Tri Esti Budiningsih
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Intuisi

GAMBARAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA JEJARING SOSIAL DI SMA NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 2 UNGARAN Wiryada, Okik Adishya Banu; Martiarini, Nuke; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Jejaring sosial merupakan media komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa kegiatan tatap muka secara langsung atau berkomunikasi menggunakan internet. Penggunaan internet jejaring sosial dapat memberikan efek negatif bagi penggunanya, seperti tindakan kekerasan simbolik yang tidak menimbulkan luka fisik, dilakukan seseorang terhadap orang lain melalui jejaring sosial dengan tujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sampel yang diambil berjumlah 622 siswa dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan angket, yaitu angket cyberbullying. Hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian ini adalah 1) Gambaran cyberbullying pada remaja menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 2) Gambaran cyberbullying di SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 3) Gambaran cyberbullying pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 4) Gambaran cyberbullying pada usia 15 tahun, 16 tahun dan 17 tahun menunjukkan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. Abstract. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. But, there are some users in social networking are deviate and use their account as not as it should be. This study is a quantitative research with quantitative descriptive method. The quantitative descriptive type of research with analysis only at the level of description. Samples taken amounted to 622 students by using purposive sampling technique. Measuring instrument in this research using a questionnaire, the questionnaire about cyberbullying. The results of this study were 1) Overview of cyberbullying among adolescents showed that subjects who are victims have a higher category. 2) A description of cyberbullying in SMAN 1 and SMAN 2 Ungaran Ungaran showed that subjects who are victims have a higher category. 3) A description of cyberbullying on gender men and women showed that subjects who are victims have a higher category. 4) A description of cyberbullying at the age of 15 years old, 16 years old and 17 years old are showed that subjects who are victims have a higher category.
PERBEDAAN ACADEMIC SELF EFFICACY DITINJAU DARI JENIS GOAL ORIENTATION Widyaningsih, Widyaningsih; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Parameter prestasi belajar yang mengutamakan perolehan nilai akademis dan tingginya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diduga akan mempengaruhi siswa untuk memilih cara- cara negatif sebagai manifestasi dari ketidakyakinannya terhadap kemampuannya sendiri. Padahal dalam menghadapi persaingan dan tantangan di dunia pendidikan sangat diperlukan academic self efficacy, khususnya untuk kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan persiapan ke perguruan tinggi. Tinggi rendahnya academic self efficacy sangat erat kaitannya dengan jenis goal orientation yang dimiliki siswa, yaitu mastery goal dan performance goal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan academic self efficacy antara siswa yang memiliki mastery goal dan siswa yang memiliki performance goal pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain komparasional. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan academic self efficacy yang signifikan antara siswa dengan mastery goal dan siswa dengan performance goal di SMA Negeri 1 Godong, dimana tingkat academic self efficacy siswa yang memiliki mastery goal lebih tinggi daripada siswa yang memiliki performance goal dengan koefisien perbedaan sebesar 3,592 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0.01).Abstract. Learning achievement parameter prioritizes the acquisition of academic value and the high value of the minimum criteria (KKM) expected student affect to choose negative ways as manifestation of the uncomfortable student ability. However, to face competition and challenges in the education world needed academic self efficacy, specially for 12 grade students who will face the national examinition and to prepare to college. Low and high level of the academic self efficacy closely associated with the student type of goal orientation. The purpose of this research was to determine the differences of the academic self efficacy between student who have mastery goal and student who have performance goal in 12 grade students of SMAN 1 Godong. The method used in this research was quantitative with comparasional design. Subject of this research was 12 grade students of SMAN 1 Godong. The sampling technique used  was quota sampling. The result of this research showed that there were significant differences academic self efficacy between student with mastery goal and student with performance goal at SMAN 1 Godong, where academic self efficacy student with mastery goal is higher then student with performance goal with coefficient differences 3,592 and significant value p = 0,000 (p < 0,01).
EFEKTIVITAS PELATIHAN PUBLIC SPEAKING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KOMUNIKASI PADA FASILITATOR EXPERIENCE LEARNING (OUTBOUND) PT HUCLE CONSULTING Firmansyah, Imam; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas pelatihan public speaking  terhadap peningkatan pengetahuan komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) PT Hucle Consulting. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah fasilitator experience learning (outbound) yang berjumlah 9 orang. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes pengetahuan dengan one group pretest posttest. Metode analisis data menggunakan teknik uji wilcoxon signed ranks test. Hasil dari penelitian ini adalah pelatihan public speaking yang telah dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) pada PT Hucle Consulting.Kata Kunci: pelatihan; pengetahuan public speaking Abstract. This study aims at the effectiveness of public speaking training to increase knowledge of public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) PT Hucle Consulting. Research carried out this is quasi-experimental research. The sample in this study is the facilitator learning experience (outbound), amounting of 9 people. Methods of data collection using a knowledge test with one group pretest posttest. Methods of data analysis using the Wilcoxon signed ranks test engineering test. The results of this study is the training of public speaking has been done to increase knowledge of effective public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) in PT Hucle Consulting.
GAMBARAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA JEJARING SOSIAL DI SMA NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 2 UNGARAN Wiryada, Okik Adishya Banu; Martiarini, Nuke; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9577

Abstract

Abstrak. Jejaring sosial merupakan media komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa kegiatan tatap muka secara langsung atau berkomunikasi menggunakan internet. Penggunaan internet jejaring sosial dapat memberikan efek negatif bagi penggunanya, seperti tindakan kekerasan simbolik yang tidak menimbulkan luka fisik, dilakukan seseorang terhadap orang lain melalui jejaring sosial dengan tujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sampel yang diambil berjumlah 622 siswa dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan angket, yaitu angket cyberbullying. Hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian ini adalah 1) Gambaran cyberbullying pada remaja menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 2) Gambaran cyberbullying di SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 3) Gambaran cyberbullying pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 4) Gambaran cyberbullying pada usia 15 tahun, 16 tahun dan 17 tahun menunjukkan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. Abstract. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. But, there are some users in social networking are deviate and use their account as not as it should be. This study is a quantitative research with quantitative descriptive method. The quantitative descriptive type of research with analysis only at the level of description. Samples taken amounted to 622 students by using purposive sampling technique. Measuring instrument in this research using a questionnaire, the questionnaire about cyberbullying. The results of this study were 1) Overview of cyberbullying among adolescents showed that subjects who are victims have a higher category. 2) A description of cyberbullying in SMAN 1 and SMAN 2 Ungaran Ungaran showed that subjects who are victims have a higher category. 3) A description of cyberbullying on gender men and women showed that subjects who are victims have a higher category. 4) A description of cyberbullying at the age of 15 years old, 16 years old and 17 years old are showed that subjects who are victims have a higher category.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KOMUNIKASI ANAK DAN ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA SMP N 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2011-2012 Rahmawati, Nurul; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13328

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan belajar siswa dan kualitas komunikasi anak dan orang tua pada siswa SMP Negeri 13 Semarang serta untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa SMP Negeri 13 Semarang. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada hubungan antara kualitas komunikasi anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 72 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Kebiasaan belajar diukur dengan skala kebiasaan belajar yang mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,97l. Skala kebiasaan belajar terdiri dari 66 aitem valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,344 sampai dengan 0,852. Sedangkan kualitas komunikasi antara anak dengan orang tua diukur dengan menggunakan skala kualitas komunikasi antara anak dan orang tua yang mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,964. Skala kualitas komunikasi antara anak dan orang tua terdiri dari 45 item valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,338 sampai dengan 0,771. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment yang dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS I 7.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel kebiasaan belajar siswa tergolong tinggi. Demikian juga variabel kualitas komunikasi antara anak dengan orang tua juga tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa. Korelasi kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar diperoleh koefisien r=0,717 dengan signifikansi atau p=0,000.AbstractThis study aims to determine students’ learning habits and quality of communication of children and parents on the students of SMP Negeri 13 Semarang as well as to determine the relationship between quality of communication between children and parents with the learning habits of students of SMP Negeri 13 Semarang. The hypothesis in this study is no relalionship between quality of communication with children and parents of students learning habits. Quantitative research is a correlational study. Subjects in this study amounted to 72 students. Sampling technique used is proportional stratified random sampling. study habits were measured by the scale of study habits that have a reliability coefficient of 0.97l. The scale consists of 66 study habits aitem valid with validity coefficients range from 0.344 to 0.852. While the quality of communication between children and parents were measured using a scale of quality of communication between children and parents who have a reliability cofficient of 0.964. The scale of the quality of communication between children and parents consisted of 45 aitem valid with validity coefficients range from 0.338 to 0.77 l. Correlation test using the product moment correlation technique is done using SPSS 17.0 for windows. Results showed students’ learning habit variables is high. Similarly, the variable quality of communication between children and parents are also quite high. The rerults showed that there is a relationship between quality of communication between children and parents with students’ learning habits. Correlation of quality of communication between children and parents with learning habits acquired cofficient r = 0.717 with a significance or p = 0.000.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Pohan, Junita Agnes; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13342

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga pada tahun 2012. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, Pengambilan sampel berdasarkan kriteria-kriteria penelitian antara lain pasien yang tidak patuh, berusia dan terdaftar sebagai pasien di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga minimal 2 bulan waktu penelitian diadakan Jumluh sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan mengunakan angket, yaitu angket faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat yang kemudian dianalisis dengan baniuan (SPSS) versi 17.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui dari sepuluh faktor diketahui ada tiga faktor yang paling dominan mempenguruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberculosis di rumah sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga. Ketiga faktor itu antara lain faktor pengetahuam faktor sosio-ekonomi, faktor regimen obat, semua dalam kategori tinggi. Seiain itu ketujuh faktor yang lain dalam kategori rendah. Faktor itu antara lain faktor dukungan sosial, faktor pertimbangan keuntungan dan keefektifan, faktor sikap pertimbangan kerugian walau dan uang, faktor kepribadian, faktor dukungan petugas kesehatan, faktor komunikasi dokter dan pasien menjadi faklor kesepuluh dan menjadi faktor yang paling rendah. Disarankan kepada Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit tuberkulosis dan pengobatan yang harus diikuti pasien. 
AGRESIVITAS REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA KABUPATEN “X” Noviadi, Randy; Budiningsih, Tri Esti; Martiarini, Nuke
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17389

Abstract

Abstrak. Siswa di SMA swasta Kabupaten Demak menunjukkan adanya perilaku agresifmeskipun sekolah-sekolah tersebut telah melakukan upaya untukmenghindarkan siswanya dari perilaku agresif. Ini berarti siswa pada SMAswasta masih memiliki emosi yang kurang stabil dan cenderungmemperlihatkan adanya perilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran agresivitas remaja di Sekolah Menengah Atas SwastaKabupaten Demak. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Swasta Kabupaten Demak.Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling sehinggajumlah sampel yang diambil sebanyak 305 siswa yang berasal dari 9 SMASwasta di Demak. Metode pengumpulan data menggunakan skala agresivitasremaja diadaptasi dari Buss-Perry Aggression Questionnaire Scale (BPAQ).skala agresivitas remaja terdapat 29 aitem dengan 26 aitem yang valid dan 3aitem yang gugur. Reliabilitas skala agresivitas remaja dengan koefisien sebesar0,890. Analisis data menggunakan teknsik statistik deskriptif. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa (1) Agresivitas remaja pada siswa SMA Swasta diDemak secara umum tergolong dalam kategori sedang cenderung ke rendah. (2)Agresivitas remaja pada siswa SMA Swasta di Demak berdasarkan empat aspekpembentuk yaitu physical agression dalam kategori rendah cenderung ke sedangsedangkan aspek verbal agression, anger dan hostility berada dalam kategorisedang cenderung ke rendah. Aspek yang tertinggi dari siswa sebagai bentukagresivitas adalah hostility sedangkan aspek terendah yaitu physical agression.(3) Agresivitas remaja berdasarkan asal sekolah yang memiliki tingkatagresivitas tertinggi adalah SMA Pembangunan Demak dengan kategori sedangdan agresivitas terendah adalah SMA Abdi Negara dengan kategori rendahcenderung ke sedang. Abstract. Students at Demak Public Private High School demonstrate aggressivebehavior even though the schools have made efforts to prevent their studentsfrom aggressive behavior. This means that students in private high school stillhave less stable emotions and tend to show aggressive behavior. The purposeof this study was to find out the description of aggressiveness of adolescents atPrivate High School Demak District. This research type is descriptivequantitative. The population in this study is all high school students PrivateDemak District. The sample technique used is cluster random sampling so thatthe number of samples taken as many as 305 students from 9 private high80schools in Demak. The data collection method using adolescentaggressiveness scale was adapted from Buss-Perry Aggression QuestionnaireScale (BPAQ). Questionnaire aggressiveness scale adolescents there are 29items with 26 valid items and 3 items that fall. Reliability scale aggressivenessadolescents with coefficient of 0.890. Data analysis using descriptivestatistical technique. The results of this study indicate that (1) aggressivenessof adolescents in private high school students in Demak generally fall into lowto moderate category. (2) The aggressiveness of adolescents in private highschool students in Demak is based on four aspects of physical agression in thelow category tend to moderate while the aspect of agression, anger andhostility are in the moderate to low category. The highest aspect of the studentas a form of aggressiveness is hostility while the lowest aspect is physicalagression. Aggressiveness of adolescents based on the origin of schools thathave the highest aggressiveness level is the High School of DemakDevelopment with the medium category and the lowest aggressiveness is thelow to medium moderate high school Abdi Negara. The advice given is thatschools need to provide direction and guidance periodically so that studentscan reduce aggressive behavior. directives through training and guidance inaddition to BK teachers, guidance also needs dilakukkan by parents ofstudents. For the aspect of hostility as the highest aspect of aggressiveness,students need to actively follow religious activities or discussions such asspiritual extracurricular and discussions of Islamic studies in order to formpositive thoughts. The next researcher also needs to add another variable thatis predicted to affect aggression in adolescents.
HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI Rachmawati, Fika; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11613

Abstract

Pola pikir mahasiswa yang positif akan mempengaruhi efikasi diri akademiknya. Apabila mahasiswa mampu berpikir secara positif maka mahasiswa tersebut akan memiliki keyakinan dalam melewati tantangan akademik seperti skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berpikir positif dengan efikasi diri akademik. Penelitiaan ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang angkatan 2008 sampai dengan 2010 yang sudah mendapatkan SK (Surat Keputusan) proposal penelitian. Jumlah sampel yaitu sebanyak 61 mahasiswa. Teknik sampling yang dipakai yaitu Total Sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala berpikir positif dan skala efikasi diri akademik. Skala berpikir positif terdiri dari 43 aitem, mempunyai koefisien validitas aitem antara 0,283 sampai dengan 0,729 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,892. Adapun skala efikasi diri akademik terdiri dari 35 aitem, mempunyai koefisien validitas aitem antara 0,292 sampai dengan 0,774 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,896. Teknik analisis data menggunakan tekhnik Product Moment dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,526 dengan taraf signifikansi p = 0,000 dimana p 0,01, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara berfikir positif dengan efikasi diri akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Semakin tinggi berpikir positif maka semakin tinggi pula efikasi diri akademik dan semakin rendah berpikir positif maka semakin rendah pula efikasi diri akademiknya.AbstractPositive mindset will affect student’s academic self-efficacy. If the student is able to think in a positive way the student will have the confidence to pass the academic challenges such as final project.This study aimed to determine the relationship between thinking positively with academic self-efficacy. This study is a quantitative correlation. The population was students from the Department of Psychology, Semarang State University from 2008 to 2010 were already getting Proposal Research decree. The number of samples is amount 61 students.Technique sampling which is used is total sampling. The data were taken using a scale of positive thinking and academic self-efficacy scale. The scale of positive thinking is consists of 43items.This scale has a validity coefficient between 0.283 to 0.729 and the reliability coefficientis 0,892. There are 35 items of academic self-efficacy scale.This self-efficacy scale hascoefficient validitybetween 0.292 to 0.774 and reliability coefficient is 0.896. The method of analysis using Product Moment by the results of the correlation coefficient is 0.526 with a significance level of p = 0.000 where p <0.01, the result shows that ”there is a positive relationship between positive thinking with academic self-efficacy in students whom preparing final project”. The higher the positive thinking, the higher academic self-efficacy and lower positive thinking will get lower academic self-efficacy. Positive thinking and academic self-efficacy in students fromPsychology Departmentare on high category.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE MENGAJAR GURU MATEMATIKA DENGAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 03 KERYATASA BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Widoretno, Inung; Budiningsih, Tri Esti; Prihastuti, Rahmawati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11612

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui hubungan antara persepsi dengan minat siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 53 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Persepsi siswa diukur dengan skala persepsi siswa. Skala minat siswa mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,881. Skala persepsi siswa terdiri dari 28 item yang valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,301 sampai dengan 0,706. Sedangkan minat siswa diukur dengan skala minat. Skala minat  mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,858. Skala minat terdiri dari 25 item yang valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,395 sampai dengan 0,634. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi siswa tergolong dalam kriteria tinggi. Demikian juga dengan variabel minat tergolong dalam kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi dengan minat siswa. Korelasi antara persepsi dengan minat   siswa diperoleh koefisien r = 0,768 dengan signifikansi atau p = 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi  dengan minat siswa pada kelas V SD Negeri 03 Kertayasa Banjarnegara. Kata kunci: persepsi, minat siswa.  Abstract. This research to investigate and determine the relationship between perception and interests of students. This study is a quantitative correlation. Subjects in this study is 53 students. The sampling technique used is total sampling. Measured by students 'perceptions of students' perception scale. The scale of interest students have reliability coefficient of 0.881. The scale consists of 28 students' perceptions of valid items with validity coefficients range from 0.301 to 0.706. While student interest measured by the scale of interest. The scale has a reliability coefficient of interest of 0.858. The scale consists of 25 items of interest are valid with validity coefficients range from 0.395 to 0.634. Test correlation product moment correlation technique. The results showed variable perceptions of students belonging to the high criteria. Likewise, the variable interest belonging to the high criteria. The results showed that there is a positive relationship between the perception of the student's interest. The correlation between students' perceptions of the interest earned coefficient r = 0.768 with significance or p = 0.000 . It shows that there is a significant positive relationship between students' perceptions of the interest on the class V SD Negeri 03 Kertayasa Banjarnegara. Keywords : perception , interests of students
PERBEDAAN ACADEMIC SELF EFFICACY DITINJAU DARI JENIS GOAL ORIENTATION Widyaningsih, Widyaningsih; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i2.8626

Abstract

Abstrak. Parameter prestasi belajar yang mengutamakan perolehan nilai akademis dan tingginya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diduga akan mempengaruhi siswa untuk memilih cara- cara negatif sebagai manifestasi dari ketidakyakinannya terhadap kemampuannya sendiri. Padahal dalam menghadapi persaingan dan tantangan di dunia pendidikan sangat diperlukan academic self efficacy, khususnya untuk kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan persiapan ke perguruan tinggi. Tinggi rendahnya academic self efficacy sangat erat kaitannya dengan jenis goal orientation yang dimiliki siswa, yaitu mastery goal dan performance goal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan academic self efficacy antara siswa yang memiliki mastery goal dan siswa yang memiliki performance goal pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain komparasional. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan academic self efficacy yang signifikan antara siswa dengan mastery goal dan siswa dengan performance goal di SMA Negeri 1 Godong, dimana tingkat academic self efficacy siswa yang memiliki mastery goal lebih tinggi daripada siswa yang memiliki performance goal dengan koefisien perbedaan sebesar 3,592 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0.01).Abstract. Learning achievement parameter prioritizes the acquisition of academic value and the high value of the minimum criteria (KKM) expected student affect to choose negative ways as manifestation of the uncomfortable student ability. However, to face competition and challenges in the education world needed academic self efficacy, specially for 12 grade students who will face the national examinition and to prepare to college. Low and high level of the academic self efficacy closely associated with the student type of goal orientation. The purpose of this research was to determine the differences of the academic self efficacy between student who have mastery goal and student who have performance goal in 12 grade students of SMAN 1 Godong. The method used in this research was quantitative with comparasional design. Subject of this research was 12 grade students of SMAN 1 Godong. The sampling technique used  was quota sampling. The result of this research showed that there were significant differences academic self efficacy between student with mastery goal and student with performance goal at SMAN 1 Godong, where academic self efficacy student with mastery goal is higher then student with performance goal with coefficient differences 3,592 and significant value p = 0,000 (p < 0,01).