Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerimaan dan Penggunaan Layanan Mobile Banking Perbankan Syariah: Ekstensi Technology Acceptance Model Heni Sukmawati; Joni Joni; Ari Farizal Rasyid; Mega Rachma Kurniaputri
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 7, No 3 (2021): JIEI : Vol. 7, No. 3, 2021
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.863 KB) | DOI: 10.29040/jiei.v7i3.3615

Abstract

This study aims to analyze how the Islamic banking customer accepts mobile banking services and their behavior in using them. This study also aims to test the effect of Technology Acceptance Model (TAM) theory with spiritual motivation on customer intentions. This study uses quantitative methods with primary data obtained through the distribution of online questionnaires to Islamic banking customers who use mobile banking services. The data analysis technique used is Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS). Islamic bank customers who receive and use mobile banking services are influenced by perceptions of convenience, perceived usefulness, attitudes, and intentions such as the Technology Acceptance Model theory. The level of spiritual motivation in this study can affect the intentions of Islamic bank customers as mobile banking users in Indonesia. This research is expected to be useful as additional information is needed to improve services for customers. This study examines Islamic bank customers who use mobile banking services and becomes the latest research after the merger of Islamic banks in Indonesia.
ANALISIS KOMPARATIF SERVICE EXCELLENT ANTARA BPR ARTHA JAYA MANDIRI DENGAN BPRS AL-MADINAH DI TASIKMALAYA Joni Joni
Ekspansi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan, dan Akuntansi Vol 10 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ekspansi.v10i2.1214

Abstract

This study aims to find out service excellent at BPR Artha Jaya Mandiri, service excellent at BPRS Al-Madinah, and the differences. The sample used is the number of customers of BPR Artha Jaya Mandiri 100 people, and 100 customers of BPRS Al-Madinah. The analysis technique uses the t test and 2 independent samples. The results of service excellent research at BPR Artha Jaya Mandiri amounted to 60.88, and service excellent at BPRS Al-Madinah was 60.06. Based on the results of testing the hypothesis it is proven that t count <t table at the 0.05 level of significance, and the results compare the mean between the average service excellent scores at BPR Artha Jaya Mandiri and BPRS Al-Madinah only difference of 0.82. So there is no significant difference between the excellent service of BPR Artha Jaya Mandiri and BPRS Almadinah. Keywords: Service Excellent, BPR, BPR Syariah.
Pengelolaan Feces Sebagai Pencegahan Penularan Covid-19 Andik Setiyono; Joni Joni; Trisna Wijaya; Rinaldi Rizal Putra
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 1 MARET 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.335 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i1.9225

Abstract

Isu kesehatan di tengah pandemi Covid-19 selalu menjadi bagian yang terus diperhatikan, mengingat semua negara dan masyarakat dunia berusaha untuk memutus rantai penyebaran Covd-19 ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, selain membiasakan menggunakan masker dan menjaga jarak, adalah dengan pengelolaan limbah domestik (khususnya feses) yang baik dan tepat. Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya menjadi salah satu kecamatan yang memiliki permasalahan yang sebagian rumah tangganya tidak memiliki pengelolaan feses yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaa kegiatan ini adalah partisipatory rural appraisal (PRA), dengan menggunakan metode pelatihan, brainstorming, dan demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan edukasi mengenai prinsip pengelolaan feses yang baik tepat, sebagai salah stau pendukung pencegahan penularan Covid-19. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah masyarakat memiliki harapan besar dalam peningkatan sanitasi dan akses kebersihan. Salah satu indikatornya adalah didukung dengan kesiapan warga masyarakat untuk tidak membuang limbah feses ke sungai, dan dialihkan ke septic tank komunal.
Optimization of Islamic Financial Schemes for MSMEs Development Agus Ahmad Nasrulloh; Elis Nurhasanah; Heni Sukmawati; Joni Joni
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 8 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v8i2.8252

Abstract

Abstract The growth rate of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the City/District of Tasikmalaya has increased steadily over the past six years at around 6.18% annually. MSMEs face challenges related to capital and business development, and the proposed solution is cooperation with financial institutions. However, MSMEs find it difficult to obtain financing from formal financial institutions due to a lack of collateral and sufficient knowledge about financing schemes suitable for their businesses. As a result, MSMEs have to seek funding from non-formal lenders with ribawi contracts, which contradict Islamic principles and local regulations. This practice is also inconsistent with Local Regulation No. 7 of 2014 of Tasikmalaya City and Governor Regulation No. 1 of 2022 of West Java. The aim of this research is to analyze opportunities, challenges, and strategies for optimizing shariah finance in the MSME sector in Tasikmalaya City/Regency. The type of research carried out was descriptive research with a mixed-method approach (qualitative and quantitative) using the Analytic Network Process (ANP). There were 8 respondents in this research, consisting of academics, practitioners, and regulators of Islamic financial institutions in Tasikmalaya City/Regency. The research results show that there are four problems and four solutions to optimize Islamic financial schemes in developing MSMEs, namely community problems, institutions, access, and regulations. The problems and solutions that must be addressed are primarily in society. Massive Islamic financial education needs to continue to be carried out, supported by access to Islamic financing and also the government's firmness in supporting MSMEs through Islamic financial institutions. Tingkat pertumbuhan UMKM di Kota/Kabupaten Tasikmalaya meningkat stabil selama enam tahun terakhir dengan pertumbuhan 6,18% setiap tahunnya. UMKM mengalami kendala terkait modal dan pengembangan usaha, dan solusi yang diusulkan adalah kerjasama dengan lembaga keuangan. Namun, UMKM kesulitan mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan resmi karena tidak memiliki jaminan dan pengetahuan yang cukup tentang skema pembiayaan yang cocok untuk bisnis mereka. Akibatnya, UMKM harus mencari dana dari pemberi pinjaman non-formal dengan akad ribawi, yang bertentangan dengan prinsip Islam dan regulasi setempat. Praktik ini juga tidak sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2014 dan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peluang, tantangan dan strategi optimalisasi keuangan syariah pada sektor UMKM di Kota/Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Mixed Method (kualitatif dan kuantitatif) dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP). Terdapat 8 orang responden dalam penelitian ini yang terdiri dari praktisi, akademisi, dan regulator lembaga keuangan syariah di Kota/Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat permasalahan dan empat solusi untuk mengoptimalkan skema keuangan syariah dalam mengembangkan UMKM, yaitu permasalahan masyarakat, kelembagaan, akses, regulasi. Permasalahan dan solusi yang harus dibenahi terutama pada masyarakat. Edukasi keuangan syariah secara masif perlu terus dilakukan, didukung dengan akses pembiayaan syariah dan juga ketegasan pemerintah dalam mendukung UMKM melalui lembaga keuangan syariah.