Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH SAMBARAN PETIR TERHADAP KINERJA RELE JARAK DALAM MENENTUKAN TITIK GANGGUAN PADA SALURAN TRANSMISI Adam Pangestu; Surya Hardi; Rohana Rohana
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2219

Abstract

Saluran transmisi harus dirancang dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kehandalan, ekonomis, dan keamanan. Oleh karena itu, maka sistem proteksi saluran transmisi harus bekerja dengan sensitif, selektif, cepat, maupun handal pada saat terjadinya gangguan sambaran petir. Rele jarak dapat mendeteksi titik gangguan pada saat saluran transmisi mengalami gangguan akibat sambaran petir. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja Rele Jarak dalam menentukan titik gangguan akibat sambaran petir pada Gardu Induk Glugur – Payageli. Dalam penelitian ini akan menganalisa berbagai data pendukung yang didapatkan dari PT PLN (PERSERO) untuk mengetahui setting an Rele Jarak dalam menentukan titik gangguan. Setting pada Rele Jarak yang tidak tepat akan mengakibatkan rele jarak gagal bekerja sesuai dengan zona nya. Dalam penelitian ini rele jarak bekerja sesuai dengan standard SPLN No. 0520-2K./DIR Tahun 2014 tetapi Rele jarak dalam menentukan titik gangguan berdasarkan jarak aktual dilapangan memiliki kesalahan pembacaan diatas 3%.
PENGARUH SAMBARAN PETIR TERHADAP KINERJA RELE JARAK DALAM MENENTUKAN TITIK GANGGUAN PADA SALURAN TRANSMISI Adam Pangestu; Surya Hardi; Rohana Rohana
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2270

Abstract

Saluran transmisi harus dirancang dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kehandalan, ekonomis, dan keamanan. Oleh karena itu, maka sistem proteksi saluran transmisi harus bekerja dengan sensitif, selektif, cepat, maupun handal pada saat terjadinya gangguan sambaran petir. Rele jarak dapat mendeteksi titik gangguan pada saat saluran transmisi mengalami gangguan akibat sambaran petir. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja Rele Jarak dalam menentukan titik gangguan akibat sambaran petir pada Gardu Induk Glugur – Payageli. Dalam penelitian ini akan menganalisa berbagai data pendukung yang didapatkan dari PT PLN (PERSERO) untuk mengetahui setting an Rele Jarak dalam menentukan titik gangguan. Setting pada Rele Jarak yang tidak tepat akan mengakibatkan rele jarak gagal bekerja sesuai dengan zona nya. Dalam penelitian ini rele jarak bekerja sesuai dengan standard SPLN No. 0520-2K./DIR Tahun 2014 tetapi Rele jarak dalam menentukan titik gangguan berdasarkan jarak aktual dilapangan memiliki kesalahan pembacaan diatas 3%.
PEMODELAN PERLINDUNGAN SAMBARAN PETIR PADA TRANSFORMATOR DAYA DI GARDU INDUK TEGANGAN TINGGI Fauzi Bramantyo; Rohana Rohana; Surya Hardi
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v11i1.431

Abstract

Sambaran petir merupakan gangguan yang sering terjadi pada saluran transmisi dapat mengakibatkan tegangan lebih transient pada saluran transmisi merambat ke ujung jaringan dan akhirnya mencapai gardu induk. Pada gardu banyak terdapat peralatan sensitif terhadap tegangan lebih diantanya transformator. Untuk mencegah kerusakan akibat tegangan lebih dipasang Arester. Simulasi penelitian dilakukan dengan menggunakan menggunakan software Alternative Transient Program (ATP). Arester dimodelkan sebagai model IEEE. Sambaran petir disimulasi ke kawat tanah menara transmisi. Arrester dipasang dilokasi sebelum dan sesudah menara terakhir dekat dengan transformator daya. Arus surja petir standard IEC bervariasi dari 20 kA hingga 100 kA dengan kelipatan 20 kA. Hasil diperoleh tegangan lebih maksimum terjadi ketika sistem diijeksikan arus petir 100 kA dengan kondisi sistem belum terpasang Arrester dengan tegangan puncak yang terjadi pada masing-masing fasa berturut-turut, Fasa A, Fasa B dan Fasa C sebesar 3.649 kV, 2.836 KV, dan 3.473 kV. Tegangan minimum yang terjadi ketika arus petir 20 kA diinjeksikan kedalam sistem yang sudah terpasang Arrester, dan Arrester dipasang setelah menara. Nilai tegangan puncak yang timbul pada Fasa A, Fasa B dan Fasa C berturut–turut sebesar 191 kV, 175 kV dan 175 kV. Pemasangan Arester dapat menurunkan tegangan lebih pada setiap fasanya dan lokasi pemasangan arrester yang paling efektif adalah dekat dengan transformator daya. Kata kunci :
Analisis Pengaruh Bayangan Terhadap Daya Keluaran Yang Dihasilkan Oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya Rohana Rohana; Muhammad Fitra Zambak; Ihsanurrizqie Indra Siregar
Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2023): Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sch.v4i1.8848

Abstract

In using PLTS, of course there are various obstacles that can cause the quantity of power produced to decrease. There are several factors that can cause a reduced power output from the solar power plant, one of which is the shadow. In this study, the PLTS output was calculated when it was covered with shadows and not covered with shadows, which was simulated using the Helioscope software. The simulation technique is carried out by covering the PLTS with the shadow produced by the building, where the resulting shadow is for shelter up to 25%, 50% and 75%. The load used in the simulation is the total load in the PT. KAI Medan Branch. The results of this study indicate that when the PLTS condition is covered by a shadow of 25%, the effective PLTS is used with a capacity of 453.4 kWp and the resulting output power is 534 MWh. In the shading condition of 50% effective PLTS that can be used is 300.2 kWp with an output power of 356.5 MWh and when conditions are 75% effective PLTS is only 176.1 kWp and an output power of 481 MWh.