Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Metode Finite State Machine Pada Game “The Relationship” Miftah Fauzan Rahadian; Addy Suyatno; Septya Maharani
Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 11, No 1 (2016): Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.269 KB) | DOI: 10.30872/jim.v11i1.198

Abstract

Finite State Machine (FSM)adalah sebuah metodologi perancangan sistem kontrol yang menggambarkan tingkah laku atau prinsip kerja sistem dengan menggunakan tiga hal berikut: State(Keadaan), Event(kejadian) dan action(aksi). Sebagai sebuah metodologi perancangan sistem kontrol, penerapan FSM telah banyak diterapkan pada perangkat lunak, khususnya pada game. Metode FSM dapat diterapkan untuk nilai-nilai batas perpindahan yang pasti dan sangat mudah diterapkan pada game “The Relationship”. Game ini merupakan sebuah game berbasis desktop genre petualangan dengan sub-genre simulasi dan menggunakan grafis 2 dimensi. Pengembangan game ini menggunakan tools Unity3D dan bahasa pemrograman C#(Sharp). Hasil dari penelitian ini adalah terealisasinya suatu game dengan menerapkan metode finite state machineuntuk menentukan respon karakter non-player characteryang berbeda tergantung dari interaksi yang dilakukan oleh pemain.
PEMETAAN SOSIAL SEBARAN KRIMINALITAS DI KOTA SAMARINDA BERBASIS SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Indah Fitri Astuti; Ekky Fardinan; Addy Suyatno
Sebatik Vol 19 No 1 (2018): JANUARI
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.407 KB)

Abstract

Kriminalitas adalah bentuk perbuatan sosial yang melanggar norma hukum yang berkaitan dengan perbuatan merampas hak milik orang lain, mengganggu ketertiban masyarakat, dan pembunuhan satu maupun sekelompok orang. Tindak kriminalitas terjadi karena adanya kepincangan sosial, kebencian, tekanan mental, ataupun perubahan l ingkungan yang terjadi di masyarakat. Samarinda merupakan salah satu kota terpadat di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki rentetan kasus kriminalitas yang sangat tinggi menurut Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Kota Samarinda dan tercatat 2.783 laporan kriminal terjadi pada tahun 2016. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah, menyimpan, mengumpulkan, menimbun, dan mengambil kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi peta Samarinda dengan informasi sebaran daerah perseberan kriminal agar dapat menjadi peringatan bagi para penduduk maupun pendatang tentang daerah rawan, daerah berbahaya, maupun daerah yang jarang terjadi kriminalitas. Studi ini menggunakan metode Single Exponential Smoothing yang merupakan salah satu metode peramalan kuantitatif dengan menambahkan parameter α dalam modelnya untuk mengurangi faktor acak dalam menghitung data akan datang berdasarkan perhitungan data sebelumnya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menerapkan metode peramalan dalam SIG yang dapat memberikan informasi mengenai kriminalitas yang ada di 10 Kecamatan Kota Samarinda sebagai acuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bahaya kriminalitas di Kota Samarinda.
Penilaian Kualitas Air Berbasis Baku Mutu Menggunakan Metode AHP Divalidasi Menggunakan Metode STORET di Sungai Perian, Kutai Kartanegara Addy Suyatno; Dwi Fitria Sari
JNANALOKA Vol 7 No 01 (2026): Vol. 07 No. 01 Maret Tahun 2026
Publisher : Lentera Dua Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36802/jnanaloka.2026.v7-no01-%p

Abstract

Kualitas air sungai merupakan indikator penting dalam pengelolaan lingkungan karena berperan sebagai sumber air baku, sarana irigasi, perikanan, serta penunjang kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air Sungai Perian, Kabupaten Kutai Kartanegara, berdasarkan baku mutu PP Nomor 22 Tahun 2021 menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta memvalidasinya dengan metode STORET. Delapan parameter kualitas air digunakan sebagai kriteria penilaian, yaitu Total Suspended Solids (TSS), pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), nitrat (NO₃), total fosfat, dan Fecal Coliform. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan dua titik pengamatan yang mewakili area permukiman/pertanian dan wilayah hilir sungai. Metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas kualitas air berdasarkan tingkat kepentingan parameter pencemar, sedangkan metode STORET digunakan untuk menentukan status mutu air berdasarkan tingkat kepatuhan terhadap baku mutu. Hasil perhitungan AHP menunjukkan bahwa alternatif cemar berat memiliki nilai prioritas tertinggi pada kedua lokasi, yaitu sebesar 0,344 pada Titik Lokasi 1 dan 0,342 pada Titik Lokasi 2. Sementara itu, hasil STORET menunjukkan bahwa Titik Lokasi 1 memiliki skor -23 yang termasuk kategori cemar sedang, sedangkan Titik Lokasi 2 memiliki skor -42 yang termasuk kategori cemar berat. Perbedaan hasil pada Titik Lokasi 1 menunjukkan bahwa AHP lebih sensitif terhadap parameter dengan tingkat pencemaran tinggi dan bobot kepentingan yang besar, sedangkan STORET lebih menekankan jumlah serta tingkat pelanggaran terhadap baku mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode AHP dan STORET dapat memberikan penilaian kualitas air yang lebih komprehensif, di mana STORET berfungsi sebagai dasar klasifikasi status mutu air dan AHP berfungsi untuk menentukan prioritas parameter pencemar yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan kualitas air Sungai Perian.