Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDUFORTECH

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN Anggraini, Fina Siti; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i1.13543

Abstract

Kurikulum Nasional mengamanatkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang menerapkan lima aktivitas (5M) di dalam proses pembelajarannya. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik dalam kegiatan belajar ialah menggunakan media pembelajaran (media audio visual). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan media audio visual dan hasil belajar peserta didik pada kompetensi dasar pengemasan setelah diterapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan media audio visual di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (RD). Prosedur penelitiannya ialah identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan penerapan produk. Temuan penelitian ini adalah (1) media audio visual pada Kompetensi Dasar Pengemasan layak digunakan untuk proses pembelajaran dengan persentase validasi oleh ahli media sebesar 70,5% dan persentase validasi oleh ahli materi sebesar 80,6%, (2) hasil belajar peserta didik pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan media audio visual pada Kompetensi Dasar Pengemasan telah mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA SETELAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE SPOT Meilani, Dini; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor self regulated learning dominan pada mahasiswaPendidikan Teknologi Agroindustri setelah menggunakan Sistem Pembelajaran On line Terpadu (SPOT) danmengetahui kemampuan self regulated learning mahasiswa setelah menggunakan SPOT. Metode penelitianyang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan yaitu angket mengenai selfregulated learning dan angket mengenai penggunaan SPOT. Aspek yang dinilai pada angket self regulatedlearning terdiri dari (A) goal setting and planning, (B) rehearsing and memorizing, (C) organizing andtransforming, (D) self evaluating, (E) self consequence, (F) seeking social assistance, (G) environmentalstructuring, (H) keeping records and monitoring, (I) seeking information, (J) reviewing records dan (K) other(help seeking). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 102responden. Hasil penelitian menunjukkan kebanyakan mahasiswa menggunakan SPOT karena dosenpengampu mata kuliah juga menggunakan spot dan mahasiswa menggunakan SPOT untuk mengunduhmateri perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SPOT UPI dapat mengembangkan duakemampuan dari self regulated learning yaitu organizing and transforming (pengorganisasian danpentransformasian) sebesar 70,59%. dan seeking information (mencari informasi) sebesar 70,59%. Faktorperilaku merupakan faktor yang paling dominan pada mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri setelahmenggunakan aplikasi SPOT UPI dengan persentase sebesar 65,33%. Hasil penelitian menunjukkan bahwaaplikasi SPOT UPI dapat mendukung atau menunjang dua kemampuan self regulated learning yaituorganizing and transforming dan seeking information.
Penentuan Umur Simpan Yoghurt Sinbiotik Dengan Penambahan Tepung Gembolo Modifikasi Fisik Ihsan, Rizqy Zainul; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6168

Abstract

The study aim was to determine the shelf life of yogurt sinbiotik at several temperatures with the addition of Dioscorea esculenta modified flour. Lactic Acid Bacteria used for yoghurt making consist of Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longun, Streptococcus themophillus. The method used Accelerated shelf life test (ASLT) with the characteristics observed namely pH, total acid value using titration method, and total lactic acid bacteria with TPC method. The concentration level of modified flour of Dioscorea esculenta was 2%. The shelf life of yogurt can be determined from the critical factor based on most rapid damage to the Arrhenius equation y = -3504,1x + 9.1043 and R2 = 0.5125. Yogurt sinbiotik stored at room temperature shelf life is 9.5 days. At 4 ° C storage temperature, shelf life is 23.2 days. At 40 ° C storage temperature, shelf life is 5.4 days. The addition of Dioscorea esculenta tuber starch in yogurt sinbiotik affect viability of LAB in the yogurt, since viability of lactic acid bacteria during storage has decreased, but the numbers are still within the range of CFU / ml on the final day of storage 
Modifikasi Nugget Ayam Dengan Penambahan Pati Resisten Ubi Jalar Sebagai Serat Pangan Ekowati, Bangun Ambar; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3974

Abstract

Kecenderungan masyarakat perkotaan yang begitu sibuk sehingga mengkonsumsi makanan siap saji dengan rata-rata tingkat konsumsi serat penduduk Indonesia sebesar 10,5 gram/orang/hari, baru mencapai sekitar separuh dari kecukupan serat yang dianjurkan berkisar antara 20-35 gram/hari. Hal ini yang menyebabkan tingginya kasus penyakit-penyakit degeneratif, maka untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan terutama konsumsi serat pangan. Pati resisten merupakan salah satu serat pangan yang dapat diperoleh dari ubi jalar karena memiliki kandungan pati yang tinggi dan produktifitasnya yang baik. Pati resisten yang dihasilkan tersebut akan ditambahkan kedalam produk siap saji yaitu nugget dengan konsentrasi yang belum diketahui. Oleh karena itu, diperlukan penelitian panambahan pati resisten ubi jalar pada nugget ayam yang dapat menjadi alternatif serat pangan yang memberikan karakteristik produk yang baik dan dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini dilakukan penambahan pati resisten ubi jalar sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan 3 kali ulangan dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan taraf signifikan α=0,05. Analisis yang dilakukan yaitu analisis organoleptik, analisis fisik, dan analisis proksimat. Hasil analisis organoleptik dengan uji mutu hedonik menunjukkan bahwa nugget ayam yang ditambahkan 15% pati resisten ubi jalar merupakan formulasi terbaik yang paling diterima oleh panelis. Uji cooking loss didapatkan hasil bahwa semakin banyak pati resisten ubi jalar ditambahkan maka semakin besar cooking loss yang terjadi. Selain itu, hasil analisis proksimat yaitu kadar air 58,8%, kadar abu 1,75%, protein 20,71%, lemak 3,21%, karbohidrat 15,68%, dan serat pangan 5,41%.Â