Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

COST [IN]EFFICIENCY DI BALIK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Sri Rahayu; Yudi Yudi; Rahayu Rahayu; Novrida Qudsi Lutfillah; Dian Purnama Sari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.20

Abstract

Abstrak - Cost [In]Efficiency di balik Kebakaran Hutan dan LahanTujuan Utama - Penelitian ini  bertujuan mengungkap realitas akuntansi dari persepsi masyarakat tentang penyebab dibalik terjadinya bencana berulang setiap musim kemarau.Metode - Data diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat Jambi yang terdampak langsung bencana, pengamatan dan telaah dokumen. Kearifan lokal Jambi “merun” atau “muhun” digunakan sebagai alat analisis data.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat menjadikan efisiensi biaya pembukaan lahan besar-besaran dibalik bencana ini. Bencana berdampak pada ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan. Budaya lokal masyarakat yang sangat menghargai alam ikut terkiki.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penindakan tegas terhadap oknum dibalik terjadinya kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan. Selain itu, akuntabilitas yang dibangun bukan hanya bersifat kalkulatif, tetapi menuju akuntabilitas holistik. Kebaruan Penelitian – Penyelidikan atas efisiensi biaya menjadi kebaruan atas penelitian ini. Abstract - Cost [In]Efficiency on Forest and Land FiresMain Purpose - This study aimed to reveal the accounting reality of people's perceptions about the causes behind repeated disasters every dry season.Method - The data were obtained from interviews with the Jambi community directly affected by the disaster, observations and document reviews. Jambi local wisdom “merun” or “muhun” was used as a data analysis tool.Main Findings – This study showed that most communities made the cost efficiency of the large-scale land clearing behind this disaster. Disasters had an impact on the economy, society, health and education. Farmers and the local culture of the people who respect nature were also being eroded.Theory and Practical Implications - Strict action against the person behind the occurrence of forest and land fires must be carried out. In addition, the accountability that was built was not only calculative but led to holistic accountability.Novelty - The investigation of cost efficiency was the novelty of this research.
KONSEP PENGELOLAAN DANA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BERBASIS NOSARARA NOSABATUTU Dian Purnama Sari; Sri Rahayu; Yudi Yudi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.06

Abstract

Abstrak: Konsep Pengelolaan Dana Jaminan Kesehatan Nasional Berbasis Nosarara Nosabatutu. Penelitian ini bertujuan menawarkan sebuah pembaharuan dari “akar” pengelolaan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Filosofi Nosarara Nosabatutu digunakan sebagai metode untuk membangun sebuah landasan baru yang lebih holistik dalam memenuhi kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Penelitian ini menghasilkan delapan komitmen dalam filosofi Nosarara Nosabatutu menjadi alat membangun sistem pengelolaan dana JKN yang baru. Diharapkan, JKN berbasis filosofi Nosarara Nosabatutu menghasilkan sebuah konsep pengelolaan dana yang baru sehingga jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat dalam semangat persaudaraan dan persatuan. Abstract: National Health Insurance Fund Management Concept Based on Nosarara Nosabatutu. This study aims to offer a renewal of the "roots" of managing the National Health Insurance (NHI) fund. Nosarara Nosabatutu's philosophy is used as a method for building a new foundation that is more holistic in meeting the needs of all interested parties. This research resulted in eight commitments in the Nosarara Nosabatutu philosophy to be a tool to build a new NHI fund management system. It is hoped that NHI based on the philosophy of Nosarara Nosabatutu will produce a new concept of fund management so that health insurance for all citizens in brotherhood and unity.
MAKNA BIAYA PADA RITUAL NGATURANG CANANG MASYARAKAT BALI Sri Rahayu; Yudi Yudi; Dian Purnama Sari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2016.12.7028

Abstract

Abstrak: Makna Biaya pada Ritual Ngaturang Canang Masyarakat Bali. Studi  ini  bertujuan  mengungkap makna pengeluaran uang pada ritual ngaturang canang oleh masyarakat Bali. Ngaturang canang merupakan ritual meletakkan banten kecil setiap pagi di tempat-tempat suci. Pengelompokan wujud budaya digunakan sebagai metode analisis. Hasil  penelitian menemukan bahwa setiap rumah tangga masyarakat Bali mengeluarkan biaya harian untuk membeli canang. Jumlah biaya tergantung kepada jumlah canang yang mengikuti jumlah merajan setiap keluarga.  Keluarga  tidak berusaha melakukan efisiensi dengan cara menghindari atau mengurangi jumlah canang. Masyarakat Bali memaknai biaya ritual canang bukan sebagai pengorbanan ekonomi, tetapi bermakna syukur untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyeimbangkan diri dalam kehidupan.Abstract: The Meaning of Cost in the Ngaturang Canang Ritual Bali. The study aims to reveal the meaning of spending in the Ngaturang Canang Ritual in Bali. Ngaturang Canang is a ritual of placing small offerings in the holy places every morning. Categorisation of cultural forms were utilised as analysis tools. The findings suggest that Balinese households spend some amount daily for the ritual according to the number of merajan in each family. The family never intends to reduce spending in the name of efficieny. The Balinese regards ritual cost of Canang not as economic spending, but as form of gratitude to bring one closer to God and to balance life.
UANG NAI': ANTARA CINTA DAN GENGSI Sri Rahayu; Yudi Yudi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.043 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6018

Abstract

Abstrak: Uang Nai’: Antara Cinta dan Gengsi. Studi ini bertujuan memahami doi menre atau uang Nai’ dalam Budaya Panai’ Bugis Makassar saat menentukan besaran uang belanja perkawinan. Analisis data menggunakan pola budaya perkawinan adat masyarakat Bugis yang dikemukakakan oleh Lamallongeng. Hasil penelitian menemukan fenomena tingginya uang Nai’, mahar dan sompa dipandang kaum muda Bugis dan orang luar sebagai bentuk harga. Lamaran dianggap transaksional antara kedua keluarga calon pengantin. Pandangan ini keliru, sebab nilai dibalik budaya panai’ merupakan bentuk penghargaan budaya Bugis terhadap wanita, siri’, prestise dan status sosial. Uang nai’ merupakan bentuk penghargaan keluarga pihak pria terhadap keluarga wanita karena telah mendidik anak gadisnya dengan baik. Abstract: Money of Na’i: Between Love and Prestige. This study is aimed to understand doi menre or money of Na’i at Panali’ culture of Bugis Makassar in determining amount of the wedding. The study used wedding culture pattern stated by Lamallongeng. The result shows that the higher of uang Nai’, dowry dan sompa have viewed by youth and society around as a form of price. Panai culture is a form of Bugis culture appreciation to the bride, siri’, prestige, and social status instead considered as a transactional between two families. Money of nai’ as an appreciation of groom family to bride because they have educated the woman as well.
Co-Authors Adriani Adriani Afrizal Aisyah Humairo Akbar Alfarisi Alviony Intania Anggun Iga Yuditiya Anisa Ayu L Anisya Ayu L Annisa Rahmadhani Aspihani Ahyat Az-zhara Shatila B, Sylvia Kartika Wulan Bambang Hermanto Bunga Ayu Wulandari Destipa Imelia Dhea Indah Arum Sari Dian Purnamasari Dinda Lestari Dwi Febri S Dwi Noerjoedianto Elsa Fandora Endah Sri Wahyuni Enggar Diah Puspa Arum Eri Noprianto Evi Hidayakh Felix Andrian Ferri Saputra T Fitrini Mansur Gowon, Muhammad Hamzah, Hamzah Harry Aprsiansyah Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hendra Dhermawan Sitanggang Ilham Wahyudi Indra Kharisma P Iqbal Kinanta Putra irasriadipura irasriadipura Jodion Siburian Junaidi Junaidi Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Kusnadewi Lestari Lia Anggraini M. Ridwan Marizha Dwi R Miftahul Jannah Misni Erwati, Misni MUHAMMAD ALI Muhammad Rafi Muhammad Ridwan Mukhzarudfa Nasution, Helmi Suryani Nella Permata S Netty Herawaty Novrida Qudsi Lutfillah Nur Rahmi Okta Adi Saputra Parassela Pangestu Poni Hasperi Praditia Eko Prasetyo Utomo Pranatalindo S R Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rainiyati Rainiyati Ratih Kusumastuti Rd. Halim Reni Yustien Renny Listiawaty Rico Wijaya Z Rita Friyani Rizki Ibnu Rahmad Salman Jumaili Salman Jumaili SAUDAGAR, FERDIAZ Shylvia Andriani Susfayetti Tiara Lilis Surya Tiara Utami Tifanny Tifanny Ummi Kalsum Widya Sari Wendry Wiralestari, Wiralestari Wiwiek Tiswiyanti Wiwik Tiswiyanti Yudi - Yudi Yudi Yudi Yudi Yudi Yudi Yudi Yudi Yuliana Yuliana Yuliana Yuliusman -