN MENYUSUN SKENARIO PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti; Miza Nina Adlini; Khairuna Khairuna
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 3, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v3i1.720

Abstract

Salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seorang guru yaitu keterampilan menyusun skenario pembelajaran. Keterampilan ini mencakup bagaimana guru terampil dalam menyusun tahapan kegiatan pembelajaran, pemilihan media dan instrumen pembelajaran serta alokasi waktu untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui tingkat keterampilan mahasiswa calon guru biologi yang menempuh perkuliahan di perguruan tinggi keagamaan dalam menyusun skenario pembelajaran biologi. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Program Studi  Pendidikan Biologi yang sedang menempuh semester akhir. Sampel diambil melalui metode purposive sampling dengan kriteria mahasiswa tersebut telah menempuh mata kuliah Microteaching dan PPL. Instrumen penelitian yaitu angket penilaian Rencana Perencanaan Pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan mahasiswa masih kurang terampil dalam menyusun skenario pembelajaran biologi. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu informasi bagi calon guru khususnya guru biologi untuk meningkatkan keterampilannya dalam menyusun skenario pembelajaran. Selain itu, dosen pengampu mata kuliah perencanaan pembelajaran dan microteaching dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu tolak ukur untuk merancang kegiatan perkuliahan yang mampu memfasilitasi perkembangan keterampilan mahasiswa calon guru biologi dalam menyusun skenario pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Start With A Question Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Di Era Revolusi Industri 4.0 Pada Materi Sistem Ekskresi Kelas VII di Mts Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak Taufiqur Rahman; Husnarika Febriani; Khairuna Khairuna
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v8i2.15471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pembelajaran Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Learning Start With A Question dan model pembelajaran konvensional seperti pembelajaran dengan metode ceramah yang umum dilakukan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian penelitian yang penyajian data-datanya berupa angka-angka dan menggunakan analisis statistik. Pengambilan data dilakukan dengan mengadakan tes untuk melihat hasil belajar siswa, dan melakukan observasi dengan lembar observasi untuk melihat keaktifan siswa. Peneliti menggunakan 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan keaktifan dan hasil belajar siswa. Keaktifan siswa dikelas eksperimen sebesar 63% sedangkan dikelas kontrol hanya 50% saja. Kemudian untuk hasil belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil posttest kelas eksperimen dan kontrol. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah 73.06 sedangkan rata-rata kelas kontrol adalah 64,35. Nilai keaktifan siswa menunjukkan kelas Eksperimen > kelas Kontrol, sehingga Ha 1 diterima. Dan hasil uji t juga menunjukkan nilai Sig. (2-tailed)<0,05 sehingga Ha 2 diterima
Strategy of Actors SMES during COVID-19 in Strengthening Regional Economy Khairuna Khairuna; Asnariza Asnariza; Rahmah Yulianti
International Conference on Multidisciplinary Research Vol 4, No 1 (2021): ICMR
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/pic-mr.v4i1.3758

Abstract

This study aims to examine strategies for SMEs actors during COVID-19. COVID-19 has had impacts on various sectors, especially in economic sector. COVID-19 in Banda Aceh has effect not only in health sector but also in education sector and in economic sector (in their business sectors especially for SMEs). Because of the reason a strategy is needed to maintain SMEs business in the midst of this pandemic. This research was conducted during the COVID-19 pandemic in the period from March to December 2020. The research method used in this study is a qualitative analysis with applying an exploratory step and with participatory observation techniques. The analytical method used is a descriptive approach that identifies various problems faced by SMEs, analyzes the problems, and formulates a strategy model to overcome the problems. Result of this study recommends a strategy for SMEs in adapting any changes that occur through a new strategy to support development of local SMEs. The development strategy is analyzing the strategy by using SWOT analysis. The analysis relies on technology to reach consumers and adjust consumers’ condition to sale of products and services. The survival strategy is implementing ECommerce, digital marketing, product quality improvement, service quality improvement, and Customer Relations Marketing (CRM).The results of this study are important to be understood and adopted by SMEs and it is hoped that SME actors will always be responsive to adapt to environmental changes so that they still enable to survive and also still strengthen regional economy and then experience growth. Keywords: SME Strategy, Strengthening regional economy, COVID-19
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI EKOSISTEM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMA/MA Jaridatul Muniroh; Nirwana Anas; Khairuna Khairuna
Biodidaktika : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/biodidaktika.v17i1.16112

Abstract

Keterampilan proses sains bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan secara sistematis serta membentuk pola pikir peserta didik secara ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing pada materi ekosistem terhadap keterampilan proses sains siswa kelas X SMA/MA.Penelitian ini dilaksanakan di MAN Dairi pada tanggal 07 Juni 2021 s/d 15 Juni 2021. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 Kelas X IPA MAN Sidikalang yang terdiri dari 62 Peserta didik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran materi ekosistem menunjukkan persentase nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai rata-rata keterampilan proses sains kelas eksperimen adalah 77,8 dan kelas kontrol adalah 63,1. Dari hasil uji statistik diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis peserta didik bahwa thitung diperoleh sebesar 4,6729 dan ttabel diperoleh sebesar 1,6706 dengan taraf signifikansi 5% diketahui bahwa thitung> ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan uji statistik diketahui terdapat pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa kelas X SMA/MA.Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan alternatif model pembelajaran lain yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
BENEFITS OF LEARNING MEDIA IN THE LEARNING AND TEACHING PROCESS AT UNIVERSITY Kamil Arif Kırkıc; Fatma Cetinkaya; Khairuna Khairuna
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Turkey, Malaysia, Algeria, Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i2.4780

Abstract

The goal of this study was to learn about the benefits of employing media in the learning and teaching process for university students. The descriptive approach and qualitative research were employed in this study. According to the findings of this study, employing media in the learning and teaching process for university students is quite beneficial. The medium relayed information from the source (lecturer) to the recipient (student). Media in the learning and teaching process might be used as a message deliverer technology (information) or a physical tool to deliver learning content. According to the findings of this study, the benefits of media include facilitating contact between lecturers and students and assisting students in learning more effectively.Keywords: Learning Media and the Learning Process
Pengaruh Model Kooperatif Take and Give Terhadap Hasil Belajar Tematik Tema Daerah Tempat Tinggalku Siswa Kelas IV SD Swasta Al Washliyah Sei Rampah Khairuna Khairuna; Sujarwo Sujarwo
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i4.427

Abstract

This study aims to examine the effect of the take and give cooperative model on student learning outcomes. The pre-test was conducted on both groups, namely the experimental group that received treatment and the control group that did not receive treatment, to measure students' initial understanding before treatment was given. The pre-test results showed that both groups had not reached the specified Minimum Completion Criteria (KKM). After that, treatment with the take and give model was carried out in the experimental group, while the control group did not receive treatment. The post-test was conducted after the treatment to measure learning outcomes after the treatment was given. Data analysis using SPSS showed a significant difference between students' learning outcomes on the pre-test between the experimental group and the control group, indicating a difference in students' initial understanding between the two groups. The post-test results showed that the experimental group achieved significant improvement and reached the specified KKM, while the control group still did not reach it. This finding shows that the take and give cooperative model has a significant effect in improving student learning outcomes in the experimental group. However, the difference in learning outcomes before and after treatment in the control group was not statistically significant, indicating that the control group did not experience a significant improvement in student learning outcomes. Thus, it can be concluded that the take and give cooperative model is effective in improving student learning outcomes. This study provides support for the use of this model in relevant learning contexts. Suggestions include the application of this model in learning, the development of learning strategies that involve student interaction, regular monitoring and evaluation, further research with a larger sample size, and the development of students' cooperative skills.