Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kompensasi dan Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan dengan Employee Engagement sebagai Variabel Intervening (Studi pada PT Ciomas Adisatwa Unit Pabelan) Risha Faiq Fakhri; Indi Djastuti; Fuad Mas’ud
Diponegoro Journal of Economics Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/djoe.31490

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji suatu pengaruh atau peranan Kompensasi yang diberikan serta program Pelatihan sebagai strategi dalam meningkatkan Kinerja Karyawan dan bagaimana Employee Engagement memediasi Hubungan tersebut. Penelitian ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada manajemen perusahaan tentang strategi apa yang sesuai untuk meningkatkan Employee Engagement dan Kinerja Karyawan. Objek penelitian pada studi empiris ini adalah karyawan PT Ciomas Adisatwa unit Pabelan pada bagian produksi yang berjumlah 216 orang. Studi ini menggunakan kuesioner yang disebar dengan mengunjungi langsung lokasi dimana responden bekerja dengan tingkat pengembalian sebanyak 183 buah, dan kuesioner yang dapat diproses sebanyak 141 buah, karena kuesioner yang lain tidak mengisi dengan lengkap dan belum masuk kriteria sampel yang diinginkan. Dalam menganalisis hubungan antara variabel dalam penelitian ini, digunakan Structural Equation Modeling (SEM) sebagai teknik analisisnya dengan bantuan perangkat lunak AMOS. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa Kompensasi yang diberikan, program Pelatihan dan Employee Engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, dan Employee Engagement berhasil memediasi hubungan antara Kompensasi yang diberikan serta program Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan. Pelatihan merupakan strategi yang paling sesuai dalam meningkatkan Kinerja Karyawan, dan Kompensasi merupakan strategi yang paling sesuai dalam meningkatkan Employee Engagement.
The Leadership Role of Pratama Officials in Facing the Salatiga Government's Bureaucracy Simplification Policy Sabrina Sella Devi; Fuad Mas’ud
Jurnal Ad'ministrare Volume 10, Issue 2, July-December 2023
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v10i2.57090

Abstract

The implementation of government bureaucratic services in various sectors is the external face of the performance of the government in power, it can reflect how leadership practices are implemented. This study was conducted with the aim of uncovering the processes, obstacles, and problems encountered in the implementation of bureaucratic simplification in Salatiga City Government and the role of high-ranking officials in each regional apparatus in its implementation. This research is a qualitative research using phenomenological study. The data used are primary and secondary data. Primary data was collected through interviews with twelve participants consisting of heads of work units (high-ranking officials) and functional officials resulting from the simplification of the bureaucracy in the relevant work units in Salatiga city government, while secondary data was collected through observation, and documentation on Salatiga city government documents during a certain period. The data analysis technique used was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Based on the analysis, it is found that bureaucratic simplification still faces many obstacles, especially in the adaptation and technological knowledge of officials. In addition, the simplification of bureaucracy in Salatiga city government raises concerns about career paths coupled with a decrease in employee performance, the head of the field or leader in Salatiga city government plays an important role in dealing with bureaucratic simplification policies to maintain a conducive atmosphere in the organisation and encourage increased employee competence, but the competency improvement program has not been implemented optimally.