Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERSPEKTIF AL-QURAN DALAM MENANGGAPI ASPEK GENDER Abdul Munim Amaly; Aam Abdussalam
Jurnal Al Burhan Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.782 KB) | DOI: 10.58988/jab.v1i1.6

Abstract

Dalam Al-Quran tidak secara langsung menyatakan kesetaraan gender, terutama dalam menyatakan aspek-aspek apa saja yang menjadi pokok pembahasan kesetaraan gender. Oleh karena itu kajian yang dilakukan penulis dengan menggunakan metode tematik digital Al-Quran bertujuan untuk mencari aspek kesetaraan gender dalam perspektif Al-Quran. Dengan mengkaji setiap ayat tentang term laki-laki, perempuan dan sinonim dari kata tersebut, ditemukan 19 ayat yang sama dari term laki-laki dan perempuan dan 3 ayat dari term wanita. Dari analisis ayat-ayat tentang term Laki-laki, Perempuan dan Sinonim yang berkaitan, dapat disimpulkan bahwa kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dapat dibagi ke dalam beberapa aspek, pertama, aspek kesetaraan dalam menjadi saksi, kedua, aspek kesetaraan mendatangkan saksi atau hakam, ketiga, aspek kesetaraan mendapatkan balasan yang setimpal, keempat, aspek kesetaraan mendapatkan pasangan, kelima, aspek kesetaraan potensi, keenam, aspek kesetaraan mendapatkan warisan, ketujuh, aspek kesetaraan kesesuaian jodoh.
Model Pembinaan Akhlak di Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pembelajaran PAI di PTU Much. Imam Rofi’ Rizqi; Syahidin Syahidin; Aam Abdussalam
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.384 KB)

Abstract

Moral decadence is a matter of concern among students or young people today. Behavior that is far from religious teachings, such as drinking, brawls, free sex, abortion, drugs, is something that worries many people, especially parents. Among the factors are technological advances, the environment and lack of parental supervision and lack of instilling religious teachings in their children. At first the learning environment is formed from small groups, namely families, it will give birth to a person's character. In general, if the family environment is good, then noble character will be created and vice versa. In addition to the family environment, there is also another environment that helps shape and foster students' morals formally, namely the school environment. In public schools, including at the public higher education (PTU) level, moral education is taught formally through Islamic Religious Education (PAI) courses. The goal is that students are able to practice religious teachings correctly and consistently. The two environments above do not seem to be sufficient to produce graduates who are able to integrate religious teachings with their respective disciplines, therefore it is necessary to find a learning environment that is able to integrate the understanding of religious teachings according to their respective expertise. The environment is that the student boarding school environment is thought to be able to integrate the values of religious teachings obtained from the family and school environment. This study took the object at the Al-Jihad Student Islamic Boarding School Surabaya. Through a qualitative research approach, it was found that this pesantren has approaches, strategies, methods, techniques in guiding its students to have good character. Al-Jihad Islamic Boarding School uses salafiyah-based learning and integrates it with a modern approach. The educational material examines various books from the salaf and modern scholars and integrates them into a learning model. From this learning model, it is hoped that students and graduates will be able to answer problems according to the challenges of the times. The learning model in Al-Jihad is through habits, such as community service, mutual cooperation, tahajjud, and other practices so that they get used to the good things after completing education at Islamic boarding schools and can feel the benefits.
NILAI-NILAI AKHLAK DALAM KOMUNIKASI EDUKATIF AYAH-ANAK DI DALAM AL-QURAN (Studi Tematis Terhadap Kisah Āzar-Nabi Ibrāhīm, Nabi Ibrāhīm-Nabi Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Nabi Yūsuf) Fitri Hardiyanti; Aam Abdussalam; Elan Sumarna
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.716 KB) | DOI: 10.17509/t.v2i2.3449

Abstract

Pengembangan Karakter Religius Peserta Didik Berbasis Keteladanan Guru Dalam Pembelajaran PAI Muchamad Rifki; Sofyan Sauri; Aam Abdussalam; Udin Supriadi; Miptah Parid
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3597

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru di Sekolah. Hal ini berangkat dari sebuah pandangan bahwa kesuksesan dalam mengembangkan nilai-nilai karakter religius pada suatu proses pendidikan tidak dapat dilepaskan daripada keteladanan yang diberikan oleh guru terhadap para peserta didik. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif dengan metode yang dipakai adalah studi kasus (case study). Kemudian pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sementara analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analisis. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa di Sekolah, pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru ini ditunjukkan dengan adanya pengembangan terhadap nilai-nilai yang mengarah pada pembentukan karakter religius peserta didik, seperti sikap taat melaksanakan ibadah, berprilaku baik sesuai ajaran agama, berbicara dengan santun dan saling menghormati dengan sesama warga sekolah. Kemudian pengembangan karakter religius tersebut dilakukan oleh ketika guru berada di dalam maupun di luar kelas, dan juga dengan memanfaatkan komunikasi verbal dan juga non verbal.