Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pertumbuhan dan Perkembangan Bibit Akor yang Diinokulasi Bakteri Patogen Terbawa Benih Tati Suharti; Triwidodo Arwiyanto; Tri Joko
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 14 No 5 (2018)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.216 KB) | DOI: 10.14692/jfi.14.5.159

Abstract

Growth and Development of Inoculated in Northern Black Wattle Seedling with Seed Borne Bacterial PathogensNorthern black wattle (Acacia auriculiformis) is a fast growing species that has multipurpose benefits such as pulpwood, solid wood, firewood, charcoal and pellet. Seed-borne bacterial pathogens were reported to reduce seed germination and seedling growth. The objective of this study was to evaluate effect of seed borne bacterial pathogen of A. auriculiformis on seed germination and 12 weeks-old seedling growth. Bacterial seed inoculation was performed by soaking the seed into respective bacterial suspension for 2 hours. The tested bacteria were Acinetobacter sp., Alcaligenes faecalis, Burkholderia cepacia complex, Escherichia hermannii, Paenochrobactrum sp., Pseudomonas stutzeri, Ralstonia sp., and Salmonella bongori. The results showed that all tested bacteria could reduce seed germination, but those does not affect seedling growth significantly. All tested bacteria excluding Acinetobacter sp. could inhibit seedling growth and development.
Karakteristik Morfologi Dan Fisiologi Bakteri Endofit Dan Rizobakteri Dari Tanaman Cengkeh Sehat Fina Dwimartina; Tri Joko; Triwidodo Arwiyanto
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v4i1.58

Abstract

One of the determining factors in disease control is the use of superior seeds which have good quality and quantity. The use of biological control agents that form a symbiotic mutualism in their host plants can be used as an effort to obtain quality clove seeds. Endophytic bacteria and rhizobacteria have been reported as potential biological control agents for many plant diseases because of their safety in humans and non-target organisms. The purpose of this study was to identify the physiological and morphological characteristics of endophytic and rhizobacterial isolates obtained from clove plants. A total of 46 endophytic bacterial isolates were isolated from healthy clove roots, stems, leaves and flowers. Also, 66 isolates were isolated from the soil around the rhizosphere area. Based on the results of the identification of physiological and morphological characteristics, it is evident that the endophytic and rhizobacterial bacteria tested have the same character as Bacillus spp.
Evaluasi Kompetisi Model Tumpang Gilir Cabai Rawit dengan Jagung dan Aplikasi Konsorsium Agens Hayati Nindy Sevirasari; Endang Sulistyaningsih; Budiastuti Kurniasih; Suryanti Suryanti; Arif Wibowo; Tri Joko
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101401

Abstract

Praktik budidaya yang intensif pada tumpang gilir antara cabai rawit–jagung perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui keunggulan lahan dan kompetisi di antara dua spesies yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kompetisi dan keunggulan lahan dari model tanam tumpang gilir cabai rawit–jagung dan aplikasi agens hayati. Penelitian dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia pada Mei 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor; faktor pertama yaitu model tanam tumpang gilir (2 baris dan 3 baris cabai rawit) dan faktor kedua yaitu aplikasi agens hayati (dengan dan tanpa aplikasi agens hayati). Monokultur cabai dan jagung tanpa aplikasi agensi hayati merupakan kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians dan Uji Lanjut Duncan's multiple range tests pada α = 5%. Tumpang gilir dinilai berdasarkan Nisbah Kesetaraan Lahan, Nisbah Kesetaraan Lahan berdasarkan Waktu, Agresivitas, Rasio Kompetisi, dan Kehilangan Hasil Aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model tanam 2 dan 3 baris cabai rawit pada pola tanam tumpang gilir cabai rawit dengan jagung dan pemberian agens hayati menghasilkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan dan Nisbah Kesetaraan Lahan Berdasarkan Waktu > 1. Cabai rawit memilki indeks Agresivitas dan Rasio Kompetisi yang lebih besar daripada jagung, namun memiliki nilai Kehilangan Hasil Aktual yang tinggi jika ditanam pada pola tumpang gilir tidak disertai pemberian agens hayati. Dari metode yang diterapkan pada penelitian ini, maka tumpang gilir cabai rawit dengan jagung model 2 baris dengan pemberian agens hayati direkomendasikan karena layak diterapkan dan menguntungkan untuk diusahakan terutama bagi pertanian skala kecil.