Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sarivus L.) DI TANAH SALIN DENGAN PELINDIAN TANAH DAN PENAMBAHAN AMELIORAN Putra, Rafii Adhimas Tri; Bowo, Cahyoadi
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.4

Abstract

This study aimed to assess the impact of combinations of varying soil amendments and water amounts on the leaching water requirement for cucumber growth and production. Saline soil was collected from Banongan, Situbondo, with soil electrical conductivity (EC) of 4-6 dS m-1. A 10 kg soil sifted with a diameter of 2 mm was placed in each mini lysimeter. Leaching was carried out until the soil EC reached below 2 dS m-1. The results showed that soil leaching reduced soil EC from 5 dS m-1 to 1.6-1.8 dS m-1; meanwhile, EC in leachate ranged from 2-2.3 dS m-1. Biochar treatment caused an increase in leaching water requirements. In addition, applying biochar combined with 40 mm day-1 of water produced the highest fruit number. The combination treatment of cow manure 100 g pot-1 (equivalent to 20 t ha-1) and biochar 30 g pot-1 (equivalent to 6 t ha-1) and adding 40 mm day-1 of water during each water application produced the most prominent fruit volume. Furthermore, utilizing 40 mm day-1 of leaching water produced the best number of leaves, fruit weight, length, and fruit circumference.
Pemanfaatan Mulsa dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) Rohaini, Erlin; Bowo, Cahyoadi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jpt.2023.008.1.10

Abstract

Produksi GKP (Gula Kristal Putih) periode 2015-2021 diestimasikan menurun hingga 0,66% setiap tahunnya, padahal gula menjadi salah satu komoditi pokok di Indonesia. Perlu adanya diversifikasi pemanis alami yaitu dengan memanfaatkan tanaman stevia. Upaya meningkatkan produksi stevia adalah dengan menggunakan pupuk kandang sapi dan pengaplikasian mulsa. Penelitian dilaksanakan di Lahan Agriranch, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan November 2021 hingga Februari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor petak utama ialah jenis mulsa dengan 3 taraf M0 (tanpa mulsa), M1(mulsa plastik hitam putih) (MPHP), M3 (mulsa jerami). Faktor anak petak ialah dosis pupuk kandang sapi dengan 3 taraf P1 (6 t ha-1), P2 (12 t ha-1), P3 (20 t ha-1). Metode analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Varians) dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerami dan mulsa plastik hitam putih (MPHP) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman stevia. Perlakuan pupuk kandang sapi dosis 20 t ha-1 menghasilkan pertumbuhan terbaik tanaman stevia pada beberapa variabel pengamatan. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jenis mulsa dan dosis pupuk kandang sapi, tetapi masing-masing faktor tunggal memengaruhi pertumbuhan stevia. Mulsa jerami memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan kadar air tanah, sedangkan MPHP memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan panjang akar, bobot kering hasil panen, suhu tanah, dan kadar air tanah. Pupuk kandang sapi dosis 20 t ha-1 memberikan hasil terbaik pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar.