Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KOMPARASI INDEKS KEANEKARAGAMAN DAN INDEKS DOMINANSI FITOPLANKTON DI SUNGAI CILIWUNG JAKARTA Marlenny Sirait; Firsty Rahmatia; Pattulloh Pattulloh
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v10i2.449

Abstract

Phytoplankton is a biological parameter that can be used as an indicator to evaluate the quality and level of fertility of a water. Changes in water quality as a result of the large load of nutrients entering the Ciliwung River will affect the life of phytoplankton. This study aims to see the comparative index of diversity (H ') and the Dominant Index (D) of phytoplankton in Ciliwung River from upstream to downstream. The study was conducted from December 2016 to February 2017 from upstream to downstream of the Ciliwung River. From the index analysis of diversity and index of dominance, there was a significant difference, where the downward index of diversity (H ') of phytoplankton was lower, ranged between 1,21 and 2,6 (the index of diversity ranging from low to medium).  Otherwise, the dominance index showed the opposite result. The more downstream the dominance index is higher than the upstream, ranged between 0,09 and 0,68. Thus the index of diversity and the index of phytoplankton dominance has a relationship inversely. Differences of diversity index and dominance index in upstream to downstream poses an imbalance of ecosystem in Ciliwung River.             Keywords: Ciliwung, diversity index, Dominant Index, Phytoplankton
Penggunaan Tanaman Anggrek dan Selada Terhadap Pertumbuhan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) dalam Sistem Mini Akuaponik Filda Amara; Firsty Rahmatia; Yudha Lestira Dhewantara
Akuatika Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v6i2.35742

Abstract

Ikan mas koki jenis oranda merupakan salah satu yang paling populer dan paling banyak digemari pecinta ikan hias. Aplikasi akuaponik merupakan salah satu teknik budidaya alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan seperti membutuhkan lahan atau media yang relatif besar. Sisa pakan dan kotoran hasil metabolisme ikan dalam air dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman air secara resirkulasi sehingga memperbaiki kualitas air pemeliharaan. Hal tersebut akan meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tanaman selada dan anggrek dalam pertumbuhan ikan mas koki (Carassius auratus). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan (kontrol, selada, anggrek) dan empat kali ulangan. Ikan yang diujikan berukuran ± 4-8 cm dan bobot ± 3-8 g yang dipelihara dalam akuarium berukuran 20x20x30cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mini akuaponik ikan mas koki memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan sistem non-akuaponik. Hasil dari sistem mini akuaponik menuggunakan tanaman anggrek yaitu SGR 0,06 ± 0,02 g/hari, SR  92,86 ± 1,00 %. Kadar amonia dalam sistem mini akuaponik dengan menggunakan 2 jenis tanaman selada dan anggrek ini masih dalam kisaran yang layak untuk pembesaran ikan mas koki hingga hari ke 40. Berdasarkan hasil penelitianinimaka dapat disimpulkan bahwa sistem mini akuaponik dapat meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki.
Rekayasa Maturasi Menggunakan Hormon Oodev Terhadap Ikan Synodontis (Synodontis Sp) Yudha Lestira Dhewantara; Firsty Rahmatia
Akuatika Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.114 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i1.23409

Abstract

Pematangan gonad merupakan salah satu fase penting pada siklus reproduksi ikan.Upaya hormonal memang bisa mempercepat proses pematangan dan pemijahan serta membantu pemijahan ikan yang sulit memijah bila tidak berada dalam habitatnya. Ikan synodontis memang mampu memijah sepanjang tahun. Namun, masalah yang muncul adalah kualitas hasil pemijahannya yang tidak selalu sama atau stabil, salah satu contoh hormon yang bisa digunakan adalah oodev yang mengandung Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG), hormon ini banyak mengandung unsur daya kerja Folicle Stimulating Hormone (FSH) yang berperan dalam pematangan gonad awal atau vitelogenesis. Penyerapan vitelogenin akan membuat oosit mencapai ukuran tertentu yang kemudian siap untuk diovulasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyuntikan oodev terhadap kinerja reproduksi dan maturasi ikan synodontis. Calon induk ikan synodontis diberi perlakuan dengan injeksi hormonal dengan: K1 (tanpa pemberian hormon/kontrol), A1 (Dosis 0,5 mL/kg), A2 (Dosis 1 mL/kg), A3 (Dosis 1,5 mL/kg), dan A4 (2 mL/kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Induksi maturasi ikan synodontis dapat dilakukan dengan penyuntikkan OODEV (1,5 mL/kg bobot tubuh) sebanyak empat kali secara berkala selama empat minggu. 
The Effectiveness Growth of Males and Females Crabs (Scylla Serrata) In Recirculation System Yudha Lestira Dhewantara; Firsty Rahmatia; Reyhan Salindro Usman
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 1 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i1.135

Abstract

Crab (Scylla serrata) is a commodity that has high prospects for cultivation. Cultivation in Indonesia has not been intensive and densely spread low due to the threat of crab deaths due to cannibalism. The purpose of this study was to determine the comparison of the growth of male and female crabs in the recirculation system to increase the productivity of mangrove crab. The research was conducted from November 2019 to June 2020 at the Aquaculture Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences Satya Negara University of Indonesia and blood tests were conducted at the Center for Freshwater Aquaculture Fisheries- Bogor. The experiment used a Complete Randomized Design (CRD) consisting of three treatments and five replicate each. The treatments consisted of: A: male crab; B: female crab; C: Control. The number of seeds that used in this study were 5 for each treatment with five replications and density of 5 crab per maintenance container (gallon). The feed provided were fish feed selar Atule mate which was cut into small pieces. The selar fish came from Muara Angke, North Jakarta. Feeds were given with frequency 4 times a day. The results showed that the growth of male and female mangrove crab gave the best production performance in the treatment of female maintenance containers with survival rate of 53.33%, absolute growth rate of 3.76 g, and carapac width of 3.44 mm.Keywords: crab (Scylla serrata.), growth, recirculation system
EFEKTIVITAS VITAMIN C DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BLACK TETRA (Gymnocorymbus ternetzi) Yudha Lestira Dhewantara Dhewantara; Firsty Rahmatia; Armen Nainggolan
JURNAL MINA SAINS Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v9i1.7326

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C pada pakan buatan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada ikan black tetra (Gymnocorymbus ternetzi) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini akan dilaksanakan dari Bulan April sampai Juli 2022, bertempat di Farm Fajar Aquatic ,Villa mutiara Bogor, Jawa Barat. Rancangan percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Perlakuan A: Tanpa penambahan vitamin C (Kontrol); Perlakuan B : Penambahan vitamin C dengan dosis 50 mg per 1 kg pakan; Perlakuan C : Penambahan vitamin C dengan dosis 100 mg per 1 kg pakan; dan Perlakuan D : Penambahan vitamin C dengan dosis 150 mg per 1 kg pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Vitamin C kedalam pakan ikan black tetra sebanyak 50 mg/kg pakan merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan, FCR dan uji stres.
Pengaruh Pengobatan Sari Daun Kemangi Terhadap Gambaran Darah Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Di Infeksi Bakteri Aeromonas Salmonicida Firsty Rahmatia; Yudha Lestira Dhewantara; Filda Amara; Aulianisa Nuriska R
Akuatika Indonesia Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i1.42228

Abstract

Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) adalah ikan air tawar endemik Indonesia dan sangat digemari masyarakat terutama daerah Jawa Barat. Salah satu kendala kegiatan budidaya intensif ikan ini adalah munculnya penyakit oleh bakteri Aeromonas salmonicida sebagai penyebab furunkulosis yang dapat menular dengan mudah. Pencegahan atau pengobatan umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik dan bahan kimia namun dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, penggunaan pengobatan bahan alami daun Kemangi dapat menjadi solusi dimana linalool, sineol, eugenol, metil sinnamat, iso kariofillen dan kubebena yang terkandung di dalamnya bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pengobatan ikan Nilem yang diakibatkan oleh infeksi A. salmonicida dengan menggunakan sari daun Kemangi. Ikan nilem yang sehat dan tidak terserang penyakit, diperoleh dari Tasikmalaya dengan ukuran 9-11 cm. Ikan di aklimatisasi pada media pemeliharaan dengan kepadatan 7 ekor/14 L. Ada 4 perlakuan dosis (mL sari kemangi/kg pakan) yaitu P0 : Kontrol, P1 : 25 mL/kg, P2 : 50 mL/kg, P3 : 75 mL/kg. Parameter yang diamati adalah gambaran darah dengan pengambilan sampel darah pada ikan nilem sesudah diinfeksi dan diobati. Penggunaan sari daun kemangi yang dicampur pakan terhadap gambaran darah ikan nilem memberikan hasil jumlah Eritrosit, Hemogoblin, Hematokrit dan Leukosit dalam kisaran batas normal pada sebagian besar perlakuan. Berdasarkan uji statistik, penggunaan sari daun kemangi berpengaruh terhadap jumlah Hemoglobin, Trombosit dan Leukosit. Penggunaan dosis terbaik terdapat pada perlakuan P1 (25 mL/kg) dengan jumlah Hemoglobin, Hematokrit dan Leukosit dalam kisaran normal untuk pertumbuhan ikan Mas.
The use of Spirulina platensis as tilapiaOreochromis niloticusdiet supplementation Utomo, Nur Bambang Priyo; Rahmatia, Firsty; Setiawati, Mia
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 11 No. 1 (2012): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.55 KB) | DOI: 10.19027/jai.11.49-53

Abstract

Spirulina is blue green algae that have high nutrient content like protein and vitamin so itcan beused as source ofsingle cell protein (SCP). This research was conductedto know minimum doses of Spirulina in different protein feed on growth performance of tilapia. Experimental diets devided by two different protein level (25% of protein and 28% of protein) and three levels supplementation of Spirulina 0% (25A), protein level 25% supplementedSpirulina 3% (25B), protein level 25% supplementedSpirulina 6% (25C), protein level 28% supplementedSpirulina 0% (28A), protein level 28% suplemented Spirulina 3% (28B), and protein level 28% supplementedSpirulina 6% (28C). Testeds feedwere tilapia with average initial weight 17,24±0,29 g and density five fish/aquarium. Tilapia rearedin aquarium sized 50×40×35 cm3 filledwith 30 cm waterand provided altrecirculation system. Fish were cultured for 40 days and fed at satiation with three times feeding frequency. All data analyzed statistically by one-way ANOVA.Result demonstrated that various dosesof Spirulina in different protein level of feed influencedspecific growth rate, feeding efficiency, protein deposition, and fat deposition. Fish were fed by feed containing Spirulina 3% in protein level 25% showed growth performance as same as fed of protein level 28%. Keywords: feed protein, Spirulina, growth performance, tilapia
Perbedaan salinitas terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Badut Percula (amphiprion percula): The difference on Salinity on the Growth and Survival of Clownfish Larvae (amphiprion percula) Rasyid, Raihan; Lestira Dhewantara, Yudha; Rahmatia, Firsty
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Februari - July 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v10i2.211

Abstract

Ikan badut percula (Amphiprion percula) merupakan salah satu komoditas ikan hias laut bernilai ekonomis tinggi yang banyak dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan badut percula. Penelitian dilakukan di Laboratorium Akuakultur Universitas Satya Negara Indonesia dengan perlakuan salinitas berbeda: 30 ppt (kontrol), 26 ppt, 22 ppt, dan 18 ppt. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang dan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), kadar kortisol, dan kecerahan warna. Hasil menunjukkan bahwa salinitas 18 ppt menghasilkan pertumbuhan terbaik (1,35 cm; 0,36 g) dan SR tertinggi (93%). Namun, salinitas ini juga menyebabkan penurunan kecerahan warna. Salinitas optimal untuk pertumbuhan dan SR ikan badut percula berkisar antara 18–22 ppt.
THE EFFECT OF NORMALIZATION ON THE ZOOPLANKTON STRUCTURE IN CILIWUNG RIVER Rahmatia, Firsty; Sirait, Marlenny; Ahmed, Yasser
Biofaal Journal Vol 1 No 1 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.302 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i1pp27-36

Abstract

Program normalisasi Sungai Ciliwung menjadi program prioritas pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dimulai sejak tahun 2013. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan normalisasi Kali Ciliwung rampung pada tahun 2018 mendatang. Normalisasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai dalam menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengevaluasi normalisasi adalah dengan memantau kualitas perairan dengan melakukan penelitianmenggunakan indikator biologis seperti plankton dan ikan. Sebelumnya, pada tahun 2016 peneliti telah melakukan penelitian terhadap kelimpahan fitoplankton di Sungai Ciliwung, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui trophic level diatas fitoplankton, yaitu zooplankton. Stasiun pengambilan sampel adalah Sungai Ciliwung bagian hulu sampai dengan hilir. Adapun 10 (sepuluh) stasiun pengamatan yang terbagi atas 3 (tiga) segmen; yaitu Segmen I (Jembatan Gadog, Katulampa, Sentul); segmen II (Kelapa Dua, Kalibata, Kampung Melayu, Manggarai), dan segmen III (Pejompongan, K.H. Mas Mansyur dan Teluk Gong). Pengambilan airdilakukan secara komposit pada tiga titik sampel yangmewakili bagian tengah, tepi kiri, dan tepi kanan sungai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kelas zooplankton yang dapat ditemukan pada semua stasiun adalah Rotifera dan diikuti dengan protozoa. Sementara itu, kelas zooplankton yang paling jarang ditemui di Sungai Ciliwung adalah kelas Gastropoda yang hanya ditemui di stasiun Katulampa. Rotifera yang paling banyak ditemui adalah Asplachna sp. diikuti oleh Brachionus sp.. Sementara itu untuk protozoa, jenis yang paling banyak ditemui adalah Arcella sp. Parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap kelimpahan zooplankton pada penelitian ini adalah suhu, Total Suspended Solid (TSS), dan nitrat.
RAINBOW FISH COLOR QUALITY WITH SPIRULINA SUPPLEMENTATION IN FEED Rahmatia, Firsty; Nainggolan, Armen
Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): May-October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jisni.v2i2.6

Abstract

Rainbowfish originate from Sulawesi and Papua. These rainbow-like colors fish are becoming increasingly popular. Another unique characteristic of this species is its non-aggressive nature, allowing it to be kept with other fish species in the same aquarium. Enhancing the economic value of rainbowfish can be achieved by improving their color quality to make them more visually appealing. One method to achieve uniform bright coloration is through the supplementation of natural pigment sources in their feed. One such natural pigment source is Spirulina platensis, which contains high levels of beta-carotene. Based on this premise, research is necessary to determine the optimal dosage of S. platensis supplementation for enhancing the color quality of rainbowfish, thereby increasing their aesthetic appeal and market value. The tested S. platensis dosages were 0% (Control), 1%, 2%, and 3%, with four replications. The fish were maintained for five weeks, with sampling conducted weekly. Observed parameters included length growth, absolute biomass growth, and color measurement using M-TCF. The results indicated that, statistically, S. platensis supplementation at doses of 1%–3% had no significant effect on the growth of Boesemani Rainbowfish. However, in terms of color enhancement, the best treatment was observed in Treatment B (2% S. platensis dosage).