Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DIALOG KRITIS TRILOGI VITRUVIUS Vs. DWILOGI MANGUNWIJAYA Burhany, Nur Rahmanina
MEKTEK Vol 12, No 1 (2010)
Publisher : MEKTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.298 KB)

Abstract

The oldest architecture book is supposed to be the basic of West architecture theory, it is The Ten Books onArchitecture written by Marcus Polio Vitruvius was the result of his interpretation to the West architecture.It might be one of the factors supporting Mangunwijaya to make theory through his two books: FisikaBangunan and Wastu Citra, revealing the Guna and Citra as forming substances of architecture withorientation cover East and West. This critical dialog would enrich The Guna and Citra because it enlargedscope and clarified and confirmed the scope to the trilogy of Vitruvius
Model Penataan Lingkungan Dusun Vatutela Dengan Pendekatan Iklim Dan Morfologi Lahan Andi Jiba Rifai Bassaleng; Iwan Setiawan Basri; Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.152

Abstract

Dusun Vatutela merupakan permukiman masyarakat asli suku Kaili yang berada di kota Palu, terletak diperbukitan kelurahan Tondo. Topografi Dusun Vatutela berupa daerah lerengan dan hanya memiliki satu jalan yang menjadi akses utama kedalam dusun tersebut. Karakteristik lingkungan tempat bermukim yang khas menuntut pertimbangan disain yang khusus agar tercipta harmonisasi antara hunian dengan lingkungannya dan memenuhi aspek kenyamanan dan kesehatan. Hunian di permukiman ini umumnya dibangun secara mandiri oleh penghuninya sendiri, sehingga dibangun seadanya sesuai dengan kemampuan mereka dan tanpa pertimbangan kesehatan maupun kaidah-kaidah perancangan arsitektur bangunan. Hal tersebut mengakibatkan hunian mereka umumnya memiliki tingkat kesehatan yang rendah dan tidak harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan solusi yang tepat untuk mengelolah lingkungan permukiman dan menemukan model desain rumah sehat sederhana yang mengunakan konsep harmonisasi dengan karakter lingkungan dan iklim mikro untuk masyarakat kurang mampu di dusun Vatutela dan mempertimbangkan kearifan lingkungan serta merencanakan rumah yang memenuhi standart rumah sehat dari standart penghawaan, dalam hal ini adalah studi efek penghawaan bagi kesehatan fisik dan kenyamanan visual. Diharapkan hasil penelitian ini mampu memberi pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat Vatutela agar membangunan hunian, mereka dapat mempertimbangkan standart desain. Menurut standard baku peraturan bangunan Indonesia, luas bukaan sebaiknya dapat mendistribusi udara segar kedalam bangunan sekitar 1 – 5 ACH, hal tersebut ditetapkan mempertimbangkan aspek kesehatan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan untuk merekam temperatur, kelembabah udara, curah hujan, kecepatan dan arah angin pada lokasi penelitian. Hasil Studi lapangan memperlihatkan bahwa hasil yang cukup potensial untuk dilakukan modifikasi penataan lingkungan yang dapat menawarkan sebuah desain lingkungan permukiman yang harmonis dengan iklim dan morfologi lahan serta konsep kawasan yang nyaman sehat dan asri.
Thermal Performance of Vernacular Stilt House in Palu City Jiba Rifai Bassaleng, Andi; Fitriaty, Puteri; Rahmanina Burhany, Nur; Zubaidi, Fuad; Arifin, Rosmiaty
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 2 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i2.180

Abstract

The stilt house is one of vernacular architecture features in Indonesia. Several stilt vernacular houses persist until 70 to 100 years old in Palu City. Stilt house forms were proved to be adaptive to tropical climates. This research provides evidence of a thermally comfortable interior created by the vernacular stilt house of Palu City. The research was carried out in two stages: field measurement and thermal comfort value analysis, based on SNI 03-6572-2001 standards. Purposive sampling was used to determine the research sample for vernacular stilt houses. The selected stilt house is located on Anoa street No 57, North Tatura Ward, Palu City. Field measurement was performed to record the indoor and outdoor thermal condition of the sample house employing Hobo Onset U12-012 RH-Light data logger and Hobo H-22 microclimate station. The results show that the outdoor air temperature peak is 36.8°C with 45% humidity. Meanwhile, the indoor peak temperature on the 1st floor reached 32°C with 51% humidity. On the 2nd floor, there are five rooms with peak temperatures ranging from 29.5°C to 34.6°C with 53% to 64% humidity, indicating that each room has a different temperature performance. This condition is due to several parameters, such as ceiling height, roof shape, opening size, room layout, and room orientation. The result also showed that the indoor air temperature tends to be lower than the outdoor air temperature. Hence, it is indicated that the design strategies of the sample building are adaptive to the tropical warm and humid conditions of Palu.
Pergeseran Konsep Berarsitektur Walter Gropius Burhany, Nur Rahmanina
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.101

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai pengaruh professional environment terhadap arsitek dan konsepnya, sebagai objek pengkajian adalah Walter Gropius, seorang arsitek yang dikenal mengalami beberapa kali pergeseran konsep dalam berarsitektur yang terjadi tidak dalam waktu yang lama. Pergeseran konsep berarsitektur Grapius dikaji untuk memperoleh gambaran penyebab terjadinya pergeseran tersebut dan adakah kemungkinan hal tersebut terjadi karena pengaruh unsur‐unsur di dalam professional environment.
Penerapan Iptek Bagi Masyarakat Dusun Salena Dalam Pemanfaatan Bahan Kayu Kelapa Sebagai Bahan Konstruksi dan Penutup Bangunan Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.132

Abstract

Dusun Salena hanya berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Palu, merupakan lingkungan permukiman tradisional dengan potensi pohon kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan konstruksi rumah tinggal. Keberadaan kayu kelapa untuk bahan bangunan dapat dimanfaatkan sebagai konstruksi dan penutup bangunan pada unit-unit rumah tinggal masyarakat Salena. Melalui identifikasi awal terhadap kondisi kelompok masyarakat Salena sebagai mitra dalam program penerapan Ipteks, maka permasalahan yang dapat dikemukakan yaitu bagaimana memberikan pengetahuan pada masyarakat dalam memanfaatkan potensi kayu kelapa untuk pengembangan rumah tinggalnya, serta bagaimana teknik mengerjakan dan memasang komponen struktur dan konstruksi rumah tinggal dari bahan kayu kelapa. Tujuan utama pelaksanaan program adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat Salena dalam pembuatan konstruksi dan penutup bangunan rumah tinggal dari bahan kayu kelapa dan dipadukan dengan bahan bambu dan atap ‘daun rumbia’ yang sekaligus mampu memberikan kenyamanan ruang bagi penghuni. Adapun hasil pelaksanaan program penerapan Ipteks bagi Masyarakat Salena yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pendampingan, dan pembuatan system konstruksi ‘teras’ sebagai bangunan tambahan yang sangat dibutuhkan telah memunculkan kreasi dan inovasi masyarakat untuk menggunakan bahan kayu kelapa sebagai bahan lokal yang murah dan mudah dijangkau. Mereka juga menyadari bahwa dengan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan bahan-bahan lokal maka secara ekonomi ‘kondisi ketidak-berdayaan’ masyarakat dapat tertanggulangi.
Telaah Guna Dan Citra Terhadap Banua Di Mamasa Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v4i1 Maret.144

Abstract

Mangunwijaya mengungkapkan Guna dan Citra sebagai substansi pembentuk arsitektur melalui dua bukunya; Fisika Bangunan dan Wastu Citra. Substansi pembentuk arsitektur yang di ungkapkan tersebut menarik untuk ditelaah dengan melakukan interpretasi Guna dan Citra pada arsitektur Banua Mamasa . Kajian diawali dengan telaah pustaka mengenai Guna dan Citra dari kedua buku Mangunwijaya dengan mengeksplorasi butir-butir penting dari apa yang dinyatakan oleh Mangunwijaya. Kemudian dari hasil telaah pustaka tersebut ditentukan aspek-aspek yang akan ditinjau untuk menelaah Guna dan Citra terhadap obyek kasus (Banua di Mamasa). Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana Guna dan Citra dapat menjelaskan fenomena wujud Banua di Mamasa, sebagai salah satu dari kekayaan arsitektur Timur yang dikenal erat hubungannya dengan kebudayaan dan merupakan cerminan nilai-nilai sosial budaya dari sebuah proses kebudayaan.