Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Covid-19 Terhadap Interaksi Sosial Keluarga (Studi Kasus di Desa Kapota Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi) Harwina Harwina; Peribadi Peribadi; Rety Reka Merlins
SOCIETAL Vol 9, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh langsung pada peran orang tua. karena adanya kebijakan Bekerja di rumah (WFH) sebagai akibatnya belajar maupun bekerja harus dilakukan di rumah. Orang tua terutama ibu rumah tangga yang berstatus sebagai pekerja, maupun non pekerja, bekerja di rumah menjadikan suatu tanggapan yang cukup berat yang berakibat pada kesehatan fisik maupun mental. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara, serta Dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa dampak Covid-19 pada interaksi sosial keluarga di Desa Kapota Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi ada dua dampak yaitu dampak positif (Asosiatif) dan dampak negatif (Disosiatif), Dampak positif yang dimaksud adalah Mempererat hubungan keluarga, Meningkatkan religiusitas keluarga, Meningkatkan pola hidup sehat keluarga, dan Waktu yang berkualitas (quality time). Sedangkan dampak negatif yang dimaksud adalahKekerasan terhadap anak dan Hilangnya keharmonisan keluarga. Kemudian Solusi alternatifnya adalah Kerjasama, Akomodasi, Melindungi, Meningkatkan Nilai-nilai agama, Berekreasi dan Bersosialisasi.
Perubahan Perilaku Sosial Akibat Penggunaan Media Sosial di Kalangan Remaja (Studi di Desa Lasosodo Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat) Siti Anastasia; Bahtiar Bahtiar; Rety Reka Merlins
SOCIETAL Vol 10, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah uuntuk mengetahui bagaimana dampak perubahn perilaku sosial remaja dalam penggunaan media sosial di kalangan remaja di desa Lasosodo Kec. Wadaga Kab. Muna Barat dan untuk mengetahui bagaiman bentuk perubhan perilaku sosial remaj dalam menggunakan media sosial di kalangan remaja di desa Lasosodo Kec. Wadaga Kab. Muna Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan prosedur penelitian  yang berlokasi di Desa lasosodo kec.wadga kab.muna barat  dengan menggunakan 8 orang informan, jenis dan sumber data penelitian yaitu : data primer dan sekunder. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam menggunakan media sosial berdampak terhadap perilaku remaja dalam hal ini perubahan perilaku sosial pada remaja, perubahan perilaku sosial ini berdampak kepada remaja yang membentuk pola perilaku baru pada remaja dalam kehidupan sehari hari.Perubahan perilaku remaja dalam menggunakan media sosial yaitu :(1) Kurang bergaul,(2)Lebih eksis mengikuti zaman,(3)kecanduan,(4) Waktu istirahat berkurang.
KOMODIFIKASI AGAMA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI EKONOMI; (STUDI KASUS HAJI FURODA) Rety Reka Merlins; Hartatia Nur; Sitti Nurhayati
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.898

Abstract

This study aims to examine and analyse the phenomenon of religious commodification from the perspective of economic sociology, focusing on the case of Hajj Furoda as a form of commercialised worship practice. Religious commodification refers to the process by which religious symbols and rituals—including the pilgrimage to Mecca—are treated as marketable commodities within a capitalist system. A qualitative descriptive method was employed through literature review, drawing on various sources such as academic journals, books, government regulations, and media reports related to the implementation and controversy surrounding Hajj Furoda in Indonesia. The findings reveal that Hajj Furoda reflects a shift in the meaning of pilgrimage, from a spiritual obligation to a premium product within the religious industry. This phenomenon generates ambivalence in society: on the one hand, it is seen as a practical solution for fulfilling the fifth pillar of Islam more quickly; on the other hand, it raises concerns about unequal access, the commercialisation of religious teachings, and potential regulatory violations. From the perspective of economic sociology, the Hajj Furoda case illustrates a complex relationship between religion, the market, and the state—where spirituality is increasingly shaped by the logic of profit and social status. This study underscores the importance of ethical scrutiny and regulatory oversight of religious practices that have been absorbed into capitalist systems.