Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Difusi dan Adopsi Rice Transplanter dalam Usahatani Tanaman Padi (Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Makmur, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga) Dina Rahmawati; Joko Winarno; Widiyanto Widiyanto
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses difusi adopsi inovasi rice transplanter serta pengaruh karakteristik inovasi pada kecepatan proses adopsi di Kelompok Tani Sumber Makmur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi secara purposive di Kelompok Tani Sumber Makmur. Informan dipilih secara purposive dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Validitas data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses difusi rice transplanter terjadi dalam kurun waktu yang cepat dengan diikuti empat elemen yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Inovasi rice transplanter itu sendiri, disalurkan dengan program pelatihan melalui studi banding ke Unit Pengelola Jasa Alsintan pada tahun 2016, dan dilaksanakan dengan diikuti oleh perwakilan kelompok tani. Sementara itu proses adopsi terjadi cukup lambat dengan diawali pada tahap menyadari kemudian dilanjutkan tahap berminat yang ditandai dengan adanya ketertarikan petani untuk mempelajari mesin melalui studi banding. Tahap menilai kemudian menjadi tahap dimana petani mengevaluasi mesin terkait keunggulan dan kelemahan yang kemudian menghantarkan petani pada tahap mencoba untuk mengonfirmasi hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Percobaan menjadi tahap sebelum petani memutuskan akan mengadopsi atau menolak inovasi. Karakteristik rice transplanter yang rumit menjadi alasan sebagian besar petani menolak inovasi. Keunggulan dari segi waktu penanaman yang singkat tidak sebanding dengan persiapan bibit dan kesulitan mobilisasi mesin pada lahan berundak dan sempit milik sebagian besar petani sehingga petani lebih memilih metode tanam manual alih-alih menggunakan rice transplanter.
Sosialisasi dan Layanan Servis Sepeda Motor Gratis di Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta Muhammad Arief Saputro; Joko Winarno; Sukamto; Mochamad Syamsiro; Ardiyan Rhamadhani; Riki Ferdiansyah; Sahat Yansen Parulian Sinamo
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (Januari)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v6i1.6811

Abstract

This community service program is an annual activity organized by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Janabadra University, focusing on the provision of free motorcycle maintenance services accompanied by public education regarding routine vehicle care for residents living in and around Kalurahan Warungboto. The program aims to enhance the safety and reliability of local residents’ daily transportation through preventive maintenance and increased user technical literacy. The implementation methods include: (1) on-site registration of motorcycles at the Kalurahan Warungboto office, (2) initial inspection using a standardized checklist, (3) basic servicing such as oil changes, air filter cleaning, etc, and (4) brief socialization sessions on maintenance schedules, early signs of malfunction, and safe riding behaviors. The free service is carried out by lecturers and Mechanical Engineering students in the yard of the Kalurahan Warungboto office, allowing residents to easily access the service location and obtain direct consultation on the condition of their motorcycles. While participants wait, the team delivers structured educational materials to support independent vehicle care at home. Expected outcomes include improved functional condition of participant vehicles, increased public understanding of preventive maintenance, and strengthened achievement of student learning outcomes in both technical skills and service-oriented soft skills. The program’s implications include strengthened campus–community networks in Kalurahan Warungboto and the potential replication of the service model in other regions with support from local stakeholders. The community service program is an annual activity organized by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Janabadra University, focusing on the provision of free motorcycle maintenance services accompanied by public education regarding routine vehicle care. The program aims to enhance the safety and reliability of local residents’ daily transportation through preventive maintenance and increased user technical literacy.