Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGUATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI SEKOLAH ALAM BAHASA INGGRIS Valentina Dyah Arum Sari; Restu Arini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11745

Abstract

Program Sekolah Alam Bahasa Inggris yang berlangsung di Desa Wisata Bambu, Jetis, Sleman dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan alam sekitarnya. Desa ini memiliki potensi sebagai tujuan wisata pendidikan, walaupun masih menghadapi tantangan dalam kesiapan sumber daya manusia, terutama terkait kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan melakukan eksplorasi lingkungan dan bermain dengan aktivitas edukatif, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai konteks. Partisipasi masyarakat serta dukungan dari fasilitator lokal sangat berkontribusi pada keberhasilan program ini. Metode pengajaran juga disesuaikan dengan berbagai gaya belajar seperti visual, auditori, membaca/menulis, dan kinestetik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya minat tinggi di kalangan orang tua serta peningkatan rasa percaya diri anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Orang tua pun memberikan masukan agar ditambahkan kegiatan edukatif lain serta keikutsertaan komunitas. Program ini tidak hanya memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris peserta tapi juga menciptakan peluang untuk keberlanjutan melalui pengembangan kader lokal dan cara belajar berbasis komunitas.
EMPOWERING LOCAL COMMUNITIES THROUGH COMMUNICATIVE ENGLISH TRAINING IN TOURISM VILLAGE Maknun, Lu'luil; Restu Arini; Valentina Dyah Arum Sari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 11: Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism village development in Central Java continues to drive economic growth; however, limited English proficiency among rural tourism actors restricts their ability to fully engage in global tourism opportunities. This community service program aimed to empower residents of Makukuhan Kembang Madu Tourism Village, Temanggung, through communicative English training tailored to real tourism interactions. A total of 35 participants aged 16–45, representing various tourism-related occupations, joined an eight-week training built upon Communicative Language Teaching (CLT) principles. Contextual materials, including product storytelling, homestay communication, and mock tour-guiding, were integrated with local cultural content to foster identity expression and relevance to community livelihoods. Mixed evaluation methods, comprising pre- and post–assessments, classroom observations, and informal interviews, were employed to examine the outcomes. Results showed notable improvement in functional speaking skills, vocabulary recall, and participant confidence, confirmed by increased willingness to interact with simulated foreign tourists and use English to promote local products. Learners also reported increased cultural pride and a greater readiness to engage in tourism-related entrepreneurship. The findings highlight that community-based, context-driven English training can significantly enhance communication competence and socio-economic preparedness in rural tourism settings. Sustainability efforts include continued volunteer-led learning sessions and community learning resources. Future programs are recommended to extend their duration, apply differentiated instruction, and incorporate digital learning support to further strengthen long-term empowerment and tourism competitiveness in the region.
PENGUATAN SELF-AWARENESS DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK DAN REMAJA MELALUI PEMBELAJARAN REFLEKTIF Restu Arini; Indah Susilawati; Valentina Dyah Arum Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran diri (self-awareness) merupakan fondasi penting dalam pengembangan pribadi, sosial, dan emosional remaja. Individu dengan tingkat kesadaran diri yang baik cenderung mampu mengelola emosi, membangun relasi positif, dan mengambil keputusan yang tepat. Namun, di kalangan remaja Indonesia, pengembangan self-awareness masih kurang mendapat perhatian, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mendorong refleksi diri dan pengelolaan emosi secara konstruktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan self-awareness dan kecerdasan emosional remaja melalui pendekatan reflective learning di TPA Masjid Fathul Bayan, Yogyakarta. Metode pelaksanaan menggunakan lima pos pembelajaran reflektif, yaitu pengenalan minat, penampilan keterampilan individu, pembuatan konten inspiratif, refleksi pengalaman belajar, dan diskusi tantangan pribadi. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta berusia 7–13 tahun selama enam jam dalam format rotasi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dari 68% menjadi 92% serta peningkatan kepercayaan diri, empati, dan kemampuan mengenali emosi diri. Peserta juga menunjukkan kemampuan mendeskripsikan pengalaman (reporting), menanggapi secara emosional (responding), mengaitkan pengalaman dengan nilai (relating), menalar secara logis (reasoning), dan merencanakan perbaikan diri (reconstructing). Temuan ini menunjukkan bahwa reflective learning efektif diterapkan di lingkungan pendidikan nonformal untuk menumbuhkan kesadaran diri dan kecerdasan emosional remaja.