Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Transformasi Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai Tambah: Pengembangan Sabun Cair Ramah Lingkungan Riana Septiani; Susanti Sundari
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i1.4860

Abstract

XX has been carrying out sanitation operations using soap sold on the market, which is made from chemicals and is not environmentally friendly. Chemical soap can have an impact on water pollution because the chemicals are difficult to decompose and can disrupt aquatic ecosystems and harm living creatures in them. Plus, managing chemical soap waste also requires additional costs for the company. This research is a continuation of previous studies which aimed to develop environmentally friendly products, with a focus on developing eco-enzyme based liquid soap. This research method is an experiment in the field to test theories or develop products, by applying the Cold Process method in making antiseptic liquid soap. The results of this research show that liquid soap from eco-enzyme has great potential as an environmentally friendly alternative for cleaning and is effective in inhibiting the growth of E. coli bacteria, and the organoleptic test shows that the majority of respondents gave positive responses, with 66.7% stating the color of the soap is attractive, 66.7% assessing the aroma as very good, 50% stating the cleaning quality is very good, and 46.7% assessing the amount of foam in the good category. From an economic perspective, there is a 32% cost savings from substituting liquid soap on the market with eco-enzyme liquid soap.
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DAN SKALABILITAS USAHA PRODUK CABAI KERING KWT KP Rama Novera; Suryani; Susanti Sundari; Jevri Buari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/78ctwy56

Abstract

Usaha produk cabai kering olahan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) KP menghadapi tantangan signifikan berupa ketiadaan strategi pengembangan bisnis yang teruji, terukur, dan komprehensif. Kondisi ini menimbulkan ambiguitas terkait optimalitas penetapan harga jual produk serta keberlanjutan margin keuntungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha bubuk cabai kering KWT KP. Inisiatif pengolahan cabai menjadi bubuk kering bertujuan meningkatkan nilai tambah produk, memperpanjang masa simpan, dan menstabilkan fluktuasi harga komoditas bagi UMKM. Analisis strategi dilakukan menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Analisis SWOT. Studi kasus yang dilakukan di Kelurahan Kaliawi, Kota Bandar Lampung, mengidentifikasi temuan finansial penting dimana total biaya produksi tercatat sebesar Rp 595.762 untuk 126 kemasan (30 gram), menetapkan HPP produk pada Rp 4.728 per kemasan. Hasil Analisis SWOT menunjukkan skor agregat IFAS 2,70 dan EFAS 3,10. Nilai ini menempatkan unit usaha KWT KP pada posisi Kuadran I (Strategi Agresif). Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi strategis yang paling tepat adalah Strategi S-O (Strength-Opportunity). Strategi ini menekankan pada penguatan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah, optimalisasi pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan, dan ekspansi jaringan kemitraan strategis untuk mencapai daya saing dan skalabilitas yang lebih tinggi.