Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

VARIASI KARAKTERISTIK, KONDISI EKOLOGI, DAN KANDUNGAN PROKSIMAT TANAMAN KECONDANG (Tacca leontopetaloides (I.) KUNTZE DI PULAU SERIBU Luluk Prihastuti Ekowahyuni; Yenisbar Yenisbar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5299

Abstract

Upaya penyelamatan tanaman kecondang yang masih tumbuh liar, merupakan langkah awal untuk mendeskripsi potensi jenis berbagai kecondang yang tersebar di pulau Seribu. Takka(Kecondang) membutuhkan kondisi ekologi tertentu untuk pertumbuhannya sehingga diperlukan anlisis ekologi untuk takka (Kecondang) di wilayah Pulau Seribu.Dari penelitian ini nanti akan disimpulkan disimpulkan bahwa 26 hibrida harapan cabai koleksi Peneliti UNAS dapat dikelompokkan menjadi berapa kelompok dan berapa besarnya tingkat kemiripannya. Diharapkan juga setiap gerombol memiliki karakteristik yang berbeda. Penggerombolan direncanakan berdasarkan : warna batang warna daun warna tangkai sari Posisi bunga, warna mahkota bunga, warna tangkai sari, warna buah fase intermediet, panjang buah, bentuk ujung buah dan diduga memiliki nilai korelasi yang besar dan positif dengan kadar capsaicin. Berdasarkan hasil penelitian umbi kecondang dimanfaatkan oleh masyarakat di p. kangean tepungnya untuk dikonsumsi sendiri tidak diperjual belikan dan kecamatan Sumenep sudah dibudidayakan, dan tepungnya untuk dikonsumsi sendiri, kadangkala dijual dengan harga Rp 5000, sampai rp 7000,- jika tetangga desanya membutuhkan pada saat akan lebaran dan pesta. Kandungan karbohidrat Tacca cukup tinggi mencapai 90%,sedangkan kandungan proksimatnya seperti protein mencapai 1.1-1.5 %, lemak mencapai 0.08-0.10 %, bila dibanduingkan kandungan karbohidratnya dengan sorghum hanya 73%, jagung 72.4 %, singkong 37.4 %, kedelai 30.1%. kecondang selain kandungan karbohidratnya tinggijuga kandungan mineral Kaliumnya tinggi mencapai 904.86-966.74 mg/100g.
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN LABU SIAM (SECHIUM EDULE (JACQ.) SW.) SECARA SEMI ORGANIK DI DESA KUTABAWA, KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH Luluk Prihastuti Ekowahyuni; Noerna Manzanila; Aji Wahid Nurfaizi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13905

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sering dikonsumsi sebagai pendamping makanan pokok masyarakat Indonesia. Labu siam memiliki karakteristik daging buah yang tebal serta rasanya netral, sehingga dapat diolah menjadi berbagai macam produk konsumsi. Labu siam sangat mudah dijumpai di pasar maupun rumah makan sebagai bahan campuran sayur. Pertanian semi organik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan pupuk yang berasal dari bahan organik dan pupuk kimia untuk meningkatkan kandungan hara yang dimiliki oleh pupuk organik. Pertanian semi organik bisa dikatakan pertanian yang ramah lingkungan, karena dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai di atas 50% kemudian menerapkan konsep pengelolaan hama terpadu (PHT) dalam pengendalian hamanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami teknik budidaya labu siam secara semi organik, serta hasil panen yang dihasilkan. Penelitian Kuliah Kerja Lapang dilaksanakan pada tanggal 06-12 Agustus 2023 di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, dokumentasi gambar dan wawancara langsung dengan petani labu siam sebagai responden. Proses wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Pengambilan data sekunder diperoleh dari Kantor Desa, serta literatur seperti buku dan jurnal yang bersifat informatif dan relevan sebagai tambahan. Berdasarkan hasil wawancara teknik budidaya labu siam secara organik kepada petani responden meliputi pembibitan, pengendalian hama terpadu pengolahan lahan, pemananam, pemupukan dasar, organik dan anorganik, pemasangan para-para, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan. Pupuk semi organik mempunyai dua fungsi yaitu memperbaiki struktur dan biologi tanah serta meningkatkan produksi tanaman. Total hasil panen labu siam yang diperoleh petani di Desa Kutabawa yaitu 9,47 kwintal