Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DESKRIPSI KREATIVITAS MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED Sitti Busyrah Muchsin; Zam Immawan Alam; Ahmad Budi Sutrisno; Widya Salsabillah; Herman Alimuddin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v5i1.866

Abstract

This research is qualitative descriptive research, which aims to describe: (1) student creativity in product aspects, (2) student creativity in process aspects, (3) student creativity in affective aspects. The data collection techniques in this study are, the provision of mathematical problem-solving tasks (TPM), and task-based interviews in a blended (online and offline). Furthermore, the data will be analyzed qualitatively which includes: (1) the triangulation of data aimed at obtaining valid data. Triangulation used is triangulation method, which is comparing data through interviews with the results of student work, (2) doing reduction, abstraction, exposing data, (3) interpreting data, (4) concluding. The results showed that one subject from a high level based on GPA was able to show all indicators of creative thinking ability well, namely fluency, flexibility, novelty and elaboration in solving problems and can be classified into level 3 (Creative). One other subject from a high level based on GPA was able to show 2 indicators of creative thinking ability, namely fluency and elaboration in solving problems so that they can be classified into level 2 (Quite creative). While two subjects from the moderate level and two subjects from a low level based on GPA are only able to show one indicator of creative thinking ability, namely the elaboration indicator so that it can be classified into level 2 (Quite Creative).
DESKRIPSI KREATIVITAS MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED Sitti Busyrah Muchsin; Zam Immawan Alam; Ahmad Budi Sutrisno; Widya Salsabillah; Herman Alimuddin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v5i1.866

Abstract

This research is qualitative descriptive research, which aims to describe: (1) student creativity in product aspects, (2) student creativity in process aspects, (3) student creativity in affective aspects. The data collection techniques in this study are, the provision of mathematical problem-solving tasks (TPM), and task-based interviews in a blended (online and offline). Furthermore, the data will be analyzed qualitatively which includes: (1) the triangulation of data aimed at obtaining valid data. Triangulation used is triangulation method, which is comparing data through interviews with the results of student work, (2) doing reduction, abstraction, exposing data, (3) interpreting data, (4) concluding. The results showed that one subject from a high level based on GPA was able to show all indicators of creative thinking ability well, namely fluency, flexibility, novelty and elaboration in solving problems and can be classified into level 3 (Creative). One other subject from a high level based on GPA was able to show 2 indicators of creative thinking ability, namely fluency and elaboration in solving problems so that they can be classified into level 2 (Quite creative). While two subjects from the moderate level and two subjects from a low level based on GPA are only able to show one indicator of creative thinking ability, namely the elaboration indicator so that it can be classified into level 2 (Quite Creative).
PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS Herman Alimuddin; Andi Trisnowali
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan spasial dalam menyelesaikan masalah geometri siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes kecerdasan logis matematis, tes linguistik, TKSMG dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kecerdasan logis matematis pada beberapa calon subjek untuk memperoleh subjek penelitian sebanyak 4 subjek terdiri dari 2 subjek laki-laki dan 2 subjek perempuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyelesaikan masalah geometri: (1) terkait kerangka acuan, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran logisnya secara bersama-sama (2) terkait konservasi jarak, subjek laki-laki dan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran analitiknya serta kemampuan menarik suatu kesimpulan, (3) terkait representasi spasial, subjek laki-laki dan subjek perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan kecerdasan logis matematisnya, (4) terkait rotasi mental, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya, (5) terkait hubungan proyektif, subjek laki-laki dan perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan penalaran logisnya, (6) kemampuan spasial subjek laki-laki dan subjek perempuan yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi berada pada level tinggi.
PENGARUH KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SATAP BUNGORO Herman Alimuddin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v1i1.182

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen yang bersifat korelasi dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keaktifan belajar siswa akibat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro tahun ajaran 2017-2018 yang berjumlah 27 siswa, dengan mengambil sampel dengan menggunakan teknik “simple jenuh”. Pegumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes tertulis. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial Keaktifan siswa pada saat pembelajaran termasuk kategori aktif dengan persentase 55,55% dan  skor rata-rata 75,26, Hasil belajar matematika siswa termasuk kategori sangat baik dengan persentase 51,82% dan skor rata-rata 80,56. Uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung  > Ftabel ( 6,965 > 4,24 ), yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) terjadi peningkatan hasil belajar pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro.
PKM Masker Organik Bucin Andi Yunarni Yusri; Vivi Rosida; Herman Alimuddin
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i1.1814

Abstract

Tujuan pengabdian adalah berupa  pemberdayaan ibu-ibu PKK yang berbasis industri kreatif yakni menciptakan home industri atau usaha rumahan dengan memanfaatkan potensi alam. Potensi lokal berupa beras ketan, ubi ungu,kunyit, gandum, madu dan aneka rempah lainnya diolah menjadi produk yang bernilai jual yakni “Masker Organik Bucin”.  Metode yang digunakan adalah 1) Identifikasi Masalah 2) Analisis Kebutuhan, 3) Penyusunan Program 4) Pelaksanaan Program, 5) Monitoring dan Evaluasi. Hasil kegiatan: Pemberdayaan ibu-ibu PKK yang berbasis industri kreatif telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
Pemecahan Masalah Numerasi Siswa Pemecahan Masalah Numerasi Siswa di daerah 3T dalam Rangka Penyelenggaraan Pendidikan inklusif di SD : Pemecahan Masalah Numerasi Siswa di daerah 3T dalam Rangka Penyelenggaraan Pendidikan inklusif di SD Herman Alimuddin; Andi Yunarni Yusri; Ruri Muhammad PD; Muh. Rahmat
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.9957

Abstract

This study aims to provide an in-depth overview of the numeracy problem-solving skills of elementary school students in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions, particularly in Pangkep Regency, within the framework of inclusive education. The selection of research subjects was based on the results of the Minimum Competency Assessment (AKM), focusing on numeracy, which includes mastery of basic mathematical concepts and their application in real-life situations. Data collection was carried out through numeracy tests and in-depth interviews. The findings reveal that all respondents, both from grade IV and grade V, were categorized as having low numeracy skills. In the number pattern question, only 16% of grade IV students and 35% of grade V students answered correctly. For the number name question, the achievement rate was 58% for grade IV and 25% for grade V. Meanwhile, in the data analysis question, none of the grade IV students answered correctly, and only 30% of grade V students provided the correct answer. These results indicate that students’ numeracy literacy is low, particularly in reading, understanding, and analyzing information. Contributing factors include the lack of practice with context-based problems, limited learning facilities, the continued use of conventional teaching methods, and the socio-economic background of families. Based on these conditions, there is a need for numeracy learning interventions that are contextual, problem-based, and supported by teacher training to improve the numeracy skills of students in 3T areas. The novelty of this research lies in its specific combination of three aspects: problem-solving, numeracy skills, and inclusive education, particularly in 3T regions.
Teacher Empowerment Through Digital Literacy: Canva Training as Interactive Educational Media: Pemberdayaan Guru Melalui Literasi Digital: Pelatihan Canva Sebagai Media Edukatif Interaktif Ruri Muhammad PD; Firdha Razak; Rustinah; A Zam Immawan Alam; Herman Alimuddin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4619

Abstract

In today’s digital era, teachers are required to be creative and adaptive to technological developments in order to support interesting and meaningful learning for students. Therefore, a hands-on practice-based training was conducted designed to improve teachers' competencies in designing teaching media using the Canva application, including visual materials, infographics, and interactive worksheets. The training method was carried out through a participatory workshop approach that actively involved teachers in the digital teaching media design process. This community service activity showed an increase in teachers' skills in creating Canva-based learning media. Canva training can improve teachers' skills in creating Canva-based learning media at SDN 32 Pulau Balang Caddi. Abstrak Di era digital saat ini, guru dituntut untuk kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menunjang pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan berbasis praktik langsung yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain media ajar menggunakan aplikasi Canva, baik materi visual, infografis, maupun lembar kerja interaktif. Metode pelatihan dilakukan melalui pendekatan workshop partisipatif yang melibatkan guru secara aktif dalam proses perancangan media ajar digital. Melalui kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan terhadap keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis Canva. Pelatihan Canva dapat meningkatkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis Canva di SDN 32 Pulau Balang Caddi.