Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi wisata unggulan berupa Waduk Tanjungan yang menjadi sumber penghidupan bagi pelaku UMKM di sektor kuliner, jasa wisata, dan produk kreatif. Namun, pada periode 2019–2024 terjadi penurunan kunjungan wisatawan sebesar 52% yang berdampak pada penurunan omzet UMKM hingga 40%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya inovasi produk wisata dan minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengembangkan produk wisata berbasis digital melalui pendekatan Design Thinking. Kegiatan dilaksanakan selama Oktober 2025–Januari 2026 dengan melibatkan 15 pelaku UMKM yang mengikuti program secara konsisten. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action yang dipadukan dengan tahapan Design Thinking meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta, dengan peningkatan pengetahuan pemasaran digital sebesar 75,3% dan keterampilan pembuatan konten promosi sebesar 79,1%. Program ini menghasilkan lima prototipe produk wisata, yaitu Paket Mancing Keluarga, Wisata Kuliner Apung, Camping Ceria Waduk, Tur Edukasi Budidaya Ikan, dan Pre-Wedding Spot Digital. Selain itu, terbentuk Tim Digital Waduk Tanjungan yang mengelola promosi wisata secara berkelanjutan. Program ini terbukti efektif dalam mendorong inovasi produk wisata dan penguatan pemasaran digital berbasis masyarakat