Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Work-Family Conflict dengan Kinerja Perawat Wanita di RSUD Ajibarang Anik Hardiyanti; Indri Heri Susanti; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work-family conflict adalah konflik peran yang terjadi karena ketidakseimbangan peran dalam pekerjaan dan keluarga yang dapat mempengaruhi kinerja perawat dan menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan work-family conflict dengan kinerja perawat wanita di RSUD Ajibarang. Metode yang digunakan adalah cross sectional study menggunakan data kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 66 responden dengan kriteria perawat wanita yang sudah menikah dan tidak menduduki jabatan struktural. Instrumen penelitian berupa kuisioner dengan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian dengan uji korelasi spearman-rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara work-family conflict dengan kinerja perawat wanita di RSUD Ajibarang dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi rendah ( p-value 0.001 dan korelasi spearman -0.397). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi penentu kebijakan dari rumah sakit dalam memberikan evaluasi dan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas keperawatan di RSUD Ajibarang. Kata kunci: work-family conflict, kinerja, perawat
Pengaruh Teknik Distraksi Audiovisual Menonton Kartun Animasi Terhadap Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Pra Sekolah Di RSUD Ajibarang DWI RIANI ADHA; IKIT NETRA WIRAKHMI; INDRI HERI SUSANTI
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemasangan intravena (IV) melibatkan penggunaan benda tajam yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien anak. Penatalaksanaan nyeri yang tidak adekuat pada pasien anak yang menjalani tindakan invasif dapat mengakibatkan anak tidak patuh dan menolak dilakukan tindakan sehingga menghambat kemajuan terapi. Penggunaan intervensi non-farmakologis untuk mengatasi nyeri pada pasien anak merupakan pendekatan yang sangat mudah yang dapat diterapkan oleh perawat. Secara khusus, teknik distraksi audiovisual telah diidentifikasi sebagai cara yang efektif dalam hal ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode distraksi audiovisual dalam menonton film kartun animasi terhadap tingkat nyeri yang dialami anak prasekolah pada saat prosedur pemasangan infus di RSUD Ajibarang. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini melibatkan sampel 46 pasien anak RSUD Ajibarang yang dipilih menggunakan pendekatan accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari menggunakan lembar observasi dan media audiovisual. Uji Mann-Whitney digunakan untuk analisis data. Studi ini menunjukkan bahwa dominan jenis kelamin anak usia prasekolah adalah laki-laki, yaitu sebesar 52,2% dari sampel. Mayoritas anak usia prasekolah pada kelompok kontrol memiliki tingkat nyeri berat (69,6%) selama prosedur pemasangan infus. Mayoritas anak usia prasekolah pada kelompok eksperimen mengalami tingkat nyeri sedang (95,7%) selama prosedur infus. Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p sebesar 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan distraksi audiovisual, yaitu melalui media kartun animasi, mempunyai dampak nyata terhadap tingkat nyeri yang dialami anak prasekolah selama prosedur pemasangan infus di RSUD Ajibarang. Potensi penerapan pendekatan distraksi audiovisual, yaitu melalui media kartun animasi, diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pengobatan distraksi dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien usia prasekolah selama proses pemasangan infus (IV) di RSUD Ajibarang
Hubungan Perilaku Caring Penata Anestesi Dengan Patient Experience Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Regional Anestesi Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap DAFFA 'AFIF SETIAWAN; Rahmaya Nova Handayani; Indri Heri Susanti
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.302

Abstract

Latar Belakang : Patient experience berpengaruh terhadap mutu pelayanan dalam institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit. Patient experience dalam pelayanan anestesi dipengaruhi oleh beberapa dimensi salah satunya adalah perilaku caring penata anestesi. Perilaku caring penata anestesi berpengaruh besar dalam perawatan perioperative terutama pada pasca operasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring penata anestesi dengan patient experience pada pasien pasca operasi dengan regional anestesi di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian kuantiatif dengan jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Subjek atau sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi dengan regional anestesi yang berjumlah 50 pasien. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan teknik convinience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Kuesioner yang digunakan untuk perlaku caring penata anestesi ialah kuesioner CBI-24 dan patient experience menggunakan kuesioner PPE-15. Hasil : Berdasakan penelitian didapatkan hasil dari uji Spearmen Rank dengan nilai (p) 0,026 < 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring penata anestesi dengan patient experinece pada pasien pasca operasi dengan regional anestesi di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Kata kunci : perilaku caring, patient experience, pasca operasi, regional anestesi
Edukasi Terapi Mindfulness untuk Mengurangi Tingkat Stres Kerja pada Karyawati di Pabrik Sohun Gunung Madu Desa Ledug Kabupaten Banyumas Sya’billa Yozamurti; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.8278

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh karyawati, terutama di lingkungan kerja dengan beban dan tuntutan tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti meningkatkan risiko kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, serta menurunkan produktivitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi stres kerja melalui intervensi yang efektif. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah terapi mindfulness, yaitu teknik yang berfokus pada peningkatan kesadaran individu terhadap pikiran, emosi, dan pengalaman saat ini tanpa memberikan penilaian. Terapi ini membantu individu mengelola stres dengan lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawati pabrik Sohun Gunung Madu dalam mengelola stres kerja melalui demonstrasi terapi mindfulness. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengukuran tingkat stres kerja menggunakan instrumen stres kerja, pengukuran tingkat pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test, serta evaluasi menggunakan lembar observasi dan minat menggunakan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan 25 karyawati pabrik Sohun Gunung Madu yang diberikan edukasi mengenai terapi mindfulness dalam dua sesi pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 84% karyawati berada di kategori stres sedang, 4% di kategori tinggi, dan 12% di kategori rendah. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) menunjukkan penurunan ke tingkat stres rendah. Dengan demikian, terapi mindfulness dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mengurangi stres kerja pada karyawati dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Kajian Studi Penerapan Metode Moduler Pemberian Asuhan Keperawatan Di Ruang Arafah Rumah Sakit Islam Purwokerto Vira Fathyah; Indri Heri Susanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5807

Abstract

Salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah metode asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien. Salah satu bentuk implementasinya adalah metode moduler, yang dipimpin oleh kepala ruang dan perawat primer yang berpendidikan Ners. Metode ini meningkatkan mutu pelayanan pada pasien, meskipun kekurangan tenaga keperawatan seringkali menjadi penghalang untuk memaksimalkan metode ini. Tujuan studi kasus ini menganalisis penerapan metode asuhan keperawatan di Ruang Arafah RSI Purwokerto. Metode adalah studi kasus deskriptif menggunakan metode observasi dan wawancara disertai pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu kuesioner MAKP dengan jumlah responden 11 perawat Ruang Arafah. Pelaksanaan studi kasus dilakukan pada tanggal 8 – 27 September 2025. Berdasarkan hasil kuesioner, peneliti melakukan implementasi berupa roleplay pre dan post conference. Hasil dari kuesioner metode asuhan keperawatan professional (MAKP) pada perawat di Ruang Arafah didapatkan hasil dengan kategori baik sebanyak 6 perawat (55%), kategori cukup sebanyak 5 perawat (45%). Saat perawat mengikuti kegiatan roleplay pre dan post conference, perawat aktif bertanya saat sesi diskusi dan sudah paham terkait pelaksanaan pre dan post conference.
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN KONFLIK KERJA-KELUARGA PADA TENAGA KESEHATAN PEREMPUAN DI RSUD AJIBARANG Arni Nur Rahmawati; Indri Heri Susanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3185

Abstract

Tenaga kesehatan perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja profesional sekaligus pengelola tanggung jawab keluarga rentan mengalami konflik kerja-keluarga (work-family conflict/WFC). Konflik ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, dan kinerja. Strategi koping merupakan salah satu sumber daya personal yang digunakan individu untuk merespons tekanan akibat konflik peran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi koping dan konflik kerja-keluarga pada tenaga kesehatan perempuan di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 77 tenaga kesehatan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Work-Family Conflict versi singkat (5 item) dan Brief COPE versi singkat (6 item) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami WFC kategori sedang (64,94%) dan memiliki strategi koping kategori sedang (63,64%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara strategi koping dan WFC (r? = 0,584; p < 0,001). Analisis kategorik dengan uji Chi-Square juga menunjukkan hubungan yang signifikan (?² = 19,387; p = 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konflik kerja-keluarga yang dialami, semakin tinggi pula intensitas strategi koping yang digunakan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis individu dan organisasi untuk mendukung tenaga kesehatan perempuan dalam menghadapi tuntutan peran ganda.
Hubungan Pemasangan Endotracheal Tube (ETT) Dengan Kejadian Nyeri Tenggorokan Pada Pasien Pasca Anestesi Umum Di RSUD Kardinah Tegal Sepfia Ananda Belista; Tophan Heri Wibowo; Indri Heri Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.138

Abstract

Pemasangan endotracheal tube (ETT) sering dilakukan pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Salah satu keluhan yang sering muncul setelah operasi adalah nyeri tenggorokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri tenggorokan pasca operasi pada pasien bedah sentral di RSUD Kardinah Tegal. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2025 dengan menggunakan desain kuantitatif observasional dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, melibatkan 88 responden. Nyeri tenggorokan diukur menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS), dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran ETT tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nyeri tenggorokan (p=0,276), sedangkan lama intubasi menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,000) dengan nilai Contingency Coefficient (CC) agak lemah sebesar 0,596. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lama intubasi berhubungan dengan kejadian nyeri tenggorokan pasca operasi dengan hubungan yang agak lemah, sementara ukuran ETT tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nyeri tenggorokan pasca operasi.
Pengaruh Teknik Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Sectio Caesarea Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Mega Rapita Sari; Tophan Heri Wibowo; Indri Heri Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.181

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur bedah yang sering memicu kecemasan pada pasien pra-operasi, yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis mereka secara negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah teknik napas dalam dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada pasien pra-operasi sectio caesarea di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 49 sampel dipilih melalui teknik purposive sampling. Untuk mengukur tingkat kecemasan, digunakan lembar observasi dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), baik sebelum maupun sesudah intervensi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan pada pasien pra sectio caesarea setelah mendapatkan intervensi teknik napas dalam. Sebelum intervensi, ada 21 orang (42,9%) mengalami kecemasan berat. Namun, setelah intervensi, angka tersebut berubah drastis menjadi 32 orang (65,3%) yang tidak lagi mengalami kecemasan. Uji Wilcoxon juga mendukung temuan ini dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menyimpulkan bahwa teknik napas dalam efektif dalam mengurangi kecemasan.
Efektivitas Senam Otak sebagai Upaya Preventif Pengendalian Demensia pada Lansia di Posyandu Lansia Handayani 2 Dukuhwaluh Anesa Prasasti Abdillah; Indri Heri Susanti; Pramesti Dewi
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i2.1000

Abstract

Dementia is a progressive syndrome of cognitive decline frequently experienced by older adults, characterized by impairments in memory, behavior, and daily living activities. Its prevalence continues to rise globally and regionally, including in Southeast Asia. Non-pharmacological efforts such as brain gym are considered beneficial to maintain brain activity, stimulate motor coordination, and reduce the risk of cognitive impairment. This community service program was implemented to address the low level of knowledge about dementia and brain gym among older adults at Posyandu Lansia Handayani 2 Dukuhwaluh, Banyumas. The intervention was conducted in three sessions involving 21 elderly participants. In the first session, cognitive function was assessed using the Mini Mental State Examination (MMSE) and a pre-test of knowledge, followed by dementia education, brain gym demonstration, and distribution of monitoring sheets for family use at home. The second and third sessions repeated MMSE and post-test assessments, performed additional brain gym demonstrations, and, in the final session, measured participants’ interest in the activity. Results showed a gradual increase in MMSE scores from an average of 26 to 28 and finally 30, indicating all participants reached the normal category. Knowledge levels improved markedly from predominantly low to predominantly high (mean score 93). Participants’ skills in demonstrating five brain gym movements also improved over time, although some movements were initially perceived as difficult. At the end of the program, 57% of older adults expressed high interest and 43% moderate interest in continuing brain gym independently. These findings confirm that dementia education combined with brain gym demonstration is effective in improving cognitive function, knowledge, skills, and interest among older adults and can serve as a preventive strategy for dementia control at the community level.