Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Pengungkapan Laporan Corporate Social Responsibility Pt Bank Mandiri (Persero), Tbk Tahun 2019-2021 Berdasarkan Standar Global Reporting Initiative Siburian, Sri Juliana; Rahmanti, Virginia Nur
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.394

Abstract

This study aims to analyze the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) activity of PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, in 2019-2021 based on the Global Reporting Initiative (GRI) standard. This study applies a qualitative approach involving secondary data from the company sustainability reports from 2019 to 2021. The results of this study indicate that, of the three categories required by the GRI standard (economic, social, and environmental), from 2019 to 2021, the company focused its disclosure in the financial category with a percentage of  92% and social category with a percentage of 43,3% but not in the environmental category with a percentage of 31% due to its low profile classification that has a relatively low impact on the environment. The company has reported its CSR activities in the sustainability report, separate from the annual report. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan laporan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Persero), Tbk tahun 2019-2021 dengan merujuk pada standar GRI (Global Reporting Initiative). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data sekunder berupa sustainability report dari tahun 2019-2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga kategori yang dipersyaratkan oleh GRI standar yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan , PT Bank Mandiri (Persero), Tbk dari tahun 2019-2021 memiliki fokus pengungkapan di dalam  kategori ekonomi dengan persentase sebesar 92% dan kategori sosial dengan persentase sebesar 43,3% dan kurang dalam pengungkapan kategori lingkungan dengan persentase sebesar 31%. Hal tersebut dikarenakan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk diklasifikasikan sebagai perusahaan low profiledampak yang relatif rendah terhadap lingkungan, sehingga persentase rata-rata pengungkapan di dalam kategori lingkungan sangat rendah. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk telah melaporkan kegiatan CSRnya di dalam sustainability report yang terpisah dari annual report.
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Kemandirian Siswa Usia Sekolah Dasar Dengan Metode Quantum Learning Prabowo, Daffa Satria; Nur Niansah, Atiqah Mufidah; Cahyaningrum, Destia Putri; Ananda, Salsabila Nurrin; Ilianis, Salsa Adilla; Rahmanti, Virginia Nur
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.92

Abstract

Kemandirian dan pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan anak-anak, salah satunya adalah kemampuan menjaga kesehatan diri mereka sendiri. Berdasarkan pada kondisi anak di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bima Sakti Kota Batu yang memiliki banyak permasalahan gigi, tim pengabdi melaksanakan program edukasi kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat meningkat. Program diterapkan dengan metode Quantum Learning yang diimplementasikan melalui program Dental Explorer, Journaling, dan Growth Game. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,53. Analisis hasil pengisian journaling menunjukkan lebih dari 90% anak dapat memahami cara pengisian jurnal dan peningkatan kemandirian dari segi menyikat gigi dan konsumsi makanan sehat. Hasil debris index anak meningkat menjadi lebih baik yaitu 0 orang berkategori buruk, 18 orang berkategori sedang, dan 29 orang berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, perubahan kemandirian menjadi lebih baik, serta peningkatan kebersihan gigi dan mulut yang dilihat dari menurunnya nilai debris index.
Governance Implementation in a Public-Private Partnership Project: Stakeholders’ Perspective Devi, Dias Shinta; Adib, Noval; Rahmanti, Virginia Nur
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i7.4395

Abstract

This study aims to evaluate the governance implementation of the MHPP Bintang Bano Project from the perspective of the involved stakeholders. This research uses a qualitative case study approach and stakeholder theory as an analytical framework. Data collection was carried out through interviews with eight informants and documentation. The data were analyzed using the Interactive Model. The evaluation focuses on six dimensions of governance: policy, regulation, institutional, stakeholder, transparency, and accountability. The findings indicate that the project has applied good governance principles across these six dimensions, however several challenges remain, such as the lack of regulatory integration across sectors, uncertainty in the electricity tariff setting, and the lengthy procurement process for the implementing private entity.
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Kemandirian Siswa Usia Sekolah Dasar Dengan Metode Quantum Learning Prabowo, Daffa Satria; Nur Niansah, Atiqah Mufidah; Cahyaningrum, Destia Putri; Ananda, Salsabila Nurrin; Ilianis, Salsa Adilla; Rahmanti, Virginia Nur
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.92

Abstract

Kemandirian dan pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan anak-anak, salah satunya adalah kemampuan menjaga kesehatan diri mereka sendiri. Berdasarkan pada kondisi anak di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bima Sakti Kota Batu yang memiliki banyak permasalahan gigi, tim pengabdi melaksanakan program edukasi kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat meningkat. Program diterapkan dengan metode Quantum Learning yang diimplementasikan melalui program Dental Explorer, Journaling, dan Growth Game. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,53. Analisis hasil pengisian journaling menunjukkan lebih dari 90% anak dapat memahami cara pengisian jurnal dan peningkatan kemandirian dari segi menyikat gigi dan konsumsi makanan sehat. Hasil debris index anak meningkat menjadi lebih baik yaitu 0 orang berkategori buruk, 18 orang berkategori sedang, dan 29 orang berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, perubahan kemandirian menjadi lebih baik, serta peningkatan kebersihan gigi dan mulut yang dilihat dari menurunnya nilai debris index.
Pendampingan dan Pelatihan Praktik Mudharabah dalam Kerja Sama Ternak Kambing di Lingkungan Kalikebo Kabupaten Blitar Subandi, Hendi; Adib, Noval; Rahmanti, Virginia Nur; Salsabila, Izzah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk respon dari peningkatan perkembangan ekonomi syariah yang sangat pesat di Indonesia adalah penerapan akad Mudharabah dalam aktivitas ekonomi. Akad mudharabah menggunakan metode bagi hasil dengan mekanisme yang berdasarkan pada prinsip syariah, keadilan, dan kesukarelaan. Metode bagi hasil sudah digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi, salah satunya pada kerjasama titip kambing yang dilakukan oleh masyarakat di lingkungan Kalikebo, Dusun Donomulyo, Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, metode bagi hasil pada kerjasama tersebut tidak sesuai dengan skema mudharabah. Selain itu perjanjian tersebut dilakukan secara lisan, sehingga rentan terjadinya kerugian pada salah satu pihak. Berdasarkan latar belakang tersebut, pengabdian ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang skema akad mudharabah, metode bagi hasil, dan pentingnya perjanjian secara tertulis sebagai mitigasi risiko kerugian. Sosialisasi dan pelatihan yang diberikan oleh akademisi serta pendampingan simulasi pembuatan kerjasama usaha titip kambing dengan akad mudharabah yang dilakukan oleh tim pengabdi merupakan metode dalam pengabdian ini. Selama rangkaian pelaksanaan pengabdian, masyarakat antusias dan aktif berdiskusi. Masyarakat lingkungan Kalikebo menyadari bahwa perjanjian lisan sangat berpotensi terhadap risiko kerugian di kemudian hari. Namun implementasi akad mudharabah secara tertulis akan dilakukan secara bertahap, karena masyarakat perlu beradaptasi mengingat perjanjian lisan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun.
Strengthening Fraud Prevention Through the Three Lines of Defense in Public Infrastructure Oversight Dirgantara, Deka Bayu; Prastiwi, Arum; Rahmanti, Virginia Nur
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51499

Abstract

This study examines the effectiveness of fraud prevention in the Directorate General of Infrastructure Financing at the Indonesian Ministry of Public Works using the Three Lines of Defense model. Employing a qualitative ethnomethodological approach, the research explores how actors in each line—the operational units, internal compliance, and internal auditors—perceive and perform their roles in everyday practices. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions with nine informants, representing each line equally. The analysis reveals that formal oversight structures are often interpreted and enacted through informal social norms, with coordination heavily reliant on interpersonal trust and ad hoc communication. The study identifies key challenges, including overlapping responsibilities, limited authority of the second line, and a lack of integrated procedures. Moreover, the findings highlight that the perception of fraud and internal control is shaped by collective social knowledge, which does not always align with institutional policies. This gap between formal frameworks and practical implementation undermines the overall effectiveness of fraud prevention mechanisms. The research suggests that aligning policy and practice requires developing cross-line standard operating procedures, empowering the second line structurally, fostering a culture of risk awareness, and institutionalizing collaborative forums to ensure coherent coordination. These strategies aim to reinforce not only structural integrity but also the social and cultural dimensions of internal oversight.