Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBENTUKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK DI DESA SUSUKAN, SUMBANG, BANYUMAS Kusuma, Ayusia; Setyorini, Fitri; Fitrah, Elpeni
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.358

Abstract

Kabupaten Banyumas mempunyai jumlah kasus kekerasan berbasis gender cukup tinggi di provinsi Jawa Tengah. Menurut data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Kabupaten Banyumas, tahun 2023 terdapat 103 kasus kekerasan pada perempuan dan anak di 73 desa di Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, perlu ada program pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dengan memasukkan perspektif gender. Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menjadi program dari pemerintah untuk memasukkan perspektif gender dan pemenuhan hak anak dalam pengelolaan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa di Indonesia. Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) sedang berproses untuk membentuk desa-desa RPPA dengan bekerjasama dengan institusi pendidikan. Oleh karena itu pengabdian ini untuk mengelaborasi kegiatan pembentukan DRPPA di salah satu desa di Kabupaten Banyumas, yaitu desa Susukan, kecamatan Sumbang. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembentukan DRPPA ini ialah melakukan pemutakhiran data pilah di desa, melakukan sosialisasi tentang DRPPA, membentuk relawan SAPA dan Forum Anak Desa, serta melakukan pelatihan bimbingan teknis kepada relawan SAPA dan Forum Anak Desa.
Indonesia's Global Maritime Fulcrum Strategy: Navigating Great Power Competition and Regional Leadership in Indo-Pacific Security (2014-2024) Fitrah, Elpeni; Darmawan, Arief Bakhtiar; Luthfi, Raden Mokhamad
Andalas Journal of International Studies (AJIS) Vol 14, No 1 (2025): Published in May 2025
Publisher : Andalas Institute of International Studies UNAND

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ajis.14.1.74-90.2025

Abstract

This article analyzes Indonesia's Global Maritime Fulcrum (GMF) strategy from 2014 to 2024, tracing its transformation from a domestic development initiative to a refined diplomatic tool for managing great power rivalry in the Indo-Pacific. This research utilizes a qualitative case study technique with process tracing to examine official documents, diplomatic exchanges, and quantitative measurements, framed by middle power theory and maritime strategy concepts. The findings indicate that Indonesia's GMF strategy evolved through three distinct phases, achieving significant milestones such as a 234% enhancement in maritime surveillance coverage, the establishment of 89 bilateral maritime cooperation agreements, and effective mediation in regional maritime disputes with an 83% success rate. These results markedly surpassed earlier academic forecasts, demonstrating Indonesia's adept utilization of its geographic advantages and diplomatic skills to establish regional leadership despite the limitations of its middle power status. Despite the GMF's effectiveness being constrained by intensifying great power rivalry and internal limitations, Indonesia has adeptly established itself as a crucial player in Indo-Pacific maritime governance through the integration of institutional development, diplomatic efforts, and operational collaboration, providing significant insights into middle power conduct in intricate regional security contexts.