Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PHYTOPLANKTON COMPOSITION AT CILIWUNG RIVER POST IMPLEMENTATION OF NORMALIZATION PROGRAM Rahmatia, Firsty; Sirait, Marlenny
Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jisni.v2i1.22

Abstract

The water quality in Ciliwung River gives a considerable influence on the survival and growth of biota in the river. The quality of the Ciliwung River is determined by the physical, chemical, and biological properties of the waters of the Ciliwung River. Water quality affects the amount, composition, species diversity, production and physiological state of aquatic organisms such as phytoplankton. Phytoplankton is one of the biological indicators that can be used to evaluate water quality. With the implementation of the river normalization program by the Provincial Government of DKI Jakarta, it is necessary to conduct research on the composition of phytoplankton in order to evaluate the quality of the waters. Research is conducted along the Ciliwung River, from upstream to downstream. The sampling location consists of 9 (Nine) stations, namely; Gadog Bridge, Gadog, katulampa, Kelapa Dua, Kalibata, Kampung Melayu, Pejompongan, K.H. Mas Mansyur, and Gong Bay. The results showed that the composition of phytoplankton in the waters of Ciliwung River Year 2017 increased compared to 2008 by Fachrul et al. The compositions were 5 divisions consisting of 45 species, 20 species of Bacillariophyceae, 15 types of Chlorophyceae, 6 types of Cyanophyceae, 3 types Euglenophyceae, and 1 type of Dinophyceae. The types of phytoplankton that dominate the waters of Ciliwung are Scenedesmus sp., Nitzschia sp., Oscillatoria sp., Spirulina sp., And Cyclotella sp.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN DI KAMPUNG TEDUH, KELURAHAN KARANG TENGAH, KOTA TANGERANG Rahmatia, Firsty; Telussa, Riena F.; Nainggolan, Armen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 3 No. 2 (2025): JASW Vol. 03 No. 02 (2025): April-September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jasw.v2i2.12

Abstract

Budidaya ikan adalah upaya campur tangan manusia dalam menumbuhkembangkan ikan dalam lingkungan yang terkontrol. Bahkan biaya terbesar yang dikeluarkan dalam kegiatan budidaya adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan yang hampir mencapai 70% dari total biaya produksi. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pelatihan pembuatan pakan. Adapun yang menjadi sasaran adalah masyarakat pembudidaya ikan di Karang Tengah, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pelatihan penghitungan formulasi pakan sederhana, memberikan pelatihan membuat pakan mandiri dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat manfaatkan bahan-bahan potensial sebagai sumber pakan, mengurangi ketergantungan pembudidaya kepada pakan komersil dan menciptakan masyarakat yang mandiri yang inovatif dalam membudidayakan ikan. Pelatihan pembuatan pakan ikan yang telah dilaksanakan di Kampung Teduh, Karang Tengah, Kota Tangerang berlangsung dengan lancar dan masyarakat pun ikut mencoba. Dengan demikian, upaya tim untuk mendukung program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat diwujudkan.
SOSIALISASI DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP BIOTA AKUATIK DAN STRATEGI PENGENDALIANNYA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM Telussa, Riena F.; Rahmatia, Firsty; Nainggolan, Armen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 2 No. 1 (2023): JASW Vol. 02 No. 01 (2023) Oktober 2023 - Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Citarum watershed, the largest in West Java, has experienced severepressure due to exploitation exceeding its carrying capacity. Therefore,managing the Citarum watershed cannot be done sectorally, but must beintegrated and inclusive of all stakeholders, both within and outsidewatershed, to achieve sustainable development. This requires support fromvarious parties, including academics, by promoting outreach activities. Theimplementation methods include observation, introduction, water qualitytesting, outreach sessions, evaluation, consultation and mentoring, as wellmonitoring. Pre-outreach questionnaire results showed that 70% ofparticipants were aware the impacts of waste and pollution on river life. Allparticipants expressed a desire to maintain the cleanliness of Citarum River,yet only 13% had actively taken part in river clean-up activities. Overall, thepre-outreach findings suggest that while awareness exists, communityparticipation in environmental actions especially in keeping the river cleanremains limited and needs to be increased through continuous education andengagement.
Efektifitas Pemberian Sari Kunyit (Curcuma domestica) Dalam Pakan Terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Sidat (Anguilla spp.) Nurizki, Marlina; Nainggolan, Armen; Rahmatia, Firsty
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.158

Abstract

Sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan yang memiliki potensi sebagai komoditas ekspor akan tetapi masalah dalam peningkatan usaha budidaya Ikan Sidat yaitu laju pertumbuhan yang relatif lambat. Faktor yang mempengaruhi cepat dan lambatnya pertumbuhan adalah pemberian pakan. Pakan dapat dimanfaatkan dengan optimal yaitu dengan meningkatkan daya cerna pakan dengan cara menambahkan sari kunyit kedalam pakan komersil. Kunyit (Curcuma dosmetica) merupakan tanaman rempah-rempah yang cukup populer di Indonesia. Manfaat kunyit untuk merangsang pergerakan usus dalam proses pencernaan pakan agar lebih optimal. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 : sari kunyit 0 mL/kg pakan, P2 : sari kunyit 20 mL/kg pakan, P3 : sari kunyit 40 mL/kg pakan dan P3 : sari kunyit 60 mL/kg pakan. Hasil penelitian selama 40 hari bahwa pemberian sari kunyit dengan dosis 60 mL/kg berpengaruh nyata ( P < 0.05 ) terhadap pertumbuhan bobot dengan hasil 17.00 ± 3.61b g, pertumbuhan panjang dengan hasil 27.33 ± 8.74b cm, kelangsungan hidup dengan hasil 100 ± 0.00c %, EPP dengan hasil 73.03 ± 2.80b %, FCR mendapatkan hasil 1.09 ± 0.36a, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0.05 ) terhadap SGR.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C PADA PAKAN BUATAN TERHAPAD LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BLACK TETRA (Gymnocorymbus ternetzi) Putra, Syadat; Lestira Dhewantara, Yudha; Rahmatia, Firsty
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 9 No. 1 (2023): JISM VOL. 9 NO. 1 Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v9i1.186

Abstract

Ikan hias Black tetra merupakan nama internasional dari spesis (Gymnocorymbus ternetzi). Ikan hias Black tetra berasal dari Paraguai yang merupakan salah satu ikan hias komoditi ekspor ikan air tawar di Indonesia. Ikan hias Black tetra termasuk kelompok ikan hias berukuran kecil. Rancangan percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut Perlakuan A: Tanpa penambahan vitamin C, Perlakuan B : Penambahan vitamin C dengan dosis 50 mg per 1 kg pelet; Perlakuan C : Penambahan vitamin C dengan dosis 100 mg per 1 kg pelet; dan Perlakuan D : Penambahan vitamin C dengan dosis 150 mg per 1 kg pelet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perlakuan D dosis vitamin C (150 mg/kg pakan) menghasilkan nilai tertinggi pada laju pertumbuhan bobot spesifik pada ikan black tetra 2,54 %, laju pertumbuhan panjang spesifik 0,65 %/hari, efisiensi pakan 23,70 %. Namun, kelangsungan hidup 100 %, pada perlakukan kontrol dan dosis vitamin C yang efisien untuk meningkatkan laju pertumbuhan yaitu pada perlakuan D (150 mg/kg pakan).
Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) pada Pakan untuk peningkatan Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Patin (Pangasianodon Hypophthalmus): Addition of Moringa Leaf Flour (Moringa oleifera) to Feed for the Improvement of Growth and Survival Rate of Pangasius Fish (Pangasianodon hypophthalmus) Seeds Indris, Fahmi; Rahmatia, Firsty; Lestira Dhewantara, Yudha
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 1 (2024): JISM VOL. 10 NO. 1 Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan patin memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan cita rasa daging yang khas. Terdapat penyakit yang menimbulkan kematian ikan patin, disebabkan oleh bakteri Edwardsiella yaitu penyakit Enteric Septicemia of Catfish dan Motile Edwardsiella Septicemia sehingga pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin rendah. Maka, perlu ditambahkan nutrisi pakan ikan patin dengan menambahkan tepung daun kelor (Moringa oleifera) yang memiliki kandungan nutrisi cukup lengkap. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan, yaitu perlakuan P0 tanpa tambahan tepung daun kelor, P1 dengan tambahan tepung daun kelor dosis 2%, P2 sebesar 4% dan P3 sebesar 6%. Parameter uji dilakukan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan patin. Hasil penambahan tepung daun kelor pada pakan dengan dosis 6% menghasilkan rata-rata pertumbuhan terbaik, yaitu sebesar 11.1 g. Ikan yang diberi tambahan pakan 6% tepung daun kelor memiliki pertumbuhan panjang mutlak tertinggi yaitu sepanjang 10.35 cm. Pada kelulushidupan benih patin berbeda nyata antar perlakuan P0, P1, P2 dan P3 dengan nilai > 50% yang menunjukkan penambahan tepung daun kelor pada pakan mampu meningkatkan angka kelulushidupan benih ikan patin. Penambahan tepung daun kelor untuk mengobati infeksi bakteri Edwardsiella pada ikan patin berpengaruh nyata dan bisa dijadikan obat alternatif.