Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS DAN PENENTUAN KOORDINASI PROTEKSI RELE ARUS LEBIH SISTEM TEGANGAN MENENGAH DAN TEGANGAN RENDAH DI AREA PEMBEBANAN SENDIRI PLTP DARAJAT Yoga Fajar Setiaji; Hermawan Hermawan; Mochammad Facta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i3.442-449

Abstract

Sistem proteksi sangat penting untuk menjaga kontinuitas dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Sistem proteksi yang efektif dan selektif sangat penting dipilih untuk mengatasi adanya gangguan. Skema proteksi yang paling cocok layak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat sebagai salah satu pembangkit listrik yang memasok kebutuhan listrik di Jawa-Bali. Jaringan beban internal yang terdapat di pembangkit listrik memerlukan skema proteksi yang sesuai, sehingga pembangkit listrik tetap beroperasi karena gangguan hubung singkat terjadi pada beban sendiri. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dan penentuan koordinasi proteksi sistem tegangan menengah dan rendah sebagai bagian dari perlindungan jaringan internal dan beban. Penyelidikan awal untuk kondisi arus beban eksisting, ditemukan beberapa ketidaksesuaian koordinasi rele arus lebih dan rele gangguan tanah yaitu urutan trip, setting pick up, dan waktu tunda. Ketidaksesuaian tersebut tidak mengikuti standar IEEE 242-2001 dimana grading time adalah 0.2-0.4 s. Perhitungan lebih lanjut dan simulasi pengujian sebagai bagian dari analisis memberikan skema pengaturan ulang mengikuti standar yang dirujuk. Rekomendasi dikeluarkan untuk grading waktu rele utama dan cadangan dalam interval waktu dari 0,2-0,235 detik.
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE SYNCHRONOUS BUCK BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNTUK PENGISIAN BATERAI Zakiy Hammami; Hermawan Hermawan; Hadha Afrisal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i4.572-577

Abstract

Listrik merupakan salah satu energi pokok pada rumah tangga. Pendistribusian listrik dilakukan oleh PLN, ada kalanya pendistribusian di suatu tempat di putuskan ,bisa karena terjadi gangguan atau perbaikan. Penggunaan beban di setiap rumah berbeda beda, adakalanya beban di rumah harus terus dialiri listrik. Untuk menyuplai daya listrik ketika terjadi pemadaman maka di perlukan sumber daya listrik lain, dapat berupa genset atau dari daya baterai. Bila menggunakan baterai maka perlu sebuah alat untuk pengisian daya ketika baterai habis. Sistem pengisian menggunakan listrik PLN yang diturunkan kemudian disearahkan dan diturunkan lagi menggunkan buck converter agar tegangan dan arus dapat di atur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan synchronous buck converter untuk pengisian baterai. Konverter arus searah tersebut dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi dibanding buck konverter konvensional. Pengujian dilakukan menggunakan beban resistif 10Ω hingga 100Ω dengan melihat dan menganalisa tegangan dan arus keluaran. Efisiensi daya dari synchronous buck converter mencapai hingga 99%. Dilakukan juga pengujian untuk melakukan pengisian daya baterai. Pengisian daya baterai berkapasitas 5Ah dilakukan selama 8 jam 30 menit.
ANALISIS STABILITAS DAN PENENTUAN PROTEKSI TEGANGAN DAN FREKUENSI DI GENERATOR TRANSFORMATOR PLTP DARAJAT Moh. Izzul Azmi; Hermawan Hermawan; Mochammad Facta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i3.460-467

Abstract

Suplai daya maksimal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Darajat maksimum sebesar 197,663 MW. Kestabilan sistem dalam menyuplai beban secara terus menerus sangat penting. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut  adalah kestabilan frekuensi dan tegangan. Stabilitas frekuensi dan tegangan perlu diperhatikan selama perencanaan dan pengoperasian tenaga listrik untuk menghindari ketidakstabilan sistem yang dapat menyebabkan (blackout) pemadaman sistem. Pengkondisian beban dan setting proteksi perlu dilakukan untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal setelah terjadi gangguan. Penelitian ini membahas tentang stabilitas dan proteksi tegangan dan frekuensi pada generator-transformator PLTP Darajat dengan metode voltage impact dan hubung singkat (short circuit). Untuk proteksi tegangan dan frekuensi akan dilakukan penentuan setting ulang rele tegangan (27 & 59), frekuensi (81 U &O), V/Hz (24), dan penambahan rele loss of excitation (40) guna menjaga kestabilan dan proteksi pada generator-transformator PLTP Darajat
PERANCANGAN INVERTER SATU FASA JEMBATAN PENUH DENGAN TRANSFORMATOR FREKUENSI TINGGI MENGGUNAKAN IC EGS002 Taubat Nasukha; Hermawan Hermawan; Hadha Afrisal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting pada saat ini. Penggunaan CCTV dan router wifi contohnya ketika terjadi listrik padam kedua alat tersebut diharapkan masih hidup. Inverter berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Ada berbagai jenis inverter satu fasa contohnya sine modified inverter, SPWM inverter, dan multilevel inverter. Dalam tugas akhir ini menggunakan transformator dengan konfigurasi belitan di primer 6 dan di sekunder dengan 95 belitan. Dalam tugas akhir ini dilakukan pengujian invertersatu fasa jembatan penuh dapat mengubah tegangan DC 320 V menjadi tegangan AC 225 V dengan indeks modulasi 0,99. Pengujian transformator frekuensi tinggi dapat bekerja dengan optimal di frekuensi 20 kHz sampai dengan 45 kHz dengan effisiensi tertinggi pada frekuensi 40 kHz dengan effisiensi tertinggi di 95,9%. Berdasarkan pengujian pada tugas akhir ini inverter satu fasa dengan ic EGS 002 dapat bekerja dengan effisiensi tertinggi di 89,65% di beban 36,42 Ω dan effisiensi terendah di beban lampu led 14,5 W yang dipararel dengan LED 19 W di 80,269%.
ANALISIS STABILITAS DAN PENENTUAN WAKTU PEMUTUSAN KRITIS PADA GENERATOR - GENERATOR DI PLTP DARAJAT DENGAN MEMPERHITUNGKAN RESPON EKSITASI DAN GOVERNOR Rizal Fajar Abdurrahman; Hermawan Hermawan; Mochammad Facta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i3.468-477

Abstract

Waktu pemutusan kritis atau critical clearing time (CCT) memiliki peranan penting sebagai acuan dalam penetuan waktu operasi circuit breaker (CB). CB bekerja berdasarkan perintah dari rele yang bekerja sebagai alat perasa (sensing) ketika terjadi gangguan. Jenis gangguan yang sangat berpengaruh pada kestabilan sebuah sistem tenaga listrik merupakan gangguan hubung singkat tertutama gangguan hubung singkat tiga fasa. Hal ini disebabkan gangguan tersebut yang memiliki nilai arus gangguan yang besar disbanding dengan jenis hubung singkat lainnya. Untuk memperoleh CCT maka perlu dilakukan kajian mengenai stabilitas transien terutama stabilitas sudut rotor. Pada penelitian ini dilakukan analisis stabilitas sudut rotor dengan mengamati perubahan sudut rotor ketika terjadi gangguan hubung singkat di saluran transmisi. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat memiliki 2 unit generator yaitu generator 2GM dan generator 3GM – G – 101 yang masing masing memiliki kapasistas yang berbeda dan bekerja secara terpisah satu sama lain melainkan terhubung interkoneksi terhadap grid PLN. Hal ini mengakibatkan dalam melakukan analisis stabilitas generator menggunakan pemodelan sistem One Machine Infinite Bus (OMIB). Dari hasil simulasi ETAP 12.6 didapatkan CCT untuk generator 2GM sekitar 0,153 detik hingga 0,168 detik tergantung kondisi dari respon control AVR dan governor. Sedangkan untuk generator 3GM – G -101 didapatkan CCT berkisar antara 0,313 detik hingga 0,898 detik. Hal ini tergantung pada pengkondisian kontrol AVR dan governor. Dapat disimpulkan bahwasannya semakin dekat letak gangguan dengan generator maka CCT akan semakin cepat. Kemudian agar sistem dapat kembali normal setelah terjadi gangguan maka waktu operasi CB harus bekerja sebelum CCT agar sistem dapat kembali normal ketika setalah terjadi gangguan.
ANALISIS UNJUK KERJA ISOLATOR POLIMER 20 kV RESIN EPOKSI BAHAN PENGISI SiO2 (SILICONE DIOXIDE) DENGAN SIRIP SERAGAM PADA KONDISI KONDUKTIVITAS YANG BERVARIASI Faris Cahya Priambada; Abdul Syakur; Hermawan Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i2.300-305

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan industri harus disertai dengan suplai energi listrik yang memadai dan sistem distribusi energi listrik yang handal. Salah satu komponen penting untuk menunjang kehandalan sistem adalah isolator. Isolator berfungsi untuk mengisolir suatu konduktor bertegangan dengan kerangka penyangga yang dikembumikan sehingga tidak ada arus listrik mengalir dari konduktor tersebut ke tanah. Berbagai jenis bahan untuk isolator telah dikembangkan. Salah satunya adalah isolator dengan bahan resin epoksi. Isolator dengan bahan resin epoksi memiliki kelebihan dibandingkan dengan isolator porselen dan gelas, salah satunya memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan bahan porselen dan gelas. Namun isolator jenis ini masih tergolong baru, sehingga untuk meningkatkan performa dari isolator ini, salah satu caranya adalah dengan menambahkan bahan pengisi. Pada penelitian ini, dipaparkan pengaruh variasi tegangan pada kondisi kering dan basah serta penambahan SiO2 (Silikon Dioksida). Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan tegangan dan konduktivitas mempengaruhi nilai arus bocor dan tahanan isolasi. Pada variasi konduktivitas, nilai arus bocor dan tahanan isolasi meningkat seiring dengan kenaikan nilai konduktivitas.
ANALISIS DAN PENENTUAN KOORDINASI PROTEKSI RELE JARAK DAN ARUS LEBIH TRANSMISI 150 KV DI PLTP DARAJAT Agrial Sunahtul Putra; Hermawan Hermawan; Mochammad Facta
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v10i3.450-459

Abstract

PLTP Darajat memiliki daya maksimal sebesar 197,663 MW. Daya yang dibangkitkan oleh PLTP ini harus dialirkan secara optimal ke PLN Grid dengan bantuan saluran transmisi 150 kV. Sistem proteksi yang handal sangat diperlukan untuk menunjang penyaluran tenaga listrik ini. Oleh karena itu pada tugas akhir ini dilakukan analisis dan penentuan koordinasi proteksi pembangkit PLTP Darajat untuk mengantisipasi gangguan pada saluran transmisi 150 kV. Menurut IEEE Std C37.113-2015, PERMEN ESDM NO.3 TAHUN 2007, dan  SPLN T5.002-1 2010 sistem proteksi pada saluran tranmisi 150 kV dibagi menjadi dua yaitu utama dan cadangan, bagian utama terdiri atas line current diferential dan rele jarak sedangkan cadangan terdiri atas rele arus lebih dan rele gangguan tanah. Hasil dari pekerjaan ini digunakan untuk menganalisa proteksi yang ada, khususnya untuk OCR dan GFR dengan bantuan software ETAP 16.0 dan Mathcad 15 serta melakukan penambahan rele jarak dan line current diferential sehingga sesuai dengan standar acuan. Berdasarkan perhitungan dan hasil simulasi diperoleh karakteristik waktu sesaat yang diimplementasikan untuk diferensial arus saluran dan rele jarak, serta waktu operasi dengan waktu tunda pasti untuk OCR adalah 0,04s dan untuk GFR adalah 0,08s.
Feasibility Study on Electrical Properties of 20 kV Polymeric Insulator Dry Test and Rainwater Test Abdul Syakur; A.I.W. Nugroho; Hermawan Hermawan
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 17, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.753 KB) | DOI: 10.17529/jre.v17i4.22396

Abstract

Insulator is a very important equipment in an electric power system. Ceramic insulators have been widely used to support conductors in 20 kV power lines. The problem of ceramic insulators is that they are heavy, easily contaminated on the surface and require a lot of energy in the manufacturing process. Therefore, polymer insulators were developed. This paper presents the design of an epoxy resin polymer insulator with Titanium Dioxide (TiO2) as a nanofiller. The leakage current test was carried out in a high voltage laboratory by applying an AC high voltage of 50 Hz to the insulator dry conditions and the insulator wetted by rainwater contaminants. The results of the leakage current test in dry conditions are 487.6 μA, rainwater contaminated conditions are 594.93 μA, insulation resistance in dry conditions is 2.07 G-Ohms, and contaminated conditions are 1.41 G-Ohms. Based on the test results show that the insulator leakage current increases up to 22% when the surface of the insulator is contaminated with rainwater. Meanwhile, the insulation resistance decreased by up to 32% in conditions contaminated with rainwater. The value of leakage current and insulation resistance indicates that the epoxy resin insulator with TiO2 as filler is electrically feasible to use.
Feasibility Study on Electrical Properties of 20 kV Polymeric Insulator Dry Test and Rainwater Test Abdul Syakur; A.I.W. Nugroho; Hermawan Hermawan
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 17, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v17i4.22396

Abstract

Insulator is a very important equipment in an electric power system. Ceramic insulators have been widely used to support conductors in 20 kV power lines. The problem of ceramic insulators is that they are heavy, easily contaminated on the surface and require a lot of energy in the manufacturing process. Therefore, polymer insulators were developed. This paper presents the design of an epoxy resin polymer insulator with Titanium Dioxide (TiO2) as a nanofiller. The leakage current test was carried out in a high voltage laboratory by applying an AC high voltage of 50 Hz to the insulator dry conditions and the insulator wetted by rainwater contaminants. The results of the leakage current test in dry conditions are 487.6 μA, rainwater contaminated conditions are 594.93 μA, insulation resistance in dry conditions is 2.07 G-Ohms, and contaminated conditions are 1.41 G-Ohms. Based on the test results show that the insulator leakage current increases up to 22% when the surface of the insulator is contaminated with rainwater. Meanwhile, the insulation resistance decreased by up to 32% in conditions contaminated with rainwater. The value of leakage current and insulation resistance indicates that the epoxy resin insulator with TiO2 as filler is electrically feasible to use.