Viviana Lisma Lestari
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EXPLORATION OF STUDENTS' SPEAKING ANXIETY REGARDING FOREIGN LANGUAGE PARTICIPATION IN THE CLASSROOM Fadia Nuralika; Kustiwan Syarief; Viviana Lisma Lestari
IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 10 | NO.2 | 2023
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ijee.v10i2.35974

Abstract

ABSTRACTSpeaking is one of the most crucial skills to cultivate and strengthen communication skills. Speaking proficiency is one of the most difficult components of language learning, particularly for those learning a foreign language. Many language learners have difficulty expressing themselves verbally. They frequently struggle with successfully expressing themselves in a new language. They cease communicating due to psychological hurdles or a lack of acceptable words and expressions. The purpose of this study is to investigate students' worries regarding the types of speaking anxiety experiences they have in the classroom. This research employs descriptive qualitative as a research design. Ten EFL students participated as participants, and the researcher used thematic analysis techniques to analyze the data. The findings of this study reveal that ten EFL students can be said to be anxious about speaking English. Some of them are classified as facilitative anxiety and debilitative anxiety. This study is intended to assist EFL students in considering the speaking demands of their language learners in the context of English language teaching and learning. ABSTRAKBerbicara adalah salah satu keterampilan yang paling penting untuk mengembangkan dan memperkuat kemampuan komunikasi. Kemahiran berbicara adalah salah satu komponen pembelajaran bahasa yang paling sulit, terutama bagi mereka yang belajar bahasa asing. Banyak pelajar bahasa yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri mereka secara lisan. Mereka sering kali kesulitan untuk berhasil mengekspresikan diri mereka dalam bahasa baru. Mereka berhenti berkomunikasi karena rintangan psikologis atau kurangnya kata-kata dan ekspresi yang dapat diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kekhawatiran siswa mengenai jenis pengalaman kecemasan berbicara yang mereka alami di kelas. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian. Sepuluh siswa EFL berpartisipasi sebagai partisipan dan peneliti menggunakan teknik analisis tematik untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sepuluh siswa EFL dapat dikatakan cemas dalam berbicara bahasa Inggris. Beberapa di antaranya diklasifikasikan sebagai kecemasan fasilitatif dan kecemasan debilitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk membantu siswa EFL dalam mempertimbangkan tuntutan berbicara dari pembelajar bahasa mereka dalam konteks pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. 
The Use of TED Talks in Listening Classes: Students’ Perceptions, Challenges, and Implications Zehbi Maulidi; Viviana Lisma Lestari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan video TED Talks sebagai media pembelajaran di kelas Listening daring, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian adalah 25 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2020 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menggunakan materi TED Talks pada mata kuliah Listening II saat perkuliahan daring. Instrumen pengumpulan data berupa angket terbuka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (56%) menilai penggunaan TED Talks efektif dalam meningkatkan keterampilan listening, memperkaya kosa kata, dan memperluas wawasan melalui topik yang bervariasi dan kontekstual. Sebanyak 36% menyatakan media cukup efektif, tergantung pada topik dan kondisi teknis saat pembelajaran. Namun, sebanyak 8% responden menilai penggunaan TED Talks kurang efektif karena adanya kendala seperti logat yang kurang familiar, kecepatan bicara native speaker, serta keterbatasan akses teknis seperti jaringan dan gawai internet. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun TED Talks memiliki potensi besar sebagai media autentik untuk pembelajaran mendengarkan, efektivitasnya dipengaruhi oleh kesiapan teknis, bimbingan dosen, dan motivasi mahasiswa. Studi ini merekomendasikan integrasi strategi pedagogis adaptif dan penyediaan dukungan teknis untuk mengoptimalkan penggunaan video TED Talks dalam konteks pembelajaran daring.
Exploring University Students' Perceptions of Lucida AI as an AI-Powered Speaking Partner for English Speaking Practice: Penelitian Viviana Lisma Lestari; Childa Faiza; Suwarsito Suwarsito
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7194

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) into English language learning has created new opportunities for supporting students' speaking practice. This study explored university students' perceptions of Lucida AI as an AI-powered speaking partner for English speaking practice. Employing a qualitative descriptive design, the study involved ten undergraduate students from the English Education Department at a private university in Depok, Indonesia. Participants used Lucida AI for approximately two weeks before participating in semi-structured interviews, while a Likert-scale questionnaire was administered as methodological triangulation. The findings revealed three major themes. First, students perceived that Lucida AI supported their speaking practice by enhancing pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. Second, the application fostered a supportive and confidence-building learning environment that reduced speaking anxiety. Third, participants identified several technical limitations, including occasional speech recognition inaccuracies and repetitive responses. Overall, students viewed Lucida AI as a valuable supplementary tool for autonomous speaking practice rather than a replacement for classroom instruction.
Mapping the Readiness and Challenges of the MBKM Policy Implementation: A Systematic Literature Review of Micro and Macro Educational Perspectives : Penelitian Suwarsito Suwarsito; Viviana Lisma Lestari; Childa Faiza
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4562

Abstract

The Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) policy introduced by Indonesia’s Ministry of Education in 2020 seeks to transform higher education by promoting flexible, student-centered learning through internships, community service, and research. However, its implementation faces significant disparities in institutional readiness and ongoing challenges. This systematic literature review (SLR) examines 20 studies to explore both micro- and macro-level perspectives on MBKM implementation. Findings reveal gaps in educator preparedness, student awareness, institutional policy alignment, and infrastructure support. At the macro level, systemic resistance and limited stakeholder engagement hinder policy uptake. This review proposes a comprehensive framework integrating these perspectives to guide more effective implementation strategies and support national education reform goals.