Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh Ny. S dengan Diabetes Mellitus Tipe II di Desa Karanganyar Banjarnegara Fanisa Wulandari; Made Suandika; Indri Heri Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.307 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa) atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Tujuan studi kasus ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Metode studi kasus yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif. Gejala yang dikeluhkan atau dirasakan pada pasien poliuria, polidipsi, polifagi, kelemahan, kulit kering, sakit kepala, gangguan rasa nyaman dan nyeri pada abdomen, konstipasi, rambut rontok, membran mukosa kering, wajah pucat. Penulis melakukan tindakan penatalaksanaan dengan terapi nutrisi. Setelah melakukan tindakan terapi nutrisi selama 3 hari masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi dikarenakan waktunya sangat terbatas untuk menangani pasien dengan masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh membutuhkan waktu yang cukup lama.
Gambaran Surgical Apgar Score (SAS) pada Pasien General dan Spinal Anestesi di RSU ST Elisabeth Purwokerto Wahyu Windriarto; Indri Heri Susanti; Noor Yunida Triana
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.504 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1110

Abstract

Proses pembedahan diawali dengan pemberian anestesia anestesi dibagi menjadi dua teknik, yaitu general anestesia (GA) atau regional anestesia (RA). Perdarahan, nyeri hebat, bahkan mortalitas merupakan beberapa komplikasi akibat post operasi. Surgical Apgar Score (SAS) adalah skor sederhana yang menggunakan informasi hemodinamik pada intraoperatif dan kehilangan darah pasien untuk memprediksi morbiditas dan mortalitas pasca operasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran Surgical Apgar Score (SAS) pada pasien general anestesi dengan spinal anestesi di RSU St Elisabeth Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan cross sectional sebagai pendekatannya. Pasien operasi dengan spinal dan general anestesi di RS St. Elisabeth Purwokerto sebanyak 42 responden dijadikan sebagai responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu lembar observasi. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan karakteristik responden pada pasien general anestesi dan spinal anestesi sebagian besar responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (42.9%), dan berjenis kelamin perempuan (61.9%), SAS pada pasien general anestesi sebagian besar dalam kategori risiko sedang (76.2%) dan SAS pada pasien spinal anestesi sebagian besar dalam kategori risiko sedang (71.4%). Kesimpulan pasien operasi dengan general dan spinal anestesi memiliki nilai SAS dalam kategori sedang.
Perbandingan Kejadian Nyeri Tenggorokan pada Pasien Pasca General Anestesi dengan Tindakan Pemasangan Laring Mask Air Way dan Pemasangan Endotracheal Tube di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika Kabupaten Mimika Papua Willibrodus Sabandri Florado; Indri Heri Susanti; Pramesti Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.156 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1134

Abstract

Nyeri tenggorokan pasca operasi post general anestesi dengan teknik intubasi endotracheal tube dan laring mask air way merupakan suatu komplikasi yang masih menjadi persoalan utama dan banyak di keluhkan beberapa pasien pasca intubasi.penelitian bertujuan ini mengetahui perbandingan antara kejadian nyeri tenggorokan pada pasien pasca general anestesi dengan tindakan pemasangan laring mask air way dan pemasangan endotracheal tube di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika Kabupaten Mimika Papua. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non-eksperimental. Taknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan banyak responden 40 pasien post op. Data diambil dengan metode wawancara pasca operasi di ruang recovery room dan di dokumentasikan kedalam lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan jumlah kejadian nyeri tenggorokan di mana pada uji analisis mengunakan Man Whithney Test d engan P Value 0,05, berdasakan nilai Asymtop signifikansi atau Asymp.Sig = 0,002, kalau dibandingkan, maka nilainya akan lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Oleh karena itu hasil dalam penelitian ini di temukan pada pasien nyeri tenggorokan pasca intubasi endotracheal tube sebanyak 19 pasien dan nyeri tenggorokan pada pasien pasca intubasi laring mask air way sebanyak 9 orang pasien.
Kesiapan Keluarga Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Post Perawatan di RS Priscilla Medical Center Cilacap Tri Kurnianingsih; Adiratna Sekar Siwi; Indri Heri Susanti
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023): VOLUME 16 / Nomor 03 /JULI/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1017

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) is one of the fastest growing cardiovascular diagnoses. Heart failure patients will get therapy given at home. The role of the family is very important in the stages of health care, starting from the stages of health promotion, prevention, treatment, to rehabilitation. The purpose of this study was to find out how families are prepared to care for their family members with heart disease. This study was included in a descriptive study with a cross-sectional approach which was carried out at Priscilla Medical Center Cilacap Hospital. The population in this study were all families of CHF patients at Priscilla Medical Center Cilacap Hospital with a sample of 56 people using the consecutive sampling technique. The results showed that most of the 32 (57%) families were not ready to care for family members with heart disease, whereas 24 (43%) families were ready to care for family members with heart disease.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BURNOUT TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM ANANDA PURWOKERTO Hindri Saputri; Indri Heri Susanti; Wasis Eko Kurniawan
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.177

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan oleh seorang pegawai untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Namun tidak jarang ditemukan keluhan berasal dari perawat yang berkaitan kualitas pelayanan kesehatan. Perawat mengalami rasa jenuh disebabkan oleh kelelahan kerja atau burnout karena melakukan hal monoton. Motivasi kerja adalah faktor lain yang mempengaruhi kinerja perawat dalam bentuk materi maupun non materi, karena banyaknya tugas perawat yang dilakukannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh motivasi kerja dan burnout terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Metode penelitian menggunakan probability sampling dengan sampel sebanyak 60 perawat. Kuesioner menggunakan Motivasi Kerja, The Maslach Burnout Inventory Human Service Survey, dan Kinerja Perawat dengan analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar motivasi kerja tingkat cukup dengan jumlah 32 perawat (53,3%), burnout pada tingkat ringan sebanyak 36 perawat (60%), dan kinerja perawat pada tingkat baik dengan jumlah 35 perawat (58,3%). Hasil analisis didapatkan bahwa antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh positif (p-value 0,002) dan antara burnout terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh negatif di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto (p-value 0,002).
Edukasi Program 3M Plus Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Pada Masyarakat di Desa Singasari Dewi Nuriyatul Wahdah; Madyo Maryoto; Indri Heri Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1199

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Berdasarkan catatan data Puskesmas Karanglewas dari bulan Januari – Mei tahun 2023 terdapat 7 kasus demam berdarah di Desa Singasari dengan jumlah kematian 1 kasus. Dalam kasus DBD ini, pertolongan penting yang dilakukan pada masyarakat yaitu edukasi tentang demam berdarah dan upaya pencegahan DBD dengan 3M plus. Selain kondisi lingkungan, tingkat pengetahuan masyarakat juga sangat penting sebagai pengendali dan pencegahan adanya penyakit DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk dan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah. Kegiatan ini dilakukan dengan pengukuran pengetahuan terhadap 18 responden sebelum dilakukan edukasi, memberikan edukasi menggunakan power point, leaflet dan booklet, evaluasi pengetahauan secara lisan dan pengukuran pengetahuan responden setelah edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat antara sebelum di berikan edukasi dengan sesudah di berikan edukasi menggunakan media leflet dan booklet dengan kenaikan sebesar 29%. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat keberhasilan kegiatan edukasi pada masyarakat Desa Singasari.
Hubungan Stres Kerja dengan Perilaku Caring Perawat di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Alfiyani Khoiriyah; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1285

Abstract

Caring adalah suatu tindakan moral atas dasar kemanusiaan, sebagai cerminan perhatian, perasaan empati, dan kasih sayang kepada orang lain, sedangkan Stres kerja adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi tuntutan pekerjaannya sehingga ia merasa tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan perilaku caring perawat rawat inap di RSUD Dr.R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu seluruh perawat dan pasien di ruang rawat inap kelas 3 dengan jumlah 65 responden yang dihitung dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sebanyak 65 pasien. Kuesioner penelitian ini menggunakan Job Stress Scale (JSS) dan Caring Behaviors Inventory (CBI). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat stres kerja perawat berada pada tingkat sedang sebanyak 23 responden (35,4%), perilaku caring mayoritas pada tingkat sedang dengan jumlah 34 responden (52,3%). Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan stres kerja dengan perilaku caring dengan hasil p value sebesar 0,000 (p 0,05), Koefesiensi korelasi stres kerja dengan perilaku caring memiliki nilai -0,564 yang berarti menunjukan korelasi negatif dengan keeratan sedang. Hal itu membuktikan bahwa jika stres kerja meningkat maka perilaku caring akan menurun.
The Effect of Social Support on Academic Burnout of Final Year Students of the Undergraduate Nursing Study Program at Harapan Bangsa University Rina Nur Aeni; Indri Heri Susanti; Adiratna Sekar Siwi
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.433

Abstract

Student burnout can lead to feelings of helplessness, loss of attention or avoidance of the learning environment, and dropping out of dreams. This condition can occur due to excessive workload or continuous academic demands. This creates stress and negatively impacts mental health. This study aims to determine how social support impacts the academic boredom of undergraduate nursing study program students at Harapan Bangsa University. This study conducted correlation descriptive research using a cross-sectional approach. The total sampling involved 84 students. To measure social support, Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) scale questionnaires and academic boredom were used. with the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) questionnaire. For analysis, the Spearman rank test is used. The results showed that students experienced academic burnout. The final level of the Nursing Study Program The Bachelor Program at Harapan Bangsa University is the most dominant with the medium category (67.9%). Social support for final-year students of the Undergraduate Nursing Study Program at Harapan Bangsa University is the most dominant in the medium category (65.5%). The conclusion is that there is a relationship with p value 0.009 (p < 0.05), the level of academic fatigue of Nursing students of the Undergraduate Program of Universitas Harapan Bangsa.
The Relationship Between Caring Leadership and Nurse Job Satisfaction at dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital Siti Khofifah; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.434

Abstract

Nurses as health workers who play an important role in determining the quality of service in hospitals must be managed properly, one of which is by providing job satisfaction. The style or behavior of the leader greatly affects his subordinates. The leader's caring behavior toward subordinates or employees is called caring leadership. The purpose of this study was to determine the relationship between caring leadership and nurse job satisfaction at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. The research method used is descriptive correlation using a cross-sectional design. The sampling technique uses purposive sampling with a total sample of 96 nurses. Research instruments. using the Caring Factor. Survey-Caring of Manager (CFS-CM) is a caring leadership questionnaire and Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) is a job satisfaction questionnaire. The analysis used Kendall's Tau-b (Ʈ) correlation test. The results obtained caring leadership in the medium category were 64 respondents (66.7%) and nurse job satisfaction in the medium category was 52 respondents (54.2%). The results of statistical tests using Kendall's Tau-b (Ʈ) obtained a calculated p-value of 0.0396 (p < 0.05). The conclusion is that there is a meaningful relationship between caring leadership and nurse job satisfaction at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. It is recommended that nurses maintain and improve their ability to provide nursing care to patients so that job satisfaction can be met. Nurses are also expected to be active in providing input to management on the criteria for a good head of space so that nurses' job satisfaction increases.
Hubungan Antara Work Family Conflict dengan Stres Kerja Perawat di RSUD Cilacap: The Relationship Between Work Family Conflict and Nurse Work Stress at Cilacap Hospital Shindy Ayuning Prahesti Shindy; Indri Heri Susanti; Fauziah Hanum
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.343

Abstract

Nursing is a profession that plays an important role in providing health services. A nurse must fulfill his duties and responsibilities. In carrying out this task, one of them causes stress and the most common cause is headaches (49%) (Ika Puspitasari & Suprayitno, 2021). This is called dual role conflict or work-family conflict. The prevalence of work-family conflict is 83.33% for female nurses and 16.67% for male nurses (Rosyad, 2017). This research aims to determine the relationship between work-family conflict and the work stress of nurses at Cilacap Regional Hospital. This research uses quantitative methods and uses a cross-sectional approach. The sampling method is purposive sampling. The sample was 58 nurses at Cilacap Regional Hospital. Data collection methods used the American Institute of Stress questionnaire and the standard work-family conflict questionnaire adapted from Frone et al. The research results showed that 53 respondents (91.4%) experienced work-family conflict, and 30 respondents (51.7%) experienced work stress, thus there is a significant relationship between work-family conflict and work stress in nurses at Cilacap Regional Hospital with p-value = 0.000 where p < value a (0.05), with r = 0.579. Based on the research results, it is hoped that work-family conflicts faced by female nurses can be achieved by holding family gatherings and providing rewards for high-achieving employees so that work stress is reduced.   ABSTRAK Keperawatan merupakan salah satu profesi yang memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Seorang perawat memiliki kewajiban untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya. Dalam melakukan tugas ini, salah satunya menyebabkan stres dan penyebab paling umum adalah sakit kepala (49%) (Ika Puspitasari & Suprayitno, 2021). Hal ini disebut dengan konflik peran ganda atau work family conflict. Jumlah pravelensi work family conflict presentase perawat wanita 83,33% dan perawat pria 16,67% (Rosyad, 2017).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara  work family conflict dengan stres kerja perawat di RSUD Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel berupa purposive sampling. Sampel sebanyak 58 perawat di RSUD Cilacap. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner  American Institute of stress dan kuesioner baku work family conflict yang diadaptasi dari frone et al. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 53 responden (91,4%) mengalami work family conflict, 30 responden (51,7%) mengalami stres kerja, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara work family conflict dengan stres kerja pada perawat di RSUD Cilacap dengan p-value = 0.000 dimana p < nilai a (0.05), dengan r = 0.579. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan work family conflict yang dihadapi perawat wanita dapat  dengan menyelenggarakan family gathering dan pemberian reward bagi karyawan berprestasi agar stress kerjanya berkurang.