Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Mind Mapping Berbasis Canva untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa SMAN 8 Makassar Suci Rahmawati; Lely Novia; Amirullah Amirullah; Maemuna Muhayyang; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v6i1.12628

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran bahasa, namun pada praktiknya banyak siswa masih menghadapi kendala dalam menyampaikan gagasan secara terstruktur dan dengan tingkat kepercayaan diri yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui pelaksanaan pelatihan pembuatan mind mapping berbasis Canva. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XI‑1 SMAN 8 Makassar dengan melibatkan 28 peserta. Pelatihan berlangsung selama jam pelajaran dan mencakup pemaparan konsep, demonstrasi, praktik penyusunan peta pikiran digital berbasis Canva, serta presentasi hasil. Metode evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan kuesioner daring untuk mengukur persepsi siswa terhadap dampak pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 89,3% siswa menyatakan mind mapping membantu dalam menyusun ide, 85,7% menyatakan kemampuan berbicara menjadi lebih terstruktur, dan 85,7% menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Selain itu, penggunaan Canva memberikan dukungan visual yang menarik dan mendorong kreativitas siswa dalam menyusun peta pikiran digital. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi mind mapping dengan media digital Canva dalam format pelatihan partisipatif yang secara langsung melatih pengorganisasian ide dan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian, pelatihan mind mapping berbasis Canva dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan keterampilan berbicara siswa di tingkat sekolah menengah. Speaking skill is a fundamental component of language learning; however, many students still experience difficulties in expressing ideas in a structured manner and with sufficient confidence. This community service activity aimed to enhance students’ speaking skills through a Canva‑based mind mapping workshop. The workshop was conducted with 28 students of class XI‑1 at SMAN 8 Makassar during regular school hours. The activities included concept presentation, demonstration, hands‑on practice in developing digital mind maps using Canva, and presentation sessions. A participatory approach was employed by utilizing mind mapping as a strategy to organize ideas prior to speaking. The results indicated that students were able to organize ideas more systematically, deliver messages with clearer structure, and demonstrate improved confidence during speaking activities. In addition, the use of Canva provided engaging visual support and encouraged students’ creativity in developing digital mind maps. Therefore, the Canva‑based mind mapping workshop can be considered an effective supporting strategy for improving students’ speaking skills at the secondary school level.
Analyzing semantic shifts in English and German by exploring historical influences and societal dynamics Wahyu Kurniati Asri; Winda Ayu Utami Rhamadanty; Muftihaturrahmah Burhamzah; Alamsyah Alamsyah
Studies in English Language and Education Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i2.37460

Abstract

This research examines the mechanisms of semantic change in English and German, focusing on comparing and contrasting these processes across the two languages and investigating the influence of major historical events and societal shifts. By utilizing digital text corpora, libraries, archives, and modern digital media, the study conducts qualitative analyses, including case studies and discourse analysis, to explore semantic evolution. Thematic analysis was employed to thoroughly examine and interpret the data, allowing for the identification of recurring patterns, themes, and significant insights. The results showed that both English and German undergo significant semantic shifts driven by a metaphorical extension (i.e., narrowing or broadening of meanings, pejoration and amelioration, frequency and pathway of change, cultural and historical influences) and historical events and societal shifts that influence semantic change (i.e., wars and conflicts, industrialization, technological advancement, globalization, and cultural exchange, societal movements, and ideological shifts). The role of metaphorical extension is seen in adapting language to technological advancements while highlighting linguistic evolution through narrowing and broadening meanings influenced by cultural, historical, and linguistic factors. Additionally, pejoration and amelioration reflect societal changes and attitudes. Historical events and societal shifts, such as wars, industrialization, technological advancements, globalization, and social movements, significantly impact semantic changes in both English and German. These external influences catalyze language use and meaning shifts, illustrating the interaction between language and human experience.
Pemberdayaan Generasi Muda melalui Pelatihan Bahasa Jerman Dasar sebagai Bekal Kompetensi Global bagi Siswa SMA di Makassar Alamsyah Alamsyah; Ambo Dalle; Rahmat Burhamzah; Muftihaturrahmah Burhamzah; Syarifah Fatimah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.537

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan Bahasa Jerman dasar dalam memberdayakan siswa SMA X Makassar sebagai bekal mengembangkan kompetensi global. Metode yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen selama pelaksanaan pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan tata bahasa, tetapi melalui transformasi holistik yang meliputi: (1) perubahan paradigma pembelajaran dari fokus linguistik menjadi pembelajaran berbasis konteks budaya dan peluang global, (2) peningkatan motivasi intrinsik yang mendorong minat belajar dan tujuan jangka panjang siswa, (3) eksplisitasi kompetensi melalui perencanaan karir dan aksi nyata, serta (4) identifikasi faktor pendukung dan tantangan sistematis dalam implementasi pelatihan. Pelatihan ini berhasil memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan siswa menghadapi era global dengan bekal soft skills dan mindset global yang kuat. Pelatihan ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran bahasa asing yang holistik dan kontekstual sebagai strategi pemberdayaan generasi muda di masa depan.
“Deutsch für Anfänger”: Pelatihan Percakapan Bahasa Jerman Sehari-hari sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar Syarifah Fatimah; Muftihaturrahmah Burhamzah; Ita Sarmita Samad; Rahmat Burhamzah; Alamsyah Alamsyah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.538

Abstract

Rendahnya kepercayaan diri mahasiswa pemula dalam berbicara bahasa Jerman merupakan masalah klasik yang berdampak signifikan terhadap proses pembelajaran dan kesiapan profesional mereka sebagai calon guru. Faktor utama yang menyebabkan fenomena ini adalah Foreign Language Anxiety (FLA), perfeksionisme gramatikal, dan kurangnya ruang praktik yang aman. Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, (2) mengimplementasikan pelatihan “Deutsch für Anfänger” sebagai intervensi pedagogis, dan (3) mengevaluasi dampak pelatihan terhadap peningkatan kepercayaan diri serta penurunan FLA. Pelatihan ini mengadopsi prinsip Communicative Language Teaching (CLT) dengan fokus pada kelancaran berbahasa sebelum akurasi dan menciptakan safe space bagi mahasiswa untuk belajar tanpa takut melakukan kesalahan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek terdiri atas 15 mahasiswa pemula yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket pra- dan pascapelatihan (mengadaptasi Foreign Language Classroom Anxiety Scale), wawancara mendalam, observasi partisipan, dan jurnal reflektif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan efektif mengurangi FLA, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Jerman, dan mengubah persepsi mereka terhadap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Mahasiswa menjadi lebih berani berpartisipasi aktif, menunjukkan motivasi tinggi, dan mampu mempraktikkan bahasa secara lebih percaya diri. Pelatihan “Deutsch für Anfänger” merupakan model intervensi transformatif yang menegaskan pentingnya penanganan hambatan afektif-psikologis sejajar dengan penguatan kompetensi linguistik dalam membentuk calon guru bahasa yang kompeten dan percaya diri.
Penerapan Teknik Mnemonik Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas VIII SMPIT Makassar Islamic School Nur Iffa Awaliyah; Susiawati Susiawati; Alamsyah Alamsyah
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.23983

Abstract

This article examines the implementation of the Mnemonic technique as a strategy to improve Arabic vocabulary mastery among eighth-grade students at SMPIT Makassar Islamic School. This article specifically aims to identify the planning of the Mnemonic technique implementation, describe the vocabulary learning process using the Mnemonic technique, and analyze the results of its application in improving students’ Arabic vocabulary mastery. Employing a Classroom Action Research (CAR) design, this article was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages, with data collected through observations of teacher and student activities and vocabulary tests administered at the end of each cycle. The results show that the planning of the Mnemonic technique was systematically designed and implemented in line with learning objectives, while the learning process became more active and engaging as indicated by increased student participation. Furthermore, the application of the Mnemonic technique improved students’ Arabic vocabulary mastery, as reflected in the increase of the average score from 84.94% in Cycle I, with 8 out of 17 students not meeting the Minimum Mastery Criterion (MMC), to 88.41% in Cycle II, in which all students met the criterion. In line with these results, teacher and student activity levels also improved from the “fair” category in Cycle I to the “good” category in Cycle II, confirming that the Mnemonic technique is effective in improving Arabic vocabulary mastery among eighth-grade students at SMPIT Makassar Islamic School.