Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancang Bangun dan Analisa Poros Mesin Roasting Kopi Dengan Prinsip Kerja Rotary Imam Sutadi; Razali Razali
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.401 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2661

Abstract

Liberika coffee is coffee that is cultivated in the lowlands which only has a height of about two meters above sea level. Liberika coffee that lives in the lowlands of Rangsang Pesisir, Meranti Islands Regency, is one of the typical icons of Meranti, so as not to lose the taste of Liberika Meranti coffee. The author wants to design and build a coffee roasting machine to make it easier to determine Light, Medium, Dark roasts so that coffee quality is maintained and the price is more affordable for a coffee roasting machine. From the provisions in coffee roasting according to the criteria, it can be concluded that roasting using a coffee roasting machine with a rotary working principle of an initial temperature of 180℃ can produce a light roast in 3 roasting experiments, the average value of which is Light Roast at a temperature of 162.5 . Medium Roast 164.4 . Dark Roast 168.1 . For rotary shaft analysis, coffee roasting machines get the feasibility results from the moment given during installation using Autodesk Inventor 2019 analysis for the shaft to get a load of 100,000 N/mm in the Von Mises category 0.479368 MPa, 1st principal stress 0.35322 MPa, 3rd principal stress 0.0449345 MPa, Displacement 0.00601512 mm, Safety Factor 15 ul.
Perancangan Sistem Transmisi ada Mesin Pengupas Pinang Menggunakan Penggerak Mesin Diesel 6 HP Elsa Nova Andini; Razali Razali
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.935 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2698

Abstract

Proses pengupasan pinang oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis masih banyak dilakukan secara manual menggunakan cungkil, hal ini dapat memperlambat dan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, perlu diciptakan mesin dengan menggunakan transmisi yang mampu meredam kejutan dan terjangkau oleh masyarakat.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kupasan pinang yang baik dan meningkatkan produksi karena mesin ini dapat menghemat waktu dan tenaga. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan studi lapangan kemudian melakukan studi literature dan memulai perancangan serta pengumpulan data dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan alat tersebut. Berdasarkan perhitungan komponen transmisi yaitu menggunakan sabuk-V 64 tipe B, ukuran puli 10 inch, dan diameter poros 25 cm. Berdasarkan perhitungan kapasitas alat yang didapatkan sebesar 197,5 kg/jam. Dari hasil penelitian dengan 2 kg pinang kering diperoleh hasil pinang yang paling banyak terkupas dengan kualitas baik yaitu 1,091 kg dan yang tidak terkupas sebanyak 0,07 kg dengan waktu pengupasan 21 detik. Biji pinang yang berkualitas didapat pada kecepatan putaran mesin 1600 rpm.
Penerapan Iptek Boiler Tahu kapasitas 20 kg kedelai/jam Abdul Gafur; Razali Razali; Zulkarnain Zulkarnain; Sisti Umira Siti; Erwen Martianis Erwen Martianis
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/t355vh24

Abstract

UMKM Tahu Nusantara merupakan usaha tahu turun-temurun yang berdiri sejak 1988 di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Proses produksi masih dilakukan secara tradisional menggunakan kayu bakar untuk merebus kedelai. Metode ini membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar tiga jam untuk 15 kg kedelai, serta boros bahan bakar. Selain itu, pemanasan yang tidak merata sering menyebabkan bagian bawah adonan gosong, menimbulkan bau sangit, dan menurunkan kualitas tahu yang dihasilkan. Kondisi ini membuat kapasitas produksi terbatas dan keuntungan yang diperoleh tidak optimal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim menawarkan solusi berupa perancangan dan penerapan boiler sebagai alat pemanas modern dalam proses pengolahan tahu. Penggunaan boiler mampu mempercepat proses perebusan menjadi 15–20 menit untuk 10–15 kg kedelai, menghasilkan pemanasan yang merata, mengurangi risiko gosong, serta meningkatkan kualitas dan higienitas produk. Selain itu, penggunaan bahan bakar dapat dihemat hingga 50%. Kegiatan ini bertujuan membantu mitra meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, dan kualitas produk. Dengan teknologi ini, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.