Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI PENYEBAB TIMBULNYA LIMBAH PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA AMBON Evana Bintang, Syakira; Taihuttu, Felix; Sangadji, Fauzan A.
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5683

Abstract

Construction waste is a common issue faced in development projects, primarily due to inefficient material usage, technical errors, and lack of supervision. In Ambon City, the increase in construction activities has not always been accompanied by proper waste management. This study aims to identify the most dominant types of construction waste and analyze the main factors causing the generation of such waste from the perspective of stakeholders, namely contractors, consultants, and government agencies. The method used is a descriptive quantitative approach through a two-stage questionnaire distribution. The first stage was conducted to determine the most dominant type of waste, while the second stage measured the intensity of the factors causing waste generation based on project phases: planning, procurement, and implementation. A total of 77 respondents were involved in this study. Data analysis techniques included validity tests, reliability tests, as well as mean analysis and ranking using the SPSS program. The results show that ceramic tiles are the most dominant type of waste. The main contributing factor is the large number of unusable ceramic tile cuts due to mismatched room dimensions, followed by incomplete working drawings and careless material handling. Waste management strategies derived from respondent feedback have been validated by experts and deemed feasible for on-site implementation.
Tinjauan Infrastruktur Sanitasi Air Limbah Domestik Di Kelurahan Batu Meja Kota Ambon Joyvaldo A. Saptenno; Felix Taihuttu; Monica R. Tutkey
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4298

Abstract

Pencemaran air di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh aktifitas manusia yang meninggalkan limbah pemukiman, limbah pertanian, dan limbah industri termasuk pertambangan. Limbah pemukiman mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan oleh daerah pemukiman atau rumah tangga. Limbah pemukiman ini bisa berupa sampah organik (kayu, daun dll), dan sampah nonorganik (plastik, logam, dan deterjen). Lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Ambon meliputi sejumlah 27 (dua puluh tujuh) lokasi termasuk daerah Skip Dalam dengan total luas daerah mencapai 13,91 Ha. Kawasan kumuh ini ditandai dengan kondisi rumah yang tidak teratur, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan minimnya infrastruktur dasar, termasuk sistem sanitasi air limbah yang layak. Permasalahan ini sangat krusial karena sebagian besar rumah tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau septic tank yang sesuai standar, sehingga limbah domestik sering dibuang langsung ke lingkungan terbuka atau ke badan air seperti sungai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang mengacu pada survey dan dokumentasi di lapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari pembagian kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat dan akan dihitung nilai rata-rata (mean) serta perhitungan dalam estimasi anggaran biaya pada Pembangunan septik tank berdasarkan SNI-03-2398-2017. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa seluruh warga telah memiliki Septik tank pribadi dan WC pribadi dengan jenis septic tank terpisah, dan limbah harian yang dihasilkan adalah limbah air kamar mandi, limbah air dapur, dan limbah cucian dengan presentasi pembuangan limbah adalah sebesar 61,51% masyarakat membuang air limbah melalui septik tank merupakan air limbah rumah tangga berjenis Black Water sedangkan untuk 55,46% dan 4,3% merupakan air limbah berjenis Gray Water. Dari perhitungan Rencana Anggaran Biaya yang telah dilakukan, untuk membangun 1 unit septik tank yang sesuai berdasarkan SNI-03-2398-2017, dibutuhkan dana Rp. 9,545,624.21.
Analisis Jadwal dan Biaya Pembangunan Gedung KUA Kota Masohi Dengan Metode Pert Pujas, Sonia Aida; Taihuttu, Felix; Buyang, C G
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.766

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang manajemen konstruksi sejalan dengan kemajuan teknologi. Pemanfaatan teknologi komputer menjadi alat bantu yang efektif dalam penyelesaian permasalahan konstruksi, khususnya yang berkaitan dengan manajemen waktu dan biaya, sehingga proses perencanaan dan pengendalian proyek dapat dilakukan secara lebih efisien. Salah satu perangkat lunak yang mendukung hal tersebut adalah program POM-QM, yang digunakan untuk membantu menghasilkan perencanaan konstruksi yang lebih optimal dibandingkan perencanaan sebelumnya. Untuk mengevaluasi dan mengembalikan tingkat kemajuan proyek, digunakan metode penjadwalan Program Evaluation Review Technique (PERT) yang mampu memperkirakan kemungkinan penyelesaian proyek secara lebih akurat. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan proyek dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan melalui survei dan wawancara dengan pelaksana proyek di lapangan guna memperoleh data yang selanjutnya dianalisis terkait waktu dan biaya. Analisis menggunakan metode PERT dengan tiga estimasi waktu, yaitu waktu optimis (a), waktu paling mungkin (m), dan waktu pesimis (b), yang diolah menggunakan program POM-QM. Hasil penelitian menunjukkan durasi proyek paling efisien sebesar 268,58 hari dengan efisiensi biaya sebesar Rp1.221.070.780 atau 5,34%. Target penyelesaian proyek yang mendekati 100% tercapai dalam 201 hari dengan probabilitas 97,402% dan percepatan waktu 9 hari.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJA KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG Thenu, Gracellia; Taihuttu, Felix; Kempa, Meidy
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i2.369

Abstract

Produktivitas kelompok kerja dalam proyek konstruksi sampai dengan saat ini relatif sedikit yang dipublikasikan. Terdapat banyak metode yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja dilapangan. Analisis data dilakukan dengan cara matematis sederhana untuk mendapatkan besarnya produktivitas. Work sampling adalah salah satu metode pendekatan yang bisa digunakan untuk mengukur produktivitas dengan cukup mudah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa produktivitas pekerja konstruksi pada pekerjaan beton bertulang. Selain itu, penelitian ini meninjau faktor-faktor yang mempengaruhi nilai produktivitas yang diperoleh dengan Metode Delphi yaitu dengan cara penyebaran kuisioner khusus ahli. Ukuran produktivitas yang didapat dari analisa ini adalah labour utilization factors (LUF). Penelitian ini dilakukan pada 4 proyek yang sementara melakukan pekerjaan beton bertulang. Penelitian ini  melihat LUF berdasarkan waktu kerja (sebelum tengah hari dan setelah tengah hari). Hasil analisa work sampling menunjukan bahwa keseluruhan rata-rata LUF pada ke-empat proyek yang diteliti sebelum tengah hari adalah 46,98% sedangkan setelah tengah hari adalah 43,72%, persentase penurunan produktivitas rata-rata adalah 3,26%. Dari hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebelum tengah hari pekerja lebih produktif dibanding setelah tengah hari. Analisa kuisioner menunjukan bahwa secara umum faktor yang berpengaruh sehingga adanya penurunan nilai produktivtas dalam hal ini karena setelah tengah hari, kelembaban udara yang tinggi dapat mempercepat rasa lelah tenaga kerja sehingga kondisi ini mempengaruhi pekerja dalam melakukan pekerjaan dapat lebih cenderung melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN LAHAN PARKIR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Kormomolin, Florius; Taihuttu, Felix; Kempa, Meidy
JURNAL SIMETRIK Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v10i1.370

Abstract

Value Engineering adalah suatu metode yang menganalisa suatu masalah pada proyek melalui pendekatan yang sistematis dan terorganisir dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan tanpa mengurangi fungsi, penampilan, kualitas dan keandalan dari proyek tersebut. Analisa Value Engineering yang diterapkan pada perencanaan pembangunan parkiran di Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dilakukan dengan membuat perbandingan antara alternatif Paving Block, Keramik, Koral Sikat dan Aspal untuk menggantikan material awal yang direncanakan yaitu Rabat Beton. Dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari tiap alternatif dan dihitung biaya dari masing-masing alternatif dengan menggunakan tools life circle cost, maka hasil yang didapat adalah alternatif material Paving Block adalah material yang paling efisien, yaitu memiliki penghematan paling besar terhadap seluruh total pekerjaan parkiran Fakultas Teknik Universitas Pattimura, yaitu sebesar 7,19% dari total pekerjaan.
Analisis Penjadwalan Proyek Dengan Metode Earned Schedule Pada Pembangunan Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Canigia Claudio Loyfrits Nussy; Felix Taihuttu; Buyang Buyang
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi yang tepat menjadi aspek krusial dalam menjamin keberhasilan proyek. terutama dalam aspek waktu, biaya, dan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa jadwal proyek pembangunan Gedung Sementara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menggunakan metode Earned Schedule (ES). Ini merupakan pengembangan dari Earned Value Management (EVM) yang lebih fokus pada indikator waktu dibandingkan biaya. Penelitian dilakukan secara kuantitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumen proyek meliputi kurva S, laporan mingguan, dan RAB. Variabel utama dalam penelitian ini adalah durasi proyek dan kinerja jadwal. Yang dihitung dengan indikator ES, SV(t), SPI(t), dan prediksi durasi IEAC(t) serta IECD. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan signifikan pada awal pelaksanaan (minggu ke-24 hingga ke-37), ditandai dengan nilai SV(t) < 0 dan SPI(t) < 1. Setelah dilakukan recovery, performa waktu membaik dengan nilai SPI(t) > 1 pada minggu ke-38 hingga minggu ke-50. Durasi akhir proyek berdasarkan metode IEAC(t) diprediksi mencapai 52,43 minggu dari rencana awal 52 minggu. Ini menunjukkan tingkat akurasi metode ES dalam memprediksi penyelesaian proyek serta potensinya sebagai alat bantu pengambilan keputusan manajerial yang efektif. Penerapan metode Earned Schedule dapat meningkatkan efisiensi pengendalian jadwal dan mendukung keberhasilan proyek konstruksi. Gedung kantor perwakilan Bank Indonesia.
IDENTIFIKASI PENCAHAYAAN ALAMI GEDUNG SEKOLAH MUHAMMADIYAH AMBON BERDASARKAN SNI 03-6197-2000 Jeams Huwae; Fauzan .A. Sangadji; Felix Taihuttu
JURNAL SIMETRIK Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v16i1.3500

Abstract

This study aims to evaluate the levels of natural and artificial lighting in the Muhammadiyah School Ambon building based on SNI 03-6197-2000. The research was conducted in 15 rooms, including classrooms and supporting spaces, using a descriptive quantitative method with direct measurements obtained through a lux meter.The results indicate that all rooms have lighting levels below the minimum standard requirement of 250 lux for classrooms. Inadequate lighting is caused by limited window openings, obstructed room positions, and building designs that do not support optimal daylight penetration, combined with insufficient artificial lighting conditions.This study concludes that the lighting system at Muhammadiyah School Ambon does not meet visual comfort standards. Improvements to artificial lighting, optimization of natural lighting, and regular maintenance of lighting installations are recommended to enhance the quality of the learning environment. Keyword:  Lighting School Indonesian National Standard Sni 03-6197-2000, Lux Meter Classroom Visual Evalution