Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Nozzle : Journal Mechanical Engineering

PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP WAKTU PENGEBORAN DENGAN MATERIAL ALUMINIUM AL 6063 PADA MESIN BOR DUDUK Amin Nur Akhmadi; Ratih Wulandari
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 10, No 1 (2021): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v10i1.2414

Abstract

Proses drill dimaksudkan sebagai proses pembuatan lubang bulat dengan menggunakan mata bor (twist drill). Mesin bor merupakan mesin yang digunakan untuk membuat lubang pada suatu benda kerja. Pada umumnya mesin bor ini terdiri dari beberapa bagian diantaranya, mata bor, dudukan, tiang, meja, drill feed handle, spindel dan motor penggerak. Pada proses pengeboran mutlak harus memperhatikan bahan yag akan dibor, jenis mata potong, dan kecepatan yang digunakan. Tuntutan penyelesaian pekerjaan dalam dunia konstruksi semakin lama semakin singkat, terutama dalam pembuatan alat bantu untuk mempercepat pembuatan lubang pada baja konstruksi. Ketika tuntutan jumlah pembuatan lubang pada baja konstruksi yang sangat banyak dan harus diselesaikan dalam waktu yang cepat, maka muncul ide bagaimana agar suatu lubang dapat dibuat dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi rpm terhadap waktu pengeboran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan mesin bor tipe Orange Heavy Duty MD – 16, jenis mata bor HSS diameter 10 mm dan benda kerja plat Aluminium Al 6063. Benda kerja yang digunakan adalah golongan Aluminium tempa. Penelitian ini menggunakan variasi rpm pengeboran. Hasil pengujian pada 432 rpm menghasilkan waktu  126 detik, pada 497 rpm menghasilkan waktu 93 detik, pada 1250 rpm menghasilkan waktu 33 detik, pada 1398 rpm menghasilkan waktu 34 detik dan pada 1484 rpm menghasilkan waktu 25 detik.
Uji Kapasitas Pengaduk Adonan Pada Mesin Pembuat Mie Amin Nur Akhmadi; Agus Suprihadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 1 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i1.2250

Abstract

Mie merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang sangat populer dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Proses pembuatan mie menggunakan cara dan alat tradisional memerlukan waktu yang lama. Tujuan perancangan mesin pembuat mie adalah untuk mempermudah produsen mie kelas bawah dalam meningkatkan produktivitas. Melakukan pengujian dengan menggunakan beban 0,5 kg dan 1,0 kg  dengan bahan stainless stell 30 dengan ketebalan 3mm, besi siku, acrylic. Pada saat melakukan pengujian ini alat yang digunakan diantaranya adalah digital Hand Tacho Meter, stopwatch. Pada saat melakukan perancangan pembuatan produk ini, membutuhkan daya motor 0,25 HP, Putaran motor 1488 rpm,    ketebalan 8 mm yang untuk  diujikan agar mendapatkan data yang diinginkan, yaitu pada pengujian kapasitas pengaduk adonan pada mesin pembuat mie.    Untuk mengetahui kinerja pengaduk adonan mie terhadap pencampuran bahan adonan mie yaitu dengan cara membandingkan hasil pengujian terhadap putaran poros pisau pengaduk. Dari hasil pengujian pada mesin pengaduk adonan didapat hasil sebagai berikut, ketika tanpa pembebanan didapat nilai rpm pada poros pengaduk sebesar 278 rpm. Pada pembebanan 0,5 kg didapat nilai rpm sebesar 276,2 dan pada pembebanan 1 kg didapat nilai rpm sebesar 256,0.
Analisis Kekuatan Tali Baja Mini Crane Dengan Penggerak Mesin Sepeda Motor Amin Nur Akhmadi; Wawan Junaidi Usman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 1 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i1.2202

Abstract

Crane (mini crane) merupakan pesawat pengangkat yang digunakan untuk membantu dalam pemindahan bahan / material.  Mini crane membantu sistem pengangkatan karena efektif dan cepat untuk memindahkan bahan bangunan ke tempat lebih tinggi. Tali baja merupakann komponen penting di sebuah crane karena komponen tersebut berhubungan langsung dengan beban, maka perlu dilakukan penelitian tentang  kekuatan tali baja pada mini crane. Uji tarik tali baja di lakukan di Laboratorium Perindustrian Kabupaten Tegal, dengan metode uji benda sesuai dengan SNI 0076 : 2008.  Metode  uji tarik tali baja mengunakan mesin Shimadzu UH 1000 kNI dengan suhu ruangan 24°C.  Kekuatan tali baja sesuai dengan spesifikasi kekuatan mini crane dengan hasil uji tarik pada tali baja sebesar 411,96 kgf sehingga aman digunakan pada mini crane. Untuk tekanan gulungan satuan tali baja pada drum berat beban sebesar 200 kg didapatkan tekanan drum sebesar 1,30 kg, dengan dibantu puli majemuk (puli tetap dan bebas) yang memperingankan beban tegangan tali sehingga menjadi 100 kg dengan tegangan kait tunggal sebesar 70,71 kg.
Analisis Emisi Gas Pembuangan Pada Mesin Diesel Alkon Jenis Starke DWP80 Amin Nur Akhmadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2018): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v7i2.2181

Abstract

Emisi gas buang mesin pompa air merupakan sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin yang di keluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Banyaknya penggunaan mesin pompa air dengan bahan bakar bensin berdampak buruk pada lingkungan yaitu bertambahnya emisi gas buang yang sudah sangat menumpuk. Apabila hal ini di teruskan tentunya akan sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada penelitian ini pompa air sawah dimodifikasi dari bahan bakar Pertalite menjadi bahan bakar LPG dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara. Untuk membuktikan bahwa gas buang bahan bakar LPG lebih baik atau tidak dari gas buang bahan bakar Pertalite maka perlu dilakukan pengujian emisi gas buang. Metode pengujian menggunakan  Exhaust Gas Analizer (EGA), ukur kadar emisi gas buang pada 1.300 rpm, 2.200 rpm, 3.500 rpm meliputi karbon monoksida (CO), Carbon Dioxida (CO2) dan Hydro Carbon (HC). Durasi masing–masing pengujian adalah 60 detik, kemudian di catat berapa kadar emisi dari bahan bakar Pertalite dan juga bahan bakar LPG. Hasil analisis dari pengujian emisi gas buang yang telah dilakukan yaitu emisi gas buang dari bahan bakar LPG ternyata tidak lebih baik jika dibandingkan dengan emisi gas buang dari bahan bakar Pertalite.
Analisa Hasil Pengelasan 2g Dan 3g Dengan Bahan Plat Besi St 40 Ketebalan 10 mm Dan Voltase 20 - 35 Menggunakan Mesin Las Mig Amin Nur Akhmadi; M. Taufik Qurohman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i2.2259

Abstract

Pengelasan secara umum dapat diartikan sebagai suatu ikatan metalurgi pada sambugan logam atau logam paduan yang dilaksanakan pada saat logam dalam keadaan cair. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sepele dan sederhana dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa dalam perancangan konstruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan dipergunakan berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Definisi las berdasarkan DIN (Deutche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam panduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas Adapun jenis-jenis las yaitu seperti las tig, las mig, las listrik dan las karbit. Las mig yaitu merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung ( inert gas ). Dalam pengujian bahan di lakukan uji lengkung pada sambungan las plat besi ST 40, uji tekan adalah suatu alat uji mekanik yang berguna untuk mengukur dan mengetahui kekuatan benda terhadap gaya tekan. Metode pengujian dilakukan di laboratoriumdiketahui bahwa bahan mengalami beban tekanan maksimum 24,21 kgf,kemudian mengalami kuat tarik 62,64 kgf/cm².
Rancang Bangun Mesin Shredder Pencacah Sampah Plastik Berbantu Perangkat Lunak Autodesk Inventor 2015 Amin Nur Akhmadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 2 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i2.2217

Abstract

Mesin pencacah sampah plastik ini merupakan alat untuk membantu para pengepul dalam mencacah sampah plastik untuk mempermudah pembawaannya ke agen yang nantinya akan dijadikan bijih plastik. Dalam pengoperasiannya,  mesin pencacah ini dibantu oleh beberapa komponen penunjang yaitu motor listrik, reducer, box mata pisau, dan rangka. Dan peranan dari komponen penunjang tersebut sangatlah penting, karena itu perlu dilakukan perancangan yang baik dan salah satunya yaitu dari segi kekuatan, dimana rangka mesin menerima beban dari beberapa komponen itu sendiri maupun dari sampah plastik yang akan cacah. Dalam penulisan tugas akhir ini, akan dibahas mengenai perencanaan box mata pisau, dan kapasitas produksi, dalam perancangan ini perlu dilakukan suatu analisis untuk memastikan hasil perancangan dapat digunakan. Bila dahulu proses perancangan dilakukan suatu mesin dilakukan dengan cara “trial and error “ hingga diperoleh hasil yang optimal, maka sekarang ini rancang bangun mesin dilakukan dengan proses komputerisasi dalam hal ini mesin pencacah botol plastik digambar dengan menggunakan software Autodesk Inventor. Dan material rangka mesin yang dipakai adalah baja konstruksi holow.