Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Urgensi Pengembangan Wisata dalam Perencanaan Wilayah di Pulau Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Fadhil Surur; Zulhinas Nyilam Cahya; Malikuddin Surgani Wahid
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.2.41-47

Abstract

Percepatan pemanfaatan berbagai potensi setiap daerah sangat perlu dilakukan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Terdapat tiga kabupaten di Pulau Muna, Sulawesi tenggara  yang memiliki potensi karena kekayaan pesisir dan keberadaan pulau-pulau kecilnya akan tetapi pengelolaannya masih dilakukan secara parsial. Akselerasi perlu dilakukan pada keterpaduan pengelolaan objek wisata di pulau Muna untuk mewujudkan kemadirian ketiga daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesamaan kebijakan pengembangan wisata dan potensi wisata unggulan serta menyusun arah kebijakan pengembangan wisata melalui pendekatan kekhasan wilayah geografis Pulau Muna. Penelitian dilakukan melalui survey lapangan dan penelesuruan dokumen perencanaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan mix metodh.  Analisis yang digunakan meliputi analisis konten, skoring dan deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan wisata di Pulau Muna telah diarahkan pada RTRW Kabupaten Muna dan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pengembangan ekowisata, sehingga Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah dapat mensinergikan konsep ekowisata tersebut dalam rencana tata ruangnya. Potensi wisata dapat diklasifikasikan pada kategori rendah dan sedang. Kategori rendah berada pada objek wisata Pulau Gala Kecil, sedangkan tiga belas objek wisata lainnya termasuk dalam kategori potensi sedang. Urgensi pengembangan objek wisata di Pulau Muna perlu mengedepankan konsep pengembangan ekowisata berbasis pesisir dan pulau-pulau kecil melalui percepatan pengelolaan objek wisata kategori sedang.
Urgensi Pengembangan Wisata dalam Perencanaan Wilayah di Pulau Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Fadhil Surur; Zulhinas Nyilam Cahya; Malikuddin Surgani Wahid
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.2.41-47

Abstract

Percepatan pemanfaatan berbagai potensi setiap daerah sangat perlu dilakukan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Terdapat tiga kabupaten di Pulau Muna, Sulawesi tenggara  yang memiliki potensi karena kekayaan pesisir dan keberadaan pulau-pulau kecilnya akan tetapi pengelolaannya masih dilakukan secara parsial. Akselerasi perlu dilakukan pada keterpaduan pengelolaan objek wisata di pulau Muna untuk mewujudkan kemadirian ketiga daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesamaan kebijakan pengembangan wisata dan potensi wisata unggulan serta menyusun arah kebijakan pengembangan wisata melalui pendekatan kekhasan wilayah geografis Pulau Muna. Penelitian dilakukan melalui survey lapangan dan penelesuruan dokumen perencanaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan mix metodh.  Analisis yang digunakan meliputi analisis konten, skoring dan deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan wisata di Pulau Muna telah diarahkan pada RTRW Kabupaten Muna dan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pengembangan ekowisata, sehingga Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah dapat mensinergikan konsep ekowisata tersebut dalam rencana tata ruangnya. Potensi wisata dapat diklasifikasikan pada kategori rendah dan sedang. Kategori rendah berada pada objek wisata Pulau Gala Kecil, sedangkan tiga belas objek wisata lainnya termasuk dalam kategori potensi sedang. Urgensi pengembangan objek wisata di Pulau Muna perlu mengedepankan konsep pengembangan ekowisata berbasis pesisir dan pulau-pulau kecil melalui percepatan pengelolaan objek wisata kategori sedang.
Urgensi pengembangan wisata dalam perencanaan wilayah di Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara Fadhil Surur; Zulhinas Nyilam Cahya; Malikuddin Surgani Wahid
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.2.41-47

Abstract

Percepatan pemanfaatan berbagai potensi setiap daerah sangat perlu dilakukan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Terdapat tiga kabupaten di Pulau Muna, Sulawesi tenggara  yang memiliki potensi karena kekayaan pesisir dan keberadaan pulau-pulau kecilnya akan tetapi pengelolaannya masih dilakukan secara parsial. Akselerasi perlu dilakukan pada keterpaduan pengelolaan objek wisata di pulau Muna untuk mewujudkan kemadirian ketiga daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesamaan kebijakan pengembangan wisata dan potensi wisata unggulan serta menyusun arah kebijakan pengembangan wisata melalui pendekatan kekhasan wilayah geografis Pulau Muna. Penelitian dilakukan melalui survey lapangan dan penelesuruan dokumen perencanaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan mix metodh.  Analisis yang digunakan meliputi analisis konten, skoring dan deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan wisata di Pulau Muna telah diarahkan pada RTRW Kabupaten Muna dan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pengembangan ekowisata, sehingga Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah dapat mensinergikan konsep ekowisata tersebut dalam rencana tata ruangnya. Potensi wisata dapat diklasifikasikan pada kategori rendah dan sedang. Kategori rendah berada pada objek wisata Pulau Gala Kecil, sedangkan tiga belas objek wisata lainnya termasuk dalam kategori potensi sedang. Urgensi pengembangan objek wisata di Pulau Muna perlu mengedepankan konsep pengembangan ekowisata berbasis pesisir dan pulau-pulau kecil melalui percepatan pengelolaan objek wisata kategori sedang.
Urgensi pengembangan wisata dalam perencanaan wilayah di Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara Fadhil Surur; Zulhinas Nyilam Cahya; Malikuddin Surgani Wahid
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.2.41-47

Abstract

Percepatan pemanfaatan berbagai potensi setiap daerah sangat perlu dilakukan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Terdapat tiga kabupaten di Pulau Muna, Sulawesi tenggara  yang memiliki potensi karena kekayaan pesisir dan keberadaan pulau-pulau kecilnya akan tetapi pengelolaannya masih dilakukan secara parsial. Akselerasi perlu dilakukan pada keterpaduan pengelolaan objek wisata di pulau Muna untuk mewujudkan kemadirian ketiga daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesamaan kebijakan pengembangan wisata dan potensi wisata unggulan serta menyusun arah kebijakan pengembangan wisata melalui pendekatan kekhasan wilayah geografis Pulau Muna. Penelitian dilakukan melalui survey lapangan dan penelesuruan dokumen perencanaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan mix metodh.  Analisis yang digunakan meliputi analisis konten, skoring dan deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan wisata di Pulau Muna telah diarahkan pada RTRW Kabupaten Muna dan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pengembangan ekowisata, sehingga Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah dapat mensinergikan konsep ekowisata tersebut dalam rencana tata ruangnya. Potensi wisata dapat diklasifikasikan pada kategori rendah dan sedang. Kategori rendah berada pada objek wisata Pulau Gala Kecil, sedangkan tiga belas objek wisata lainnya termasuk dalam kategori potensi sedang. Urgensi pengembangan objek wisata di Pulau Muna perlu mengedepankan konsep pengembangan ekowisata berbasis pesisir dan pulau-pulau kecil melalui percepatan pengelolaan objek wisata kategori sedang.
Integrasi RTH Produktif: Solusi Ekonomi Kreatif dan Kesehatan Lingkungan Indra Maryam; Malikuddin Surgani Wahid; Rusman S; Hendrik Hendrik; Nurkalbih Ramadhani Yusuf; Winny Angraini Ashari; Ahmad Hunain Supyan; Wahyu Hidayat; Muhammad Iqbal Padli
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b77wy663

Abstract

Pembangunan perkotaan yang pesat sering kali memicu degradasi lingkungan dan hilangnya lahan hijau, yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat. Masalah utama di RW 04 Kelurahan Rampoang adalah banyaknya lahan tidur yang tidak terkelola dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif sebagai solusi ekonomi kreatif dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang melibatkan warga sebagai mitra aktif melalui tahapan observasi, edukasi, implementasi wall gardening, serta monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi kognitif yang signifikan, di mana pemahaman warga mengenai RTH Produktif meningkat drastis dari rata-rata 45% menjadi 85%. Secara fisik, lahan marginal telah berhasil diubah menjadi area produktif yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesimpulannya, integrasi RTH produktif tidak hanya memperbaiki estetika dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memperkuat resiliensi ekonomi dan kemandirian pangan lokal masyarakat perkotaan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas mampu menciptakan solusi praktis bagi tantangan lingkungan masa depan
Evaluasi Kepatuhan Spasial: Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Terhadap Dinamika Pembangunan Kota Makassar Nur Ilmi Admaja; Hendri; Malikuddin Surgani Wahid; Wahyu Hidayat
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.482

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan investasi yang pesat di Kota Makassar mendorong tingginya permintaan lahan usaha, yang apabila tidak dikendalikan berpotensi menimbulkan eksternalitas negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan pembangunan kota. Instrumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) berperan krusial menjamin kepastian hukum pelaku usaha sekaligus mengendalikan pemanfaatan ruang pasca-pemberlakuan sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Namun, realitas lapangan menunjukkan disparitas antara izin yang diterbitkan dan pemanfaatan ruang aktual, yang mengindikasikan celah pengawasan dan risiko keberlanjutan investasi. Penelitian ini mengevaluasi data spasial 26 perusahaan/pemohon KKPR dengan total lahan 365.443,92 m² (36,54 Ha) di Kota Makassar menggunakan analisis tumpang susun (overlay analysis) berbasis GIS dan analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil kajian menunjukkan 62,92% (22,99 Ha) lahan dinyatakan Sesuai dan 37,08% (13,55 Ha) Tidak Sesuai dengan arahan pola ruang RTRW Kota Makassar berdasarkan Perda No. 7 Tahun 2024. Pelanggaran terbesar terjadi pada zona Gudang (7,84 Ha) akibat pengembangan Real Estate, diikuti RTH (1,96 Ha) dan Badan Air/Sungai (0,98 Ha). Faktor penyebab utama meliputi belum tersedianya RDTR komprehensif, tekanan nilai ekonomi lahan, lemahnya pengawasan KKPR, inkonsistensi RTRW, dan rendahnya literasi tata ruang pelaku usaha. Kajian merekomendasikan percepatan RDTR, penegakan hukum tata ruang, dan sistem monitoring GIS real-time guna mewujudkan iklim investasi tertib dan berkelanjutan di Kota Makassar.