Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Widya Dharma

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X SMA SWASTA DI JAKARTA SELATAN Paramastuti, Laurensia Lindi; Ajisuksmo, Clara R. P.
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5913.843 KB)

Abstract

Menentukan karier di masa depan merupakan togas perkembangan para remaja. Kematangan karier pada remaja ditandai dengan kemampuan dalam menentukan sikap dan kompetensi terhadap karier. Dalam proses menuju kematangan karier, siswa SMA memerlukan bimbingan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bimbingan karier ditujukan untuk membantu para siswa memahami kebutuhan, tujuan masa depan dan langkah-Iangkah yang tepat untuk mencapainya. Melalui pengisian Kuesioner Kematangan Karier dan focus group discussion (FGD), ditemukan tingkat kematangan karier yang bervariasi pada 65 orang siswa kelas X. Berdasarkan FGD dengan 2 kelompok siswa dan wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan yang efektif diterapkan bagi siswa. Sementara itu, juga terdapat peran guru BK yang butuh dikembangkan agar lebih efektif untuk ditcrapkan, seperti penentuan tujuan masa depan yang perlu dilakukan sedini mungkin. Hasil tersebut menunjukkan babwa para siswa membutubkan bimbingan yang efektif dalam mengidentifikasi masalah karier dan langkah-Iangkah yang tepat dalam menentukan karier. Untuk dapat memenuhi keburuban siswa, guru BK perlu meningkatkan pengetahuan ten tang perkembangan karier remaja dan keterampilan menginlplementasikan program pengembangan karier.
GAMBARAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR SISWA TUNARUNGU Hutami, Priska Ayuningdiah; Ajisuksmo, Clara R. P.; Tunjungsari, Harini
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7200.213 KB)

Abstract

Penelitiau ini bertujuau untuk mengindentifikasi kompetensi pedagogik guru dalam melakukan pengajarau Wltuk siswa tunarungu. Penelitiau dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta yaug merupakan sekolah reguler, namun memililci beberapa siswa tunarungu. Pendekatau yang digWlakau adalah pendekatau kuantitatif dan kualitatif. Dalam pengurnpulan data, peueliti meuyebarkan kuesioner kepada 17 guru untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi pedagogik mereka dalam melakukan pengajaran untuk siswa tuna rungu. Selain ito peneliti juga melakukan observasi, wawaucara dengan kepala sekolah sehubungan dengan kompetensi guru dalam mengajar siswa touarungu, dan wawancara kelompok dengan 3 orang guru yang teridentifikasi sebagai guru yang memililci kompetensi pedagogik tingkat rendah dan sedang dalam mengajarsiswa tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% guru memililci kompetensi pedagogik tingkat sedang dalam mengajar siswa tunarungu. Hal illi dikarenakan kurangnya pengetahuan guru mellgenai karakteristik siswa twlarungu, yang berpengarub terhadap prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, penggunaan media teknologi dan illformasi, memfasilitasi siswa tnnarungu untuk meningkatkan kemampuan belajar, komunikasi yang empatik dan efektif, serta pemberian unlpan batik dan evaluasi untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa tunarungu.
GAMBARAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR SISWA TUNARUNGU Priska Ayuningdiah Hutami; Clara R. P. Ajisuksmo; Harini Tunjungsari
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiau ini bertujuau untuk mengindentifikasikompetensi pedagogik guru dalam melakukan pengajarauWltuk siswa tunarungu. Penelitiau dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta yaug merupakan sekolah reguler, namun memililci beberapa siswa tunarungu. Pendekatau yangdigWlakau adalah pendekatau kuantitatif dan kualitatif. Dalam pengurnpulan data, peueliti meuyebarkan kuesioner kepada 17 guru untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi pedagogik mereka dalam melakukan pengajaran untuk siswa tuna rungu. Selain ito peneliti juga melakukan observasi, wawaucara dengan kepala sekolah sehubungan dengan kompetensi guru dalam mengajar siswa touarungu, dan wawancara kelompokdengan 3 orang guru yang teridentifikasi sebagai guru yangmemililci kompetensi pedagogik tingkat rendah dan sedang dalam mengajarsiswa tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% guru memililci kompetensi pedagogik tingkat sedang dalam mengajar siswa tunarungu. Hal illi dikarenakan kurangnya pengetahuan guru mellgenai karakteristik siswa twlarungu, yang berpengarub terhadap prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, penggunaanmedia teknologi dan illformasi, memfasilitasi siswa tnnarunguuntuk meningkatkan kemampuan belajar, komunikasi yang empatik dan efektif, serta pemberian unlpan batik dan evaluasi untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa tunarungu.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X SMA SWASTA DI JAKARTA SELATAN Laurensia Lindi Paramastuti; Clara R. P. Ajisuksmo
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menentukan karier di masa depan merupakan togas perkembangan para remaja. Kematangan karier pada remaja ditandai dengan kemampuan dalam menentukan sikap dan kompetensi terhadap karier. Dalam proses menuju kematangan karier, siswa SMA memerlukan bimbingan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bimbingan karier ditujukan untukmembantu para siswa memahami kebutuhan, tujuan masa depan dan langkah-Iangkah yang tepat untuk mencapainya. Melalui pengisian Kuesioner Kematangan Karier dan focus group discussion (FGD), ditemukan tingkat kematangan karier yang bervariasi pada 65 orang siswa kelas X. Berdasarkan FGD dengan 2 kelompok siswa dan wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan yang efektif diterapkan bagi siswa. Sementara itu, juga terdapat peran guru BK yang butuh dikembangkan agar lebih efektif untuk ditcrapkan, seperti penentuan tujuan masa depan yang perlu dilakukan sedini mungkin. Hasil tersebut menunjukkan babwa para siswa membutubkan bimbingan yang efektif dalam mengidentifikasi masalah karier dan langkah-Iangkah yang tepat dalam menentukan karier. Untuk dapat memenuhi keburuban siswa, guru BK perlu meningkatkan pengetahuan ten tang perkembangan karier remaja dan keterampilan menginlplementasikan program pengembangan karier.