Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Asupan Energi dan Status Gizi Mahasiswa Saat Pandemi COVID-19 Rambing, Chorinne J. E.; Bolang, Alexander S. L.; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 2 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.2.2021.31776

Abstract

Abstract: The COVID-19 pandemic has caused major health problems as well as social and economic instability. Mitigation measures, such as quarantine, work from home, study from home, can affect the food supply chain and cause food and nutrition insecurity in various regions of the world. The research objective was to determine the relationship between energy intake and nutritional status of students at the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado during the COVID-19 pandemic. An observational analytic study was conducted with a cross-sectional approach which was conducted from September - December 2020 to 105 students who met the sample criteria. Energy intake data were obtained from a 2x24 hour food recall questionnaire with the google spreadsheet application and the survey survey. Nutritional status data based on BMI were obtained via e-questionare with the google form application. Correlation analysis was performed using the Spearman rank test in the SPSS program. The total energy intake of the respondents was 1583.07 ± 408.024 kcal. As many as 8 people had underweight nutritional status, 46 people had normal nutritional status, 20 people had At risk nutritional status, 26 people with obese 1 nutritional status and 5 people with obese 2 nutritional status as many as 5 people. There was no significant relationship (p ≥ 0.05) between energy intake and nutritional status.Keyword: COVID-19, energy intake, nutritional Status.  Abstrak: Pandemi COVID-19 selain telah menyebabkan masalah kesehatan yang besar juga mengakibatkan ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Upaya-upaya penanggulannya antar lain seperti karantina, work from home, study from home dapat mempengaruhi rantai pasokan makanan dan menimbulkan situasi ketidakamanan pangan dan gizi di berbagai wilayah di dunia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado saat Pandemi COVID-19. Penelitian analitik observasional dilakukan dengan pendekatan crossectional yang dilaksanakan dari bulan September - Desember 2020 pada 105 mahasiswa yang memenuhi kriteria sampel. Data asupan energi diperoleh dari kuesioner food recall 2x24 jam dengan aplikasi google spreadsheet dam mutrisurvey. Data status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui e-questionare dengan aplikasi google form. Analisis korelasi dilakukan dengan spearman rank test pada program SPSS. Asupan energi total responden yaitu 1583,07 ± 408,024 kkal. Sebanyak 8 orang memiliki status gizi underweight, sebanyak 46 orang status gizi normal, 20 orang status gizi At risk, status gizi obese 1 sebanyak 26 orang dan 5 orang status gizi obese 2 sebanyak 5 orang. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna (p ≥ 0,05) antara asupan energi dengan status gizi.Keyword : COVID-19, asupan energi, status gizi.
Relationship between Nutrition Knowledge, Consumption Pattern and Physical Activity, and Body Image in Students during the Covid-19 Pandemic Crifianny P. Wenas; Alexander S. L. Bolang; Carla F. Kairupan
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37347

Abstract

Abstract: Body image is an individual’s experience in the form of perception of his/her body shape and weight as well as behavior that leads to the individual’s evaluation of physical appearance. This study aimed to determine the relationship between nutritional knowledge, consumption pattern and physical activity, and the body image of students in the Covid-19 pandemic. This was a quantitative study with an analytical observational design using a cross sectional approach. Respondents were all students of Geothermal Specialization the Geothermal Specialization Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences at Manado State University totaling 88 people. The study instrument was in the form of questionnaire made into google form. The results showed that 71 respondents (80.7%) had a positive body image. The bivariate analysis using chi-square test showed a significant relationship between body image and nutritional knowledge (p=0.046), consumption pattern (p=0.000), and physical activity (0.014). Multivariate analysis using logistic regression showed that physical activity was the variable having most dominant relationship with body image (OR 3,245; 95% CI 1,239 – 8,502). In conclusion, there is a significant relationship between nutritional knowledge, consumption pattern, physical activity, and the body image of students in the Covid-19 pandemic. Physical activity is the most related factor with body image.    Keywords: body image; nutritional knowledge; consumption pattern; physical activityAbstrak: Body image merupakan pengalaman individu berupa persepsi terhadap bentuk dan berat tubuhnya, serta perilaku yang mengarah pada evaluasi individu tersebut terhadap penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan body image mahasiswa pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan rancangan observasional analitik dan desain potong lintang. Responden yaitu seluruh mahasiswa Peminatan Geotermal Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Manado berjumlah 88 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dibuat dalam bentuk google form. Hasil penelitian mendapatkan 80,7% responden memiliki body image positif. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara body image dengan pengetahuan gizi (p=0,046), pola konsumsi (p=0,000), dan aktivitas fisik (p=0,014). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik mendapatkan bahwa aktivitas fisik merupakan variabel yang memiliki hubungan paling dominan dengan body image (OR 3,245; 95% CI 1,239 – 8,502). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, pola konsumsi, dan aktivitas fisik dengan body image mahasiswa pada masa pandemi Covid-19. Aktivitas fisik merupakan faktor yang paling berhubungan dengan body image.Kata kunci: body image; pengetahuan gizi; pola konsumsi; aktivitas fisik
Hubungan Stres Kerja, Hubungan Interpersonal dan Tugas Tambahan dengan Beban Kerja Perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado Iramaya R. Sumayku; Alexander S. L. Bolang; Diana V. D. Doda; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44904

Abstract

Abstract: Covid-19 pandemic has had an impact on all aspects, especially on health care workers resulting in an increase in the physical workload of nurses. This study aimed to determine the relationship between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a quantitative study. Samples were the total population of 48 nurses. Data were analyzed using the chi-square and the logistic regression tests. The results obtained sufficient and high workload (39.6% and 60.4%); sufficient and high work stress (31.3% and 68.8%); good and poor interpersonal relationship (47.9% and 52.1%); sufficient and high additional tasks (60.4% and 39.9%). The chi-square test showed the p-values, as follows: 0.001 for the relationship between work stress and workload; 0.000 for the relationship between interpersonal relationships and workload; and 0.034 for the relationship between additional tasks and workload. The logistic regression test found that the interpersonal relationship variable had the strongest relationship with workload compared to the other variables (Exp (B) interpersonal relationships, namely 11.441). In conclusion, there are relationships between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma Room, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The most related variable with workload is interpersonal relationships. Keywords: workload; work stress; interpersonal relations; additional tasks   Abstrak: Pandemi Covid-19 membawa dampak pada semua aspek, terutama pada tenaga kesehatan perawat yang mengakibatkan meningkatnya beban kerja fisik perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian kuantitatif. Sampel ialah total populasi sebanyak 48 perawat. Analisis statistik menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan variabel beban kerja cukup dan tinggi (39,6% dan 60,4%); stres kerja cukup dan tinggi (31,3% dan 68,8%); hubungan interpersonal baik dan kurang baik (47,9% dan 52,1%); serta tugas tambahan cukup dan tinggi (60,4% dan 39,9%). Hasil uji chi square mendapatkan nilai p=0,001 untuk hubungan stres kerja dengan beban kerja; p=0,000 untuk hubungan interpersonal dengan beban kerja; p=0,034 untuk hubungan tugas tambahan dengan beban kerja. Hasil uji regresi logistik menunjukkan hubungan interpersonal memiliki hubungan paling kuat dengan beban kerja (Exp (B) hubungan interpersonal yaitu 11,441). Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado dan variabel yang paling berhubungan dengan beban kerja ialah hubungan interpersonal. Kata kunci: beban kerja; stres kerja; hubungan interpersonal; tugas tambahan
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS BOMOMANI DISTRIK MAPIA KABUPATEN DOGIYAI PAPUA Marsilia Laila; Alexander S. L. Bolang; Aaltje E. Manampiring; Nova H. Kapantow; Adrian Umboh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14074

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama pada anak di bawah 5 tahun di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyebabkan tingginya angka stunting merupakan kombinasi antara rendahnya kesadaran mengenai stunting dalam memberikan dukungan terhadap pencegahan stunting, dan permasalahan perubahan perilaku.Teori Health Belief Model menjelaskan ada beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan seseorang dan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi motivasi perilaku kesehatan dengan penyakit kronis seperti stunting. Jenis penelitian ini menggukan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 82 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan faktor Perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier orang tua terhadap kejadian stunting dimana uji analisis statistik menunjukan p value < ? (0.05), dimana faktor yang dominan yaitu faktor Perceived Benefits  dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, dan nilai Exp(B) sebesar 17.172 dengan arah yang positif. Perlu adanya tindakan nyata yang langsung kepada masyarakat, berupa program-program yang meningkatkan kesadaran orang tua dalam melakukan tindakan pencegahan stunting.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT Chintya G. Derek; Fatimawali Fatimawali; Alexander S.L Bolang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15378

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai keadaan tubuh yang Z-score tinggi badan menurut usianya berada di bawah garis normal yaitu kurang dari -2SD dikategorikan pendek dan kurang dari -3SD dikategorikan sangat pendek (Sarmin & Darmin, 2021). Stunting adalah gangguan tumbuh kembang sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang menyerang anak di bawah usia lima tahun terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah balita dan ibu yang ada di wilayah Puskesmas Jailolo Kabupaten Halmahera Barat sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (riwayat pemberian ASI eksklusif, pola pemberian makan, pengetahuan ibu, dan pendapatan keluarga) dan variabel terikat (kejadian stunting). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif (p =0,002), pola pemberian makan (p=0,000), pengetahuan ibu (p=0,000), pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Hasil analisis multivariat menunjukkan nilai exp ? variabel pola pemberian makan sebesar 19,483 dengan nilai signifikan 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu balita yang dengan pola pemberian makan kurang tepat berisiko mengalami stunting sebesar 19,483 kali dibanding dengan balita dengan pola pemberian makan yang tepat.
Evaluation Of Medicine Management at the UPTD Pharmacy Warehouse Manembo-Nembo Hospital Type C Bitung Olga Enggelina Nelwan; Alexander Sam Leonard Bolang; Vennetia Ryckerens Danes
Lead Journal of Economy and Administration Vol 2 No 1 (2023): Lead Journal of Economy and Administration (LEJEA), August 2023
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/lejea.v2i1.118

Abstract

This study was conducted to determine how to evaluate drug management in the pharmaceutical warehouse of the UPTD Manembo-Nembo Hospital type C Bitung. This research uses qualitative research methods by conducting in-depth interviews, document review and observation. This research was conducted at the Pharmacy Warehouse of UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung which is located at Jalan SH Sarundajang, Manembo-nembo Tengah Village, Matuari District, Bitung City, North Sulawesi from April to June 2023. The informants of this research are those who have the authority to manage drugs in the Pharmacy Warehouse of the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung. Such as the Head of the Pharmacy Installation, Head of the Hospital Pharmacy Warehouse, Hospital Director, Medical Support and Pharmaceutical Technical Personnel. The results of the study found that Drug Planning at the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung has followed the Guidelines for Planning Drug Needs Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals, Drug storage in the Pharmaceutical Warehouse UPTD Manembonembo Hospital Type C Bitung is in accordance with using 21 drug storage parameters used only 2 parameters that are not yet in accordance, namely that there are several boxes of drugs placed on the floor without using pallets on the floor and some drugs have not been placed on the shelves of the medicine cabinet, and Monitoring and evaluation is well underway.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu Thessalonicha Prayssi Kosakoij; Alexander S. L. Bolang; Jeini E. Nelwan
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 2 No. 2 (2023): KENDALI: Economics and Social Humanities, November 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v2i2.467

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk mengurangi bahkan menghilangkan bakteri di tangan, dan CTPS akan lebih efektif jika dilakukan dibawah air mengalir. Jika tidak dicuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir, maka tangan tidak akan bersih dari kuman dan tetap akan masuk kedalam tubuh melalui makanan atau benda yang kita sentuh. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menyatakan bahwa angka prevalensi di Indonesia untuk diare pada semua umur berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah sebesar 6,8% tanpa gejala dan 8,0% dengan gejala, sedangkan prevalensi diare pada balita yaitu sebesar 11,0% tanpa gejala dan 12,3% dengan gejala. Minahasa Tenggara pada tahun 2021 kasus diare mencapai 41,6% di untuk balita dan anak remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganlisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dnegan metode deskripsi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Yang dilaksanakan di Desa Tombatu Kecamatan Tombatu Tiga Timur Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII sebanyak 125 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam    penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, sarana prasarana dan perilaku. variabel dependen yaitu perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil Nilai Fisher Exact didapatkan nilai p = 0.596 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Berdasarkan dengan hasil Uji Chi-Square di dapatakan nilai p = 0.637 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai p = 0.499 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sarana prasarana dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap dan sarana prasarana tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Hubungan Antara Motivasi Kerja, Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Pegawai Administrasi Rsud Maria Walanda Maramis Awondatu, Gisela; Bolang, Alexander S. L.; Sinolungan, Jehosua S. V.; Mandey, Slyvia; Wahongan, Greta J. P.; Surya, Welong S.
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai administrasi di RSUD Maria Walanda Maramis, Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi, yaitu 57 pegawai administrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun berdasarkan penelitian sebelumnya, dan analisis data mencakup tahapan editing, coding, tabulasi, serta scoring. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat chi-square dengan bantuan SPSS Versi 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pegawai administrasi memiliki kinerja baik (59,6%), namun sebagian besar memiliki motivasi kerja yang kurang baik (56,1%) dan kepemimpinan yang juga kurang baik (50,9%). Sebaliknya, mayoritas pegawai melaporkan budaya organisasi yang baik (52,6%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai. Kesimpulannya, motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi berhubungan erat dengan kinerja pegawai. Penguatan motivasi melalui penghargaan dan pelatihan, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan budaya organisasi dapat meningkatkan produktivitas pegawai.