Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AdBispreneur

DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Zaenal Muttaqin; Deasy Silvya Sari
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.717 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16492

Abstract

ABSTRACTJatinangor is designed to be a strategic education in West Java Province. In its development, Jatinangor become a business center with a diversity of entrepreneurial types, which is primarily intended for the provision of facilities and infrastructure of students in order to support their education process. Uniquely, business aspects that are not directly connected with the education also took part in developing, ranging from culinary, online games, pulses, and even travel. This development shows a transformation in the education area. The ongoing transformation needs to be constructed on facing free competition in the Southeast Asian regional market, namely ASEAN Economic Community (AEC). This paper is an research outcome that used qualitative methods by emphasizing observations on pentahelix stakeholders in Jatinangor through continuous interactive discussions. The findings shows Jatinangor Education Area has great potential to be developed in a transformative way from a region that has potential business education to creative business, then tourism business area based on education and culture. This can be achieved by continuing education to build the mindset and collaboration among various stakeholders in Jatinangor. Keywords : Design thinking, transformation, sustainable business, AEC DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEANABSTRAKJatinangor didesain menjadi kawasan pendidikan strategis di Provinsi Jawa Barat. Dalam perkembangannya, kawasan ini menjadi sentra bisnis dengan keragaman jenis wirausaha, yang utamanya, ditujukan bagi penyediaan sarana dan prasarana mahasiswa dalam rangka menunjang proses pendidikan. Uniknya, aspek bisnis yang tidak terhubung secara langsung dengan pendidikan ikut pula berkembang, mulai dari kuliner, game online, pulsa, bahkan travel. Perkembangan ini memperlihatkan adanya transformasi di kawasan pendidikan. Transformasi yang berlangsung perlu dikonstruksi guna menghadapi persaingan bebas dalam pasar regional Asia Tenggara, yakni integrasi ekonomi Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tulisan ini merupakan luaran riset yang menggunakan metode kualitatif dengan menekankan observasi pada para pemangku kepentingan pentahelix di Jatinangor melalui diskusi interaktif secara kontinu. Temuan riset ini menunjukan bahwa Kawasan Pendidikan Jatinangor memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara transformatif dari kawasan yang memiliki potensi bisnis pendidikan ke bisnis kreatif, hingga kawasan bisnis pariwisata berbasis pendidikan dan budaya. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan upaya edukasi terus-menerus guna membangun pola pikir dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan yang ada di kawasan pendidikan Jatinangor. Kata kunci : Design thinking, transformasi, bisnis berkelanjutan, MEA
WORK ENGAGEMENT KARYAWAN GENERASI MILENIAL PADA PT. X BANDUNG Iwan Sukoco; Dian Nur Fu’adah; Zaenal Muttaqin
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.29953

Abstract

This article aims to determine the description and level of work engagement of millennial generation employees at PT X. The method used is a quantitative method with a descriptive approach. The study population was all employees of the millennial generation of PT. X total 132 employees. The sampling technique used the Slovin formula with a total of 57 people. Collecting data in the form of a work engagement questionnaire with dimensions of vigor, dedication and absorption, interviews, and observation. The results obtained in this study are employees of the millennial generation of PT. X majority has high level of work engagement, meaning that most employees experience a positive state of mind regarding their work. This is shown when the millennial generation employees of PT. X   able to stay focused and concentrated on work even though the work is tough, feels that what he is doing is a noble job, and enjoys a very intense job (full of concentration).  Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan tingkat work engagement karyawan generasi milenial di PT X. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan generasi milenial PT. X yang berjumlah 132 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah 57 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner work engagement dengan dimensi vigor, dedication dan absorption, wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial PT. X mayoritas memiliki work engagement pada tingkat tinggi, artinya sebagian besar karyawan mengalami keadaan pikiran positif terkait pekerjaannya. Hal ini ditunjukkan ketika bekerja karyawan generasi milenial PT. X mampu tetap fokus dan konsentrasi terhadap pekerjaan walaupun pekerjaan tersebut berat, merasa apa yang dikerjakan merupakan pekerjaan mulia, dan menikmati pekerjaan yang sangat intens (penuh konsentrasi).