Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Memberdayakan Masyarakat Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Sindangsari Cecep Hidayat; Dian Budhi Santoso
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 14 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8173358

Abstract

The Integrative Thematic Real Work Lecture (KKN) at Singaperbangsa Karawang University with the title Optimizing Community Empowerment in Development to Improve the Economy of Sindangsari Village, Kutawaluya District, Karawang Regency, consisting of 23 students with various study programs. The Integrative Thematic Community Service Team carries out various work programs offline with due observance of health protocols during the period August – September 2022. As a concrete form of the university's contribution to society, industry, local government and community groups who want to be economically and socially independent, the Integrative Thematic Community Service team is actively observing and extracting data to find out existing problems, find solutions and create increased community empowerment.
Sains dan Sastra Pada Zaman Dinasti Abbasiyah Cecep Hidayat; Taufik Hidayat; Sandi Yoga Permana
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 4 No. 3 (2024): Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v4i3.24489

Abstract

The Abbasid Dynasty (750-1258 CE) stands as one of the most illustrious periods in Islamic history, marked by significant advancements in science and literature. These achievements were driven by several factors, including political stability, economic prosperity, and government policies that promoted research and education. During this era, Baghdad, the capital of the caliphate, emerged as the intellectual hub of the world, attracting scholars, philosophers, and writers from diverse backgrounds.Science during the Abbasid Dynasty encompassed various disciplines such as mathematics, astronomy, medicine, chemistry, and physics. Muslim scholars not only translated classical works from Greek, Persian, and Indian sources into Arabic but also conducted original research and made substantial innovations. Figures like Al-Khwarizmi, known as the father of algebra, and Al-Razi, a pioneer in medicine, symbolize the scientific achievements of this period.In the realm of literature, the Abbasid era also witnessed remarkable growth. Poetry, prose, and other literary works flourished, with contributions from notable writers such as Al-Jahiz and Al-Mutanabbi. These literary works not only reflect the cultural and intellectual richness of the time but also provide insights into the social and political life under the Abbasid caliphate.Several factors contributed to these advancements, including the presence of large libraries such as the House of Wisdom (Bayt al-Hikma), which served as centers for translation and research, and the patronage of caliphs who supported the development of science and the arts. The synergy between political stability, economic support, and visionary government policies created an environment conducive to the progress of science and literature.Thus, the Abbasid Dynasty not only represents a significant milestone in Islamic history but also greatly contributed to the advancement of human civilization through its achievements in science and literature.
Dampak Pergeseran Strategi Populisme Recep Tayyip Erdoğan bagi Kemenangan Pemilu Presiden Turkiye 2023 Ibrahim, Cagar Fadli; Cecep Hidayat
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 14 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v14i2.20787

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai populisme sebagai strategi politik yang menjadi ciri khas pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan di Turkiye. Melalui strategi populisme, Erdoğan berhasil mempertahankan kekuasaannya sejak 2002 hingga saat ini. Namun, sepanjang perjalanannya, strategi populisme yang digunakannya mengalami pergeseran, terutama dalam membangun narasi tentang ‘ancaman’ yang dihadapi oleh Turkiye. Pergeseran ini terlihat dari perubahan fokus ‘musuh bersama’ yang awalnya bertumpu pada perlawanan terhadap elite sekuler menjadi retorika anti-Barat dan dewesternisasi. Selain itu, populisme yang diterapkan Erdoğan juga dikritik karena dianggap berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di Turkiye, dengan semakin kuatnya kontrol negara atas media, oposisi politik, dan kebijakan domestik. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi dominasi elektoralnya dalam Pemilu Presiden 2023, di mana Erdoğan kembali memenangkan kursi kepresidenan untuk ketiga kalinya. Fenomena ini menjadi menarik untuk dikaji guna memahami bagaimana pergeseran strategi populisme Erdoğan dapat berkontribusi terhadap keberhasilannya dalam mempertahankan kekuasaan. Untuk menganalisis fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif, yang berfokus pada pengumpulan data melalui in-depth interview serta analisis sekunder dari jurnal akademik, laporan kebijakan, dan media berita.
Video Gim Sebagai Alat Propaganda: Gamifikasi dan Representasi Militer Amerika Serikat Dalam Call Of Duty Modern Warfare (2019) Iqbal Syukri, Muhammad; Cecep Hidayat
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 14 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v14i2.20794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana video gim Call of Duty: Modern Warfare (2019) merepresentasikan propaganda dan melegitimasi agresi militer Amerika Serikat. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang membahas serial ini secara umum, studi ini secara khusus menganalisis empat misi dalam gim tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap gameplay serta kajian literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gim ini menyisipkan mitos ideologis melalui narasi, visual, dan elemen gameplay yang menampilkan kekerasan militer Amerika sebagai tindakan moral, rasional, dan dibenarkan. Empat misi yang dianalisis: Hometown, Fog of War, Piccadilly, dan The Embassy. Membentuk narasi yang menempatkan Amerika dan sekutunya sebagai aktor heroik yang sah dalam menghadapi musuh yang digambarkan mutlak seagai aktor jahat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Call of Duty: Modern Warfare (2019) bukan hanya sekadar hiburan interaktif, melainkan juga medium propaganda yang membingkai kekerasan militer sebagai bentuk perlindungan terhadap tatanan global.