Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Effect of Elderly Exercise on Changes in Pain Intensity in Rheumatoid Arthritis Patients In Paranginan Health Center: Effect of Elderly Exercise on Changes in Pain Intensity in Rheumatoid Arthritis Patients In Paranginan Health Center Rosetty Rita Sipayung; Lasma Rina Efrina Sinurat; Henny Syapitri
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6 No 1 (2023): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v6i1.3575

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) is a chronic, systemic disease that typically develops slowly and is characterized by recurrent inflammation of the joints. Elderly gymnastics is a series of movements specifically designed for the elderly, and can be used as an independent therapy to reduce RA pain. This study aims to analyze the Effect of Elderly Gymnastics on Changes in Pain Intensity in Rheumatoid Arthritis Patients at the Paranginan Health Center. The research design used was a Quasi-experimental one group pre test-post test design. The population is all elderly people who have RA. The number of samples in this study were 20 respondents, taken using a random sampling technique. The statistical test used is Wilcoxon. The results of the study showed that the intensity of joint pain before exercise for the elderly experienced severe pain, and afterward experienced mild pain, and there was a significant effect of giving exercise to the elderly on changes in RA pain with a value of p=0.000 (p<0.05). It is expected that the elderly routinely intervene in elderly exercise independently to reduce RA pain.
Self Management Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Hemodialisa Lasma Rina Efrina Sinurat; Darwita Barus; Marthalena Simamora; Henny Syapitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.804

Abstract

Gagal ginjal kronik dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir, dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan zat-zat tubuh sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut sebagai terapi pengganti ginjal berupa dialysis / cuci darah atau transplantasi ginjal. Dalam hal ini, pasien gagal ginjal kronis dapat bertahan hidup dengan menjalani pengobatan hemodialisis. Pasien GGK hidup dengan pengalaman yang berbeda dan banyak rasa sakit, hidup dalam ketakutan dan ancaman kematian, dan terus-menerus bergantung pada peralatan dialisis dan petugas kesehatan, yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Salah satu upaya dalam mengelola penderita GGK adalah dengan meningkatkan manajemen diri (self management). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis di unit hemodialisa Rumah Sakit Ginjal Rasyida Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 165 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan metode Non probabality sampling (purposive Sampling). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian didapatkan self management mayoritas kurang baik yaitu 53,9%, kualitas hidup mayoritas kurang baik yaitu 51,5% dan hasil uji spearman correlation p value 0,000 < α 0,05 r = 0,880 yang menunjukkan bahwa keeratan hubungan sangat kuat. Semakin tinggi self management pasien GGK, maka akan semakin tinggi pula kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis.
PENGARUH PERAN GANDA TERHADAP KINERJA PERAWAT Eva Kartika Hasibuan; Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.396

Abstract

Latar Belakang: Seorang perawat yang mempunyai peran ganda, tentunya merupakan hal yang sangat berat, karena dibutuhkan konsentrasi tinggi serta tingkat emosional yang tinggi pula. Ini juga terkait dengan pelayanan pada pasien yang harus dilaksanakan semaksimal mungkin. Perawat yang di domisili oleh wanita secara otomatis memikul peran ganda yaitu tanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaanya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh peran ganda terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Advent Medan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan studi cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak yang bekerja di Rumah Sakit Umum Advent Medan yang bertugas di IGD, ICU, ruang rawat inap dan rawat jalan sebanyak 46 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sebanyak 46 responden.Hasil: Hasil penelitian untuk univariate yang didapat yaitu untuk peran ganda berada pada kategori tinggi sebanyak 58,7% dan untuk kinerja perawat berada pada kategori baik sebanyak 76,1%, sedangkan  hasil bivariate dengan menggunakan uji statistik chi-square menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh peran ganda terhadap kinerja perawat wanita di Rumah Sakit Umum  Advent Medan Tahun 2020 dengan nilai p = 0,013 (P<0,05). Untuk itu sebagai seorang perawat diharapkan untuk tetap berkinerja baik walaupun berperan ganda tinggi dengan cara tetap bijak mengelola waktu seefektif mungkin sehingga tetap bisa menyelaraskan antara pekerjaan dan ibu rumah tangga, dan yang berdampak pada layanan asuhan keperawatan agar tetap maksimal.