Viviana Lisma Lestari
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EXPLORATION OF STUDENTS' SPEAKING ANXIETY REGARDING FOREIGN LANGUAGE PARTICIPATION IN THE CLASSROOM Fadia Nuralika; Kustiwan Syarief; Viviana Lisma Lestari
IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 10 | NO.2 | 2023
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ijee.v10i2.35974

Abstract

ABSTRACTSpeaking is one of the most crucial skills to cultivate and strengthen communication skills. Speaking proficiency is one of the most difficult components of language learning, particularly for those learning a foreign language. Many language learners have difficulty expressing themselves verbally. They frequently struggle with successfully expressing themselves in a new language. They cease communicating due to psychological hurdles or a lack of acceptable words and expressions. The purpose of this study is to investigate students' worries regarding the types of speaking anxiety experiences they have in the classroom. This research employs descriptive qualitative as a research design. Ten EFL students participated as participants, and the researcher used thematic analysis techniques to analyze the data. The findings of this study reveal that ten EFL students can be said to be anxious about speaking English. Some of them are classified as facilitative anxiety and debilitative anxiety. This study is intended to assist EFL students in considering the speaking demands of their language learners in the context of English language teaching and learning. ABSTRAKBerbicara adalah salah satu keterampilan yang paling penting untuk mengembangkan dan memperkuat kemampuan komunikasi. Kemahiran berbicara adalah salah satu komponen pembelajaran bahasa yang paling sulit, terutama bagi mereka yang belajar bahasa asing. Banyak pelajar bahasa yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri mereka secara lisan. Mereka sering kali kesulitan untuk berhasil mengekspresikan diri mereka dalam bahasa baru. Mereka berhenti berkomunikasi karena rintangan psikologis atau kurangnya kata-kata dan ekspresi yang dapat diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kekhawatiran siswa mengenai jenis pengalaman kecemasan berbicara yang mereka alami di kelas. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian. Sepuluh siswa EFL berpartisipasi sebagai partisipan dan peneliti menggunakan teknik analisis tematik untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sepuluh siswa EFL dapat dikatakan cemas dalam berbicara bahasa Inggris. Beberapa di antaranya diklasifikasikan sebagai kecemasan fasilitatif dan kecemasan debilitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk membantu siswa EFL dalam mempertimbangkan tuntutan berbicara dari pembelajar bahasa mereka dalam konteks pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. 
The Use of TED Talks in Listening Classes: Students’ Perceptions, Challenges, and Implications Zehbi Maulidi; Viviana Lisma Lestari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan video TED Talks sebagai media pembelajaran di kelas Listening daring, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian adalah 25 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2020 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menggunakan materi TED Talks pada mata kuliah Listening II saat perkuliahan daring. Instrumen pengumpulan data berupa angket terbuka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (56%) menilai penggunaan TED Talks efektif dalam meningkatkan keterampilan listening, memperkaya kosa kata, dan memperluas wawasan melalui topik yang bervariasi dan kontekstual. Sebanyak 36% menyatakan media cukup efektif, tergantung pada topik dan kondisi teknis saat pembelajaran. Namun, sebanyak 8% responden menilai penggunaan TED Talks kurang efektif karena adanya kendala seperti logat yang kurang familiar, kecepatan bicara native speaker, serta keterbatasan akses teknis seperti jaringan dan gawai internet. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun TED Talks memiliki potensi besar sebagai media autentik untuk pembelajaran mendengarkan, efektivitasnya dipengaruhi oleh kesiapan teknis, bimbingan dosen, dan motivasi mahasiswa. Studi ini merekomendasikan integrasi strategi pedagogis adaptif dan penyediaan dukungan teknis untuk mengoptimalkan penggunaan video TED Talks dalam konteks pembelajaran daring.