Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISA KONSENTRASI REAKTAN TERHADAP PRODUK GAS HIDROGEN PADA REAKSI HIDROLISIS KOMPOR BERBAHAN BAKAR LIMBAH KALENG BEKAS Sukadi Sukadi
Jurnal Inovator Vol 4 No 2 (2021): Analisa Kinerja Mesin
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v4i2.171

Abstract

Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh alam seperti logam, plastik dan kaca. Limbah bagi kota Jambi adalah suatu permasalahan yang belum terselesaikan sampai saat ini. Salah satu contoh jenis limbah logam yang dapat dikelola adalah Aluminium seperti kemasan kaleng minuman bekas. Salah satu cara teknologi yang dapat dikembangkan untuk mengolah limbah Aluminium kemasan kaleng minuman bekas (soft drink) tersebut adalah dengan cara daur ulang. Metode yang bisa digunakan adalah dengan proses hidrolisis untuk menghasilkan gas hydrogen sebagai bahan bakar kompor. Proses hidrolisis dilakukan dengan mencampurkan Natrium Hidroksida, Alumunium, dan Air. analisa komposisi Aluminium, Air dan Natrium Hidroksida (NaOH) dilakukan untuk menghasilkan gas hidrogen secara maksimal dengan volume reaktor yang tetap. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan volume gas H₂ yang terbentuk, tekanan dan temperatur tertinggi (130 l, 200 psi dan 100°C) dengan penggunaan reaktan maksimal yaitu alumunium dari limbah kaleng 400 g dan NaOH 4N. NaOH berfungsi sebagai katalis dalam reaksi aluminium dan air membentuk NaAl (OH)₄ yang melepas gas hydrogen dalam reaksi eksoterm.
Perancangan Tabung Reaktor pada Kompor Berbahan Bakar Kaleng Bekas Sukadi .; Hilda Porawati
Jurnal Inovator Vol 2 No 2 (2019): Peningkatan Kemanfaatan Produk
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.791 KB) | DOI: 10.37338/ji.v2i2.70

Abstract

Salah satu contoh jenis sampah logam yang dapat dikelola adalah Alumunium seperti kemasan kaleng minuman ringan bekas. Salah satu cara teknologi yang dapat dikembangkan untuk mengolah sampah kemasan kaleng minuman ringan bekas (soft drink) tersebut adalah dengan cara daur ulang. Proses daur ulang yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan proses hidrolisis yaitu mencampurkan air, NaOH dan potongan kaleng bekas. Proses hidrolisis membutuhkan komponen utama yaitu berupa reaktor hidrolisis. Dalam penelitian ini telah dirancang reaktor hidrolisis untuk produksi gas hidrogen dengan desain tekanan operasional 300 psi, dimensi reaktor adalah diameter 300 mm x 600 mm tinggi. Ketebalan dinding 1,21 mm. dan material reaktor dari plat JIS G 3116.
Pengelolaan Limbah Kantong Plastik Menjadi Bahan Bakar Menggunakan Pirolisis di Lingkungan RT.55 Jelutung  Jambi Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Dhany Murtono
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v2i1.70

Abstract

Kantong Plastik merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bentuk kantong plastik. Limbah kantong plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius apabila tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Masyarakat Rt.55 selama ini mengelola kantong plastik hanya dengan membuangnya ke tempat pembuangan sampah yang disediakan disetiap wilayah lingkungan RT. Solusi pengelolaan limbah kantong plastik yang efektif adalah melalui metode pirolisis. Pirolisis merupakan proses dekomposisi yang terjadi pada suatu bahan yang berada pada suhu tinggi tanpa adanya udara dan tidak menimbulkan efek pencemaran lingkungan. Metode ini mampu mengubah limbah kantong plastik menjadi bahan bakar minyak yang lebih bernilai guna. Keterbatasan informasi mengenai pengelolaan limbah kantong plastik untuk menghasilkan bahan bakar minyak yang bernilai guna menjadi pendorong team PKM untuk melakukan pelatihan dan demonstrasi pengelolaan limbah kantong plastik dengan pirolisis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan metode pirolisis dalam pengelolaan limbah kantong plastik dengan melibatkan warga masyarakat RT 55 Jelutung Jambi. Hasil penelitian mengajak masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan, tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga sebagai upaya pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Rancang Bangun Mesin Pengolah Pupuk Berbahan Organik Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.306

Abstract

Semakin meningkatnya produksi pertanian, maka dibutuhkan mesin untuk meningkatkan produksi pupuk. Penggunaan mesin diperlukan untuk mengolah pupuk organik. Dengan adanya mesin pengolah pupuk, maka petani akan terbantukan untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan pupuk.Pada penelitian ini, mekanisme mesin menggunakan komponen alat utama yaitu gearbox, adaptor, motor bensin, pulley, v-belt dan shaft. Ketinggian rangka mesin yang dibuat sebesar 70 cm dengan tujuan untuk keamanan dan kenyaman pengguna dalam menggunakan mesin. Untuk ukuran hopper yang dibuat dengan ukuran p x l sebesar 50 cm x 50 cm. Ketinggian depan hopper sebesar 12 cm dan ketinggian belakang hopper sebesar 8 cm, serta kemiringan hopper sebesar 4,57 cm. Berdasarkan pengamatan dari uji kinerja alat, didapatkan hasil bahwa mesin pengolah pupuk dapat menghasilkan pupuk sebesar 5 kg dalam waktu 15 menit. Adapun olahan pupuk organik berupa kotoran ternak, jerami, arang sekam dan air. Dengan adanya mesin pengolah pupuk organik, permasalahan para petani dapat terselesaikan dengan mesin yang telah dibuat dan di uji kinerja nya.
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT SEBAGAI KATALIS PADA PROSES PIROLISIS LIMBAH KANTONG PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Azay Maulana
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4022

Abstract

Abstract: The continuous use of plastic bags has become one of the main causes of environmental pollution, especially due to non-biodegradable plastic bags. Efforts to convert plastic waste into fuel represent a potential solution to reduce waste accumulation and provide an alternative energy source. Pyrolysis is a thermal decomposition process of organic materials in the absence of oxygen, which can produce gas, oil, and solid residue (char). To improve the efficiency and selectivity of pyrolysis products, the addition of a catalyst is essential. This study aims to examine the effect of adding zeolite as a catalyst on the pyrolysis results of plastic bags, focusing on oil yield and the effect of varying durations in the pyrolysis process. The weight of plastic bag waste used was 1 kg, while the catalyst used was 10% of the plastic weight. The durations tested were 1 hour, 1 hour 15 minutes, 1 hour 30 minutes, 1 hour 45 minutes, and 2 hours. The test results showed that the longer the pyrolysis duration, the greater the oil yield obtained. However, when considering the use of zeolite as a catalyst, the oil yield from the pyrolysis process with zeolite catalyst was lower compared to pyrolysis without a catalyst. Keywords: Plastic Bag Waste, Pyrolysis, Catalyst, Oil Yield Abstrak: Penggunaan kantong plastik secara terus menerus telah menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan, terutama kantong plastik yang bersifat non-biodegradable. Upaya pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar merupakan solusi potensial dalam mengurangi akumulasi limbah serta menyediakan alternatif sumber energi. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal bahan organik tanpa kehadiran oksigen, yang dapat menghasilkan gas, minyak, dan residu padat (char). Untuk meningkatkan efisiensi dan selektivitas produk pirolisis, penambahan katalis sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan zeolit sebagai katalis terhadap hasil pirolisis kantong plastik, dengan fokus pada yield minyak serta pengaruh lama waktu pada proses pirolisis. Berat limbah kantong plastik yang digunakan sebesar 1 kg. Sedangkan katalis yang digunakan sebesar 10% dari berat plastik. Lama waktu yang digunakan selama 1 jam, 1 jam 15 menit, 1 jam 30 menit, 1 jam 45 menit  serta 2 jam. Hasil pengujian didapat bahwa semakin lama waktu pirolisis semakin banyak hasil minyak yang didapat. Ditinjau dari penggunaan katalis zeolit, hasil minyak yang didapat pada proses pirolisis dengan menggunakan katalis zeolit lebih sedikit dibanding dengan pirolisis tanpa menggunakan katalis. Kata kunci: Limbah Kantong plastik, Pirolisis, Katalis, Hasil Minyak.
MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Yoga Saputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4536

Abstract

Abstract:  Palm oil farmers utilize oil palm frond waste, where the fronds can serve as a source of feed for cattle and goats, as well as a medium for compost fertilizer. However, the processing is still done manually and traditionally. Based on this condition, a designer came up with the idea to create a palm frond shredding machine, which consists of cutting blades and shredding blades, aimed at assisting the shredding process. The machine includes several components to support the shredding process, such as a cutting blade disc, a shaft, and a fan plate. It is equipped with a total of 38 blades, comprising 4 cutting blades and 34 shredding blades. The shredding blades are 21.5 cm long, while the cutting blades are 20 cm in length. All blades are made from automotive spring steel, making them strong and suitable for use as cutting tools in a palm frond shredding machine. The output produced by this machine is well-processed and helps farmers in the palm frond shredding process for composting purposes. It also supports environmentally friendly frond processing. Based on testing, the machine operating at 1455 rpm yielded better results in terms of time and shredding quality compared to the 1346 rpm rotation speed. Keyword: Palm fronds, shredding machine, shredding blade, rotation speed. Abstrak: Para petani sawit memanfaatkan limbah pelepah sawit  dimana pelepah bisa menjadi sumber pakan ternak sapi maupun kambing dan juga bisa menjadi media untuk dijadikan pupuk kompos. Namun proses pengolahannya masih secara manual dan tradisional. Berdasarkan hal tersebut perancang melakukan ide untuk membuat suatu mesin pencacah pelepah sawit yang mana terdiri dari pisau potong dan pisau pencacah, yang nantinya akan membantu proses pencacahan dari sebuah mesin pencacah pelepah sawit. Mesin tersebut memiliki beberapa komponen dalam membantu proses cacahan diantaranya yaitu piringan pisau potong, poros dan plat kipas.  Mesin ini memiliki jumlah pisau sebanyak 38 buah diantaranya terdiri dari 4 pisau potong dan 34 pisau pencacah. Pisau pencacah memiliki panjang 21,5 cm kemudian untuk pisau potongnya memiliki panjang 20 cm, dan pisau itu sendiri terbuat dari bahan pegas mobil yang tentunya kuat untuk digunakan sebagai mata pisau dari mesin pencacah pelepah sawit. Dan hasil yang didapatkan mesin pencacah tersebut terolah secara sempurna, dan membantu petani untuk melakukan proses pencacahan pelepah sawit guna pupuk kompos, serta membantu para petani dalam mencacah pelepah sawit yang ramah lingkungan. Hasil pengujian dari data yang diperoleh pada putaran 1455 rpm memiliki hasil yang lebih baik dalam hal waktu dan cacahan dibanding dengan putaran pada 1346 rpm. Kata kunci : Pelepah sawit, mesin pencacah, pisau pencacah, putaran
OPTIMALISASI PISAU MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5770

Abstract

Abstract : Oil palm fronds are an abundant plantation waste with strong potential to be utilized as raw material for compost, animal feed, and biomass. This study aims to optimize the performance of chopping blades in an oil palm frond chopping machine in order to obtain uniform chopping results and improve machine efficiency. The methods used include variations in blade shape, cutting angle, number of blades, and shaft rotational speed. The observed parameters include chopping capacity, size of chopped material, energy consumption, and blade wear rate. The machine consists of several components that support the chopping process, including a cutting blade disc, shaft, and fan plate. The machine is equipped with a total of 25 blades, consisting of 4 cutting blades and 21 chopping blades. The results show that certain blade design combinations with optimal cutting angles and rotational speeds can increase chopping capacity and produce more uniform chopped sizes with lower energy consumption compared to horizontal chopping blades. The optimization of the chopping blades is expected to improve the performance of the oil palm frond chopping machine and support the sustainable utilization of plantation waste. Keywords: oil palm fronds, chopping machine, chopping blades, optimization, plantation waste Abstrak: Pelepah kelapa sawit merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya melimpah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak, maupun biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja pisau pencacah pada mesin pencacah pelepah sawit guna memperoleh hasil cacahan yang seragam serta meningkatkan efisiensi kerja mesin. Metode yang digunakan meliputi variasi bentuk pisau, sudut potong, jumlah pisau, dan kecepatan putar poros. Parameter yang diamati meliputi kapasitas pencacahan, ukuran hasil cacahan, konsumsi energi, dan tingkat keausan pisau. Mesin tersebut memiliki beberapa komponen dalam membantu proses cacahan diantaranya yaitu piringan pisau potong, poros dan plat kipas. Mesin ini memiliki jumlah pisau sebanyak 25 buah diantaranya terdiri dari 4 pisau potong dan 21 pisau pencacah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi desain pisau tertentu dengan sudut potong dan kecepatan putar yang optimal mampu meningkatkan kapasitas pencacahan serta menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam dengan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan dengan pisau pencacah mendatar. Optimalisasi pisau pencacah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja mesin pencacah pelepah sawit serta mendukung pemanfaatan limbah perkebunan secara berkelanjutan. Kata kunci: pelepah sawit, mesin pencacah, pisau pencacah, optimalisasi, limbah perkebunan