Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Modul Eksperimen Fisika Material Solar Cell Berbasis TPACK Boisandi Boisandi; Anita Anita
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v15i1.402

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perangkat praktikum berbasis TPACK yang dikembangkan. Penelitian mengacu pada desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu: (1) Studi pendahuluan; (2) Perancangan program; (3) Pengembangan program; dan (4) Validasi program. Berdasarkan hasil validasi dan analisis data penelitian, telah dihasilkan modul eksperimen fisika solar cell berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang telah melaui tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Adapun  hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa modul penuntun praktikum memiliki skor validasi 4,01 dengan kriteria baik hingga sangat baik.
Analisis Kualitas Butir Soal Fisika Kelas X Sekolah Menengah Atas Anita Anita; Sulis Tyowati; Zuldafrial Zuldafrial
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v16i1.780

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas butir soal pada bank soal Fisika secara kualitatif dan kuantitatif dan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal berdasarkan taksonomi Bloom pada mata pelajaran Fisika kelas X di SMA Negeri 2 Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan metode penelitian kombinasi, bentuk penelitian concurrent embedded strategy dan menggunakan rancangan penelitian kuadran IV. Hasil penelitian adalah: (1) Secara kualitatif berdasarkan konstruk, segi materi dan bahasa secara keseluruahn telah sesuai; dan (2) Secara kuantitatif berdasarkan proporsi tingkat kesukaran tidak seimbang. Daya pembeda 30% kategori jelek, 37,5% kategori cukup, 20% kategori baik, 12,5% sangat jelek. Efektivitas pengecoh 80% berfungsi, tingkat kevalidan sebesar 65%, reliabilitas sebesar 0,65 dengan kategori sedang sehingga soal dapat dipercaya untuk mengevaluasi siswa, persentase jumlah kemampuan siswa yang mampu mengerjakan soal pada setiap aspek berdasarkan taksonomi Bloom C1 (pengetahuan) 70%, C2 (pemahaman) 42,44%, C3 (penerapan) 35,83%, C4 (analisis) 18,33%, dan tidak terdapat soal C5 dan C6.
DESKRIPSI KESALAHAN MAHASISWA CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA TIPIS Anita Anita; Lia Angraeni; Matsun Matsun
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v3i1.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan soal-soal pembiasan cahaya pada lensa tipis. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak semester genap dan yang menjadi sampel adalah seluruh mahasiswa semester dua, sampel diambil secara Purposive dan sebanyak satu kelas dari tiga kelas yang ada di Program Studi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak semester genap pada mata kuliah Fisika Dasar II pada materi lensa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknikpengukuran berupa tes berbentuk essay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kesalahan yang dialami mahasiswa calon guru yaitu (1) kesalahan dalam memahami konsep esensial; (2) kesalahan dalam memahami hubungan antar konsep; (3) kesalahan menggunakan konsep dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Persentase untuk masing-masing bentuk kesalahan yang ditemukan pada mahasiswa calon guru adalah sebagai berikut: (1) kesalahan dalam memahami konsep esensial sebanyak 67.47 % atau kurang lebih 28 orang dari 42 orang mahasiswa calon guru; (2) kesalahan dalam memahami hubungan antar konsep sebanyak 70.24% atau kuranglebih 30 orang dari 42 orang mahasiswa calon guru; (3) kesalahan dalam menggunakan konsep dalam menyelesaikan permasalahan yang ada 66.67 % atau kurang lebih 38 orang dari 42 orang mahasiswa calon guru.Kata kunci: deskripsi, kesalahan, pembiasan cahaya, lensa tipis
KORELASI KEMAMPUAN MEMORI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI PONTIANAK Anita, Soka Hadiati
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v5i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak korelasi kemampuan memori dengan hasil belajar yang dilihat dari indeks prestasi mahasiswa pendidikan fisika IKIP PGRI Pontianak. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpul data yang digunakan berupa teknik pengukuran dengan alat pengumpul data berupa tes kemampuan memori dan teknik dokumentasi dengan alat pengumpul data berupa dokumen kartu hasil studi mahasiswa. Teknik analisis data digunakan rumus korelasi product moment. Hasil yang diperoleh rhitung rtabel (0.458 0.312), sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif antara kemampuan memori dengan hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci: kemampuan memori, hasil belajar.
The Understanding of Pre-Service Physics Teachers on Electric Circuit Concept Anita Anita; Sy. Lukman Hakim Assagaf; Boisandi Boisandi
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 4 No 2 (2018): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 4 Issue 2, D
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/1.04209

Abstract

The purpose of this research was to find out the descriptive of pre-service physics teachers understanding of the concept of electrical circuits, especially in the characteristic of series circuits and parallel circuits. The method used in this research was a descriptive method. The sample of this research was the fourth-grade students who took Basic Electronics course. The primary data of this research collected from the students’ test consisted of 12 multiple choices. Data analysis concluded that the student’s understanding of the concept of the electric circuit was low, with an average percentage of total indicators of 84.4%.
The Students’ Characters Analysis in Physics Learning Process Anita Anita; Fety Novianty
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 6 No 1 (2020): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 6 Issue 1, J
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.263 KB) | DOI: 10.21009/1.06108

Abstract

The character affects a person’s quality of life. Having a good character is expected to have the ability to improve his/her quality of life. This study aims to describe the characters of students, namely responsibility, curiosity/creativity, honesty, tolerance, perseverance, and discipline. This descriptive research utilizes indirect communication techniques in collecting data. The data collection tools used are in the form of character questionnaires. The student character questioners are developed based on validated character indicators with a value of 81% with decent character. Based on the results of the analysis of the character questionnaires data that was filled out by the students, it was found that the characters of responsibility, creativity, honesty, perseverance, and discipline were classified began to develop, and the character of tolerance was classified as seen. However, in general, the character of students is classified as began to develop.
Isolasi Dye Organik Alam dan Karakterisasinya Sebagai Sensitizer Nurussaniah Nurussaniah; Anita Anita; Boisandi Boisandi
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.386 KB) | DOI: 10.26737/jipf.v3i1.338

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengisolasi dan karakteristik dye organik alam sebagai sensitizer. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan, isolasi dye organik alam, karakterisasi sifat optik, analisis dan menyimpulkan. Isolasi dye organic alam dilakukan untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Penelitian ini menggunakan bahan alam yaitu jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata). Karakterisasi optik dye organik alam dalam penelitian ini dilihat dari spektrum absorbansi yang diukur menggunakan Spektrophotometer Uv-Vis. Spektrum absorbansi dye diukur dalam kuvet optik, pada panjang gelombang 350-800 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi dye organik alam diperoleh melalui metode ekstraksi, yaitu suatu metode untuk memperoleh sari dari bahan-bahan alam. Proses ekstraksi dilakukan dengan melarutkan biji jagung (Zea mays) dan daging buah labu kuning (Cucurbita moschata) dalam pelarut etanol dengan konsentrasi 1:5. Karaktistik optik jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata)  menunjukkan panjang gelombang yaitu berada pada cahaya tampak dengan rentang panjang gelombang 350 – 500 nm.  Dengan demikian  dye  beta-karoten yang berasal dari jagung (Zea mays) dan labu kuning (Cucurbita moschata) dapat dimanfaatkan sebagai sensitizer dalam prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC).
Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif Pada Asisten Praktikum Laboratorium Fisika Soka Hadiati; Anita Anita; Adi Pramuda
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v13i2.263

Abstract

This study aims to develop affective assessment instruments for practical assistants in physics laboratories. The development model used Plomp development model, consisting of five stages, namely: (1) the initial investigation stage; (2) Design; (3) Realization / construction stage; (4) testing, evaluation and revision; (5) implementation. The questionnaire is prepared based on theory and proven by its relevance (content validation) by experts. Collecting data in this study using non-test data collection techniques in the form of affective / attitude questionnaires. The affective score obtained will be analyzed the validity of the instrument construct using the analysis rash model theory with the winsteps program. Reliability using Alpha Cronbach. The attitude instrument was designed with reference to the criteria and indicators based on Rao's theory. Content validity by 7 experts showed that all items had good validity. The inter rater reliability of the questions was 0.8. Empirical validity shows that all items are valid. The instrument has item reliability 0.93 and person reliability 0.39 with good and moderate categories. This shows that the consistency of the answers from the subject is still weak, but the quality of the items in the instrument's reliability aspect is quite good. The instrument that has been developed meets the criteria of validity and reliability.
Pengaruh Penerapan Lembar Kerja Siswa Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Metakognisi Siswa Pada Materi Hukum II Newton Ljianto Ljianto; Anita Anita; Boisandi Boisandi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v13i2.295

Abstract

This study aims to determine; (1) students 'metacognition abilities before being applied to guided inquiry-based student worksheets on Newton's Law II material, (2) students' metacognition abilities after being applied guided inquiry-based student worksheets on Newton's Law II material, and (3) how much influence is the application of guided inquiry based student worksheets on students' metacognitive abilities in Newton's Law II material in class X Mia SMA N 1 Marau. This research is a pre-experimental research design with one group pretest-posttest design research. The population in this study were all students of class X SMA N 1 Marau which consisted of 4 classes. The sample selected using a saturated sample, namely class X Mia as the experimental class. The results of the study were obtained before the treatment of the aspects of students' high metacognition abilities, namely the aspect of strategy setting ability of 81.81% and the aspect of the lowest metacognition ability, namely the aspect of metacognition ability of the debugging strategy by 0%. Meanwhile, the results after being given treatment for the students' high metacognition ability were the aspect of strategic setting ability of 95.23% and the lowest aspect of metacognition ability was the aspect of the metacognition ability of the debugging strategy of 57.77%. The result of the calculation of the effect size is 5.17 or 5.17> 0.8. Thus, the effect of the application of guided inquiry-based worksheets is very influential on students' metacognition abilities.
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM FISIKA LANJUT BAGI GURU MGMP IPA SMP/MTS KABUPATEN BENGKAYANG Anita Anita; Dwi Fajar Saputri; Nurhayati Nurhayati; Wahyudi Wahyudi; Nurussaniah Nurussaniah; Lia Angraeni; Handi Darmawan
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.1031

Abstract

PPM kali ini mengangkat tema pengenalan alat-alat Fisika Lanjut Bagi Guru MGMP IPA/MTs Kabupaten Bengkayang. Hal ini didasarkan pada hasil studi yang menemukan bahwa ada diantara guru IPA SMP/MTs yang belum menguasai dan memahami alat-alat yang terdapat di dalam laboratorium IPA. Sehingga pemanfaatan alat-alat laboratorium IPA tersebut belum maksimal.Metode yang digunakan pada kegiatan PPM kali ini adalah dengan metode kolaboratif partisipatif. Metode ini merupakan penggabungan antara metode demonstrasi dan metode eksperimen.  Dalam kegiatan ini, laboratorium Fisika IKIP PGRI Pontianak rancang menjadi 4 ruangan, yaitu mekanika (air track dan torsi), Fisika Modern, Elektronika digital dan Optika. Peserta yang hadir merupakan guru-guru yang tergabung pada MGMP IPA Kabupaten Bengkayang yang berjumlah 22 orang. Proses evaluasi kegiatan PPM dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta. Hasil angket kepuasan peserta berkaitan dengan penyelenggaran PPM dengan nilai rata-rata 3.39 tergolong baik. Kata Kunci: alat-alat laboratorium, fisika lanjut