Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Testing the Augmented Reality Functional Suitability of Wood as Raw Materials for Typical Crafts of East Borneo Muhammad Bambang Firdaus; Zainal Arifin; Ruri Widi Priatna
JTKSI (Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi) Vol 4, No 3 (2021): JTKSI
Publisher : Institut Bakti Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jtksi.v4i3.1052

Abstract

Borneo wood which has good quality wood for building basic materials and other purposes, has been widely known and sold. There are more than 120 types of wood, some of them are from Kalimantan. Cempaka wood, Putat wood, Mentibu wood, Meranti wood, Merbabu wood, Ironwood, Teak wood, and Sengon wood are included in various types, both endemic and from Borneo. This research is a continuation of previous research that has been running on the initial development of AR Wood, Raw Materials for Typical Crafts of East Borneo. This research aims to test forestry applications for information or socialization of the classification and utilization of East Borneo typical wood. This research objective can be achieved by using Augmented Reality (AR) technology which can incorporate almost all levels of virtual object society into the real environment and also use Android mobile technology. Therefore, functional adequacy testing is needed, namely black box testing and usability to find out how much the system can meet the needs if it is used as a raw material for East Borneo handicrafts, where the results of black box testing are good in test results for six features and standards. When using wood as a raw material, tests are carried out. With good classification results, usability reached 71.6%.
Implementasi sistem ERP untuk meningkatkan pasar hasil budidaya kelompok tani kampung kopi luwak Yana Ulfah; Zainal Arifin; Rahmawati; Alan Smith Purba
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.1931

Abstract

Kampung Kopi Luwak, yang berlokasi di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, merupakan salah satu produsen kopi khas Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi karena proses produksinya yang unik. Kampung Kopi Luwak mampu menghasilkan sekitar 300 kg kopi siap jual per bulan dari total produksi rata-rata 500 kg kopi luwak mentah. Harga jual kopi luwak di pasaran berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000 per kg, tergantung pada kualitas dan metode pengolahan yang digunakan. Target pasar utama Kampung Kopi Luwak meliputi konsumen lokal serta ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Pemasaran Kopi Luwak masih bergantung pada media sosial dan promosi dari mulut ke mulut tanpa strategi digital yang terintegrasi, yang menyebabkan kesulitan dalam menganalisis tren pasar dan mengoptimalkan strategi pemasaran. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dalam digitalisasi penjualan dan pemasaran. Implementasi ERP dalam digitalisasi pemasaran Kampung Kopi Luwak bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan Kampung Kopi Luwak meningkatkan efisiensi pengelolaan data, memperluas pasar global, dan mendorong keterlibatan akademisi dalam riset serta pengembangan bisnis berbasis teknologi. Digitalisasi pengelolaan usaha pasca panen juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG’s 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).