Teguh Wijaya Mulya
Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIALEKTIKA LEADER-FOLLOWER YANG MEMECAHKAN KONSTRUK SOSIAL LEADERSHIP : Sebuah Pendekatan Otobiografi Samuel Dimas Suryono; Artiawati Mawardi; Teguh Wijaya Mulya
CALYPTRA Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is widely researched phenomenon, yet least understandable. This phenomenon can’t be easily understand because most of leadership theory in the early research focuses on small portion of the whole leadership process itself. Seeing leader as sole constructor of leadership and ignoring follower in the process, is contributing wrong assumptions of leadership process. Therefore, through the analysis of leader-follower dialects that seen from social constructivism paradigm, I hope to remodel the social assumptions generated from early research. Through comparation of etymological analysis with early leadership research review, researcher will establish the boundaries between leadership and followership. This boundaries will be used to shape leader-follower dialects construct which then used further to analyze the dyadic level relations perceived by subjects. From this level analysis obtained that leader-follower dialects whil affect the quality of relations between leader and follower, thus affecting the whole efectivity of entire organization, therefore arguing that leader is not the most important factor in organization.
GRACE and GRATITUDE : KEBERSYUKURAN SEORANG AYAH YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME Eirene Emaretta Chahyadi; Teguh Wijaya Mulya; Mary Philia Elisabeth
CALYPTRA Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah kajian life-history seorang pria yang berusaha menerima dan menjalani perannya sebagai seorang ayah dari anaknya yang memiliki Down syndrome untuk memahami lika-liku yang dialami dan dirasakannya. Data yang diambil pada penelitian ini bersumber dari wawancara baik secara formal maupun informal, dan observasi terhadap seorang ayah dengan anak pertamanya memiliki Down syndrome, beserta dengan orang-orang terdekat mereka. Agar dapat menjelaskan pengalaman subyek, penulis menggunakan paradigma interpretif dalam penelitian ini. Teori-teori yang digunakan untuk membantu menguraikan proses yang dialami Surya adalah teori mengenai fatherhood, coping strategy, gratitude,danreligiusitas. Teori-teori tentang Down syndrome juga turut dipaparkan agar kita dapat memiliki gambaran secara garis besar mengenai Down syndrome. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan bahwa menjadi seorang ayah dari anak Down syndrome bukanlah merupakan hal yang mudah pada awalnya dan dibutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Banyak proses yang Surya lalui untuk dapat menerima kenyataan ini. Surya memilih untuk terus bersyukur sebagai caranya menerima keadaan Grace serta menjalani perannya sebagai ayahnya. Dengan bersyukur, Surya dapat memahami bahwa Grace merupakan anugerah spesial yang Tuhan percayakan padanya.
SEKSUALITAS, TUBUH DAN KENDALI PEREMPUAN Finisia Angelina Tantular; Endah Triwijati; Teguh Wijaya Mulya
CALYPTRA Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to understand how Anjani formed into a woman who has a differe nt perspective to women in general and able to make decisions related to the body and sexuality are very different from the dominant discourse. This descriptive qu alitative research method Intrinsic Case Studies with Postrukturalis Feminist Perspective. The process of data collection is done by using in-depth interviews. The analysis is thematic analysis. The results of this study indicate that the experience Anjani with her father formed her mind so to live a relationship with men tend to be in control and experience formed through discourses obtained through the books with the theme of women who are often her read and the experiences of her friends helped shape her thinking so that her will be woman who are resistant patriarchal culture that had been shackled women.
PEREMPUAN DAN BUKU : SEBUAH PEMBEBASAN Galuh Prakasyta; Teguh Wijaya Mulya; Khanis Suvianita
CALYPTRA Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Patriarki di Indonesia sudah menjadi sebuah hal yang umum dan tampak biasa saja. Perempuan selalu melihat diri mereka satu tingkat dibawah kemampuan laki-laki, padahal hal yang membedakan laki-laki dan perempuan hanyalah sebatas organ tubuh. Jika ada perempuan yang sadar akan hal tersebut, jarang bagi mereka untuk memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dan memilih untuk tetap berada dalam belenggu patriarki. Diperlukan sebuah wacana untuk menggugah pemikiran perempuan supaya melihat lebih luas bahwa sebuah patriarki adalah sistem yang normatif bagi negara, budaya dan agama, namun setiap perempuan sebenarnya memiliki pilihan atas kebebasan dirinya. Hasil dari penelitian ini adalah aku sebagai perempuan yang hidup dalam keluarga patriarki memiliki pandangan yang berbeda mengenai perempuan. Proses rekonstruksi diri yang aku jalani, menghasilkan sebuah pandangan bahwa perempuan dapat memegang kendali atas dirinya dan tidak ditentukan oleh budaya normatif. Hal tersebut juga di pengaruhi oleh buku bacaan yang selama ini aku baca. Dari buku yang aku baca, aku meyakini hal yang berbanding terbalik dengan idealisasi budaya, dalam realita sekitarku banyak perempuan yang sebenarnya tidak sepenuhnya mengikuti sesuai dengan idealisasi budaya. Maka dari itu, aku memiliki pandangan untuk menghancurkan idealisasi perempuan lalu memilih untuk memahami tubuhku, pemikiranku dan kebebasan diriku sebagai perempuan.