Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Al-Balāghah in the Thought of Al-Zamakhsharī: A Stage in the Maturation of Research on Qur’anic Inimitability (Iʿjāz al-Qurʾān) Khaled Yahya Abdurrahman; Noza Aflisia
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2022): March
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v5i1.748

Abstract

Zamakhshari's effort is limited to the practical aspect, and highlights the role of the science of eloquence in preparing the interpreter of the Book of God, and whether Zamakhshari added new to the rhetorical standards, and models of his interpretation showing his use of rhetorical rules in understanding the Book of God. This research is a desk research. The data obtained is processed by content analysis techniques. As for the results of the research, Zamakhshari is the pillar sought by the science of interpretation; Because it is his goal and purpose, just as the science of rhetoric that Zamakhshari employed in revealing the miracle of the Qur’an is closely related to the science of semantics. Zamakhshari tries to interpret the Qur’an by organizing the vocabulary of the material into a meaning that brings it together in a single structure within a single context. He draws attention to the effect of speech systems on the meaning, so he looks at the Qur’an with the look of the verified examiner, and accordingly, the meaning is interpreted and interpreted. It provokes a dialogue in one aspect, paving the way for another dialogue to move to another verse, and he thus follows the approach of Al-Jurjani in using dialogue to reach the desired goal. He cites poetry in his explanations, and poetry was an important aspect for him to infer the validity of his interpretations.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Rejang Lebong Herliyansyah Herliyansyah; Noza Aflisia; Rahmat Iswanto; Nurjannah Nurjannah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada pembelajaran Bahasa Arab kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Rejang Lebong. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta pada pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian meliputi MTsN 2 Rejang Lebong, MTs Baitul Makmur, MTs Nurul Kamal, dan MTs Bunayya Islamic School. Subjek penelitian terdiri atas kepala Madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru Bahasa Arab, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta analisis. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs Kabupaten Rejang Lebong telah menunjukkan perkembangan yang positif. Perbedaan yang ditemukan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dipengaruhi oleh kesiapan guru, kebijakan Madrasah, budaya Madrasah, serta pemahaman terhadap konsep Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam implementasinya, tentu menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan pemahaman guru mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan media pembelajaran yang mendukung penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Rejang Lebong telah terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang efektif, humanis, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi berbahasa Arab secara seimbang.