Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN ARTERI TERHADAP PENGARUH HAMBATAN SAMPING DIKOTA TARAKAN (Studi Kasus : Jalan Mulawarman) Achmad Zultan Mansur; Daud Nawir; Ariani Ariani
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.906

Abstract

Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktifitas samping segmen jalan. Banyaknya aktifitas samping jalan sering menimbulkan berbagai konflik yang sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan Mulawarman serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ruas jalan Mulawarman. Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dan program SPSS versi 16. Dari hasil perhitungan analisis regresi tentang hubungan hambatan antara kinerja jalan dengan hambatan samping di dapat satu model persamaan yang baik yaitu model linier pangkat, untuk hubungan kecepatan dengan hambatan samping, dan nilai R2 sebesar 0.659, untuk hubungan volume dengan hambatan samping. Faktor dominan dari hubungan kecepatan dengan hambatan samping dari yang pengaruhnya tinggi sampai pengaruhnya terendah adalah pejalan kaki, kendaraan lambat, kendaraan berhenti lalu kendaraan keluar masuk. Sedangkan faktor dominan dari hubungan volume lalu lintas dengan hambatan samping dari yang pengaruhnya tinggi sampai pengaruhnya terendah adalah  pejalan kaki, kendaraan lambat, kendaraan berhenti, kendaraan keluar masuk.
Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika melalui Integrasi Deep Learning sebagai Pendekatan Pembelajaran Adaptif di Era Digital Nurmala R; Achmad Zultan Mansur; Sirwanti Sirwanti; jusmawati jusmawati
Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar siswa, keterbatasan waktu guru, serta tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Kondisi ini menuntut adanya upaya pemberdayaan guru yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan kapasitas pedagogis melalui pemanfaatan teknologi yang relevan dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pendekatan penguatan kapasitas guru Sekolah Dasar dalam pembelajaran matematika melalui integrasi Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran adaptif di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelaahan dan sintesis literatur ilmiah yang relevan terkait Deep Learning, pendidikan matematika dasar, dan pemberdayaan guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning berpotensi mendukung guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih terpersonalisasi, mendeteksi kesulitan belajar siswa secara dini, serta mengurangi beban administratif melalui pemanfaatan sistem penilaian otomatis. Temuan ini menegaskan bahwa Deep Learning tidak berfungsi sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat pendukung yang memperkuat pengambilan keputusan pedagogis berbasis data. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, pendekatan ini dapat diimplementasikan melalui pelatihan literasi data, pendampingan pemanfaatan platform pembelajaran adaptif, serta penerapan model pembelajaran hibrida yang menempatkan guru sebagai fasilitator utama. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi program pengabdian yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Dasar secara berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Peran Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Mata kuliah K3) Dalam Meminimalisasi Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Makassar Taharuddin Taharuddin; Achmad Zultan Mansur; Sultan Sultan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1571

Abstract

Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pelabuhan merupakan sebuah keniscayaan, mengingat kompleksitas operasional dan potensi risiko tinggi yang melekat pada aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, serta interaksi berbagai pihak di area pelabuhan. Upaya ini harus melibatkan pendekatan holistik, dimulai dari penguatan regulasi dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap standar K3, hingga investasi teknologi, serta infrastruktur untuk mendukung lingkungan kerja yang aman. Pentingnya pelatihan dan edukasi berkelanjutan bagi seluruh pekerja pelabuhan, mulai operator alat berat, tenaga lapangan, hingga staf administrasi, tidak bisa ditawar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stakeholder pelabuhan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali informasi pada masing masing stakeholder yang beraktivitas di area pelabuhan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: a) Operator pelabuhan dalam hal ini pelindo tidak memiliki peran secara langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan, namun memiliki peran signifikan dan positif secara tidak langsung melalui subholden terkait; b) Otoritas Pelabuhan memiliki peran yang signifikan dan positif terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan; c) Perusahan bongkar muat memiliki peran signifikan dan positif terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan; d) Institusi pendidikan vokasi pelayaran memiliki peran yang signifikan dan positif terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan.Dengan demikian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa sebagian besar stakeholder yang terlibat pada kegiatan di pelabuhan memiliki tanggungjawab terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam rangka peningkatan kesadaran tentang K3 di Pelabuhan Perlu melibatkan stakeholder yang ada pada pelabuhan tersebut.