Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Menarche Melalui Ular Tangga Madyfa Latifah Susilowati; Dwi Yati; Masta Hutasoit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3233

Abstract

Remaja putri memasuki fase pubertas ditandai dengan menstruasi. Perubahan yang dialami ketika menstruasi dapat berdampak secara fisik maupun psikis, sehingga remaja yang belum siap menjalani menstruasi cenderung merasa ketakutan dan kurang percaya diri dengan perubahan yang terjadi. Remaja putri membutuhkan informasi tentang proses menstruasi dan permasalahan yang menyertainya sehingga akan lebih bersikap positif dan mampu berperilaku yang baik saat menghadapi menstruasi dan mengalami beberapa keluhan yang menyertai menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh menstrual health education dengan media ular tangga “Madyfa” terhadap kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pre test-post test with control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 45 siswa yang mendapatkan perlakuan berupa Menstrual health education dengan media ular tangga madyfa. Sedangkan kelompok kontrol sebanyak 45 siswa mendapatkan perlakuan menstrual health education dengan media ular tangga setelah perlakuan di kelompok intervensi selesai. Sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok dilakukan pretest dan posttest. Rata-rata skor kesiapan anak menghadapi menarche sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi adalah 79,67. Sedangkan setelah perlakuan rata-rata skor kesiapan meningkat menjadi 82,93. Pada penelitian ini diketahui terdapat perbedaan kesiapan anak menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan intervensi menstrual health education dengan media ular tangga madyfa yang ditunjukkan dengan nilai p <0,000. Menstrual health education menggunakan media ular tangga “Madyfa” berpengaruh terhadap kesiapan mental anak usia sekolah menghadapi menarche. 
The Impact of Sexual Violence on Adolescents with Intellectual Disabilities: A Scoping Review Dwi Yati; Syisnawati
INKLUSI Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.130105

Abstract

Adolescents with intellectual disabilities (ID) are at increased risk of sexual violence due to cognitive and communication challenges, dependence on caregivers, and limited access to protective education. However, evidence regarding its impacts and responses remains fragmented. This scoping review aimed to map evidence on the impacts of sexual violence among adolescents with ID, identify intervention approaches, examine systemic barriers, and highlight research gaps. Following the Arksey and O’Malley framework and PRISMA-ScR guidelines, literature was searched in PubMed, Scopus, CINAHL, and ScienceDirect for studies published between 2020 and 2024. Eleven studies met the inclusion criteria. Findings revealed psychological, behavioural, social, and legal consequences, including PTSD, anxiety, behavioural dysregulation, and barriers to disclosure and support. Educational and community-based interventions showed promise, although evidence was limited by methodological weaknesses and the lack of long-term evaluation. Further trauma-informed interventions and rigorous research are needed. Abstrak Remaja penyandang intellectual disability (ID) berisiko lebih tinggi mengalami kekerasan seksual akibat keterbatasan kognitif, kesulitan komunikasi, ketergantungan pada pengasuh, dan terbatasnya akses terhadap pendidikan perlindungan serta layanan dukungan. Namun, bukti mengenai dampak dan respons yang efektif masih terfragmentasi. Kajian ini bertujuan memetakan bukti tentang dampak kekerasan seksual pada remaja dengan ID, mengidentifikasi pendekatan intervensi, mengkaji hambatan sistemik, dan menyoroti kesenjangan penelitian. Mengikuti kerangka Arksey dan O'Malley serta pedoman PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, CINAHL, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2020–2024. Sebelas studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan dampak psikologis, perilaku, sosial, dan hukum, termasuk PTSD, kecemasan, disregulasi perilaku, serta hambatan dalam pengungkapan dan akses dukungan. Intervensi berbasis pendidikan dan komunitas menunjukkan potensi, meskipun bukti masih terbatas oleh kelemahan metodologis dan minimnya evaluasi jangka panjang.