Articles
Pengaruh Non-Performing Financing Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia
Aiman Aiman;
Bambang Sutrisno
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 4, No 1 (2020): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/rab.040155
Latar Belakang: Profitabilitas merupakan ukuran kemampuan suatu perusahaan dalam mendapatkan laba. Perolehan laba akan berpengaruh pada seberapa besar kemampuan bank dalam mengelola dana investasi dengan menggunakan aset produktifnya. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan industri keuangan yang berprinsip syariah, akan tetapi perbankan syariah di Indonesia memiliki tantangan terkait pembiayaan bermasalah atau dikenal dengan non-performing financing yang masih relatif tinggi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh non-performing financing (NPF) pembiayaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia periode 2014-2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan sifat asosiatif. Sampel penelitian sebanyak 7 (tujuh) bank umum syariah dengan menggunakan teknik purposive sampling.Metode Penelitian: Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah regresi data panel dengan model common effect.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara parsial NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Temuan ini tetap konsisten walaupun menggunakan proksi profitabilitas yang lain.Keterbatasan Penelitian: Dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah periode penelitian yang digunakan hanya 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2014 sampai 2018 dan variabel yang digunakan dalam penelitian adalah NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah.Keaslian/Novetly Penelitian: Penelitian ini fokus pada NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah. Peneltian sebelumnya hanya focus pada satu pembiayaan saja, dan belum ada penelitian yang menggunakan dengan beberapa pembiayaan sebagai perbandingan.
COVID-19 and Corporate Cash Holdings in Indonesia
Bambang Sutrisno
Indonesian Financial Review Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : YPPP AL-AMSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.207 KB)
|
DOI: 10.55538/ifr.v1i1.2
The COVID-19 outbreak highly affected the continuity of public firms. Cash holding decisions are one of the captivating issues in the corporate finance area during the COVID-19 pandemic. This study examines the difference in cash holding levels before and after the COVID-19 pandemic. Public firms included in the LQ45 index are examined. By employing a paired-samples t-test, the results show a significant difference in cash holding level before and after the COVID-19 pandemic exists. This result supports the precautionary motive for saving cash amid the COVID-19. This study implies that the managers should increase the cash holding level during the COVID-19 pandemic.
RESPON JANGKA PENDEK PASAR SAHAM INDONESIA TERHADAP PERISTIWA POLITIK
BAMBANG SUTRISNO
SMART Management Journal Vol 2, No 1 (2021): SMART Management Journal
Publisher : Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.755 KB)
|
DOI: 10.53990/smj.v2i2.133
This study is entitled the short-term response of the Indonesian stock market to political events. This study aims to analyze the market reaction to the holding of the presidential election of the Republic of Indonesia which took place in 2019. The researcher uses the literature study method, which is used to observe the information content of a political event that occurs. This study is also intended to examine the difference in the effect of presidential election events on companies under government control and private companies. The research object used is 437 companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The results of the research show that abnormal returns are negative the day before the election, then a reversal occurs the day after the election, where the abnormal return value increases and becomes positive, this shows that investors are confident that the presidential election is going well. The results of this study also show that companies under government control are more likely to feel the effects of the presidential election event than private companies.
The Impact of Perceived Organizational Support and Job Involvement To Employee Loyalty in Pt. Bank Rakyat Indonesia of Kebayoran Baru Branch Office
Nur Asni Gani;
Hilwah Farhati;
Andry Priharta;
Darto Darto;
Bambang Sutrisno
Business and Entrepreneurial Review Vol. 21 No. 2 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.672 KB)
|
DOI: 10.25105/ber.v21i2.10612
The purpose of this study is to measure the impact of Perceived Organizational Support and Job Involvement on Employee Loyalty at PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), the Kebayoran Baru Branch office. The research method is quantitative with data collection through a survey using Google Forms distributed to employees of PT. Bank BRI Kebayoran Baru branch office with a total population of 193 and determining a sample with the Slovin formula as many as 45 respondents. The results showed that Perceived Organizational Support had an impact on employee loyalty and job involvement had an impact on employee loyalty. This research implies that PT. Bank BRI provides support to employees and involves employees in company activities, so that employees feel involved, and creates employee loyalty at Bank BRI Kebayoran Baru branch office.
Hubungan Cash Holding dan Nilai Perusahaan di Indonesia
Bambang Sutrisno
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.443 KB)
|
DOI: 10.24815/jdab.v4i1.6340
This paper aims to examine the effect of cash holding on firm value in Indonesia. This study tested empirically for the existence of a linear relationship between cash holding and firm value. Then the study examines whether or not a quadratic relationship exists. A total of 115 manufacturing firms listed on the Indonesia Stock Exchange from 2010 to 2014 were examined. This study employs panel regression with fixed effect model. The results show that a linear relationship exists between cash holding and firm value. However, a quadratic relationship does not appear between cash holding and firm value of Indonesian manufacturing firms. Thus, the result of this study supports pecking order theory
Tata Kelola Internal Perusahaan dan Risiko Jatuhnya Harga Saham Perbankan di Indonesia
Bambang Sutrisno;
Luqman Hakim;
Azimah Hanifah;
Aditya Anggana
Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 6 No 1: Maret 2023
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33753/madani.v6i1.249
Stock price crash risk is defined as the risk of an extreme decline in stock prices. Stock price crash risk destroys the value of investors' portfolios and significantly affects their wealth. A number of literatures find that corporate governance systems can reduce stock price collapse risk. Departing from previous literature, there has been no study of the influence of internal corporate governance on stock price crash risk in the banking sector, especially in developing countries like Indonesia where the banking sector is a very crucial sector in driving Indonesia's economic growth. This study uses panel data on conventional banks listed on the Indonesia Stock Exchange from 2013 to 2020. This study employs panel regression analysis with a fixed effect estimator. The results show that the proportion of independent commissioners has a negative and significant effect on stock price crash risk of conventional banks in Indonesia. Gender diversity has a positive but not significant effect on stock price collapse risk. Institutional ownership has a negative and significant impact on stock price crash risk. The audit committee has a negative and significant effect on the stock price crash risk. For the regression estimation results on the control variable, firm size has a negative and significant effect on stock price crash risk. Return on assets shows a negative and significant effect on stock price crash risk. Meanwhile, leverage has a positive and insignificant effect on stock price collapse risk Abstrak Risiko jatuhnya harga saham didefinisikan sebagai risiko penurunan harga saham yang ekstrim. Risiko jatuhnya harga saham menghancurkan nilai portofolio investor dan secara signifikan memengaruhi kekayaan mereka. Sejumlah literatur menemukan bahwa sistem tata kelola dapat mengurangi risiko jatuhnya harga saham. Berangkat dari literatur sebelumnya, belum ada kajian tentang pengaruh tata kelola internal perusahaan terhadap risiko jatuhnya harga saham pada sektor perbankan, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia dimana sektor perbankan merupakan sektor yang sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini menggunakan data panel pada bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari 2013 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan analisis regresi panel dengan estimator fixed effect. hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham bank konvensional di Indonesia. Keberagaman gender berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Komite audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Untuk hasil estimasi regresi pada variabel kontrol, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Return on assets menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Sementara itu, leverage berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap risiko jatuhnya harga saham. Kata Kunci: Keberagaman Gender, Kepemilikan Institusional, Komite Audit, Proporsi Komisaris Independen, Risiko Jatuhnya Harga Saham
DOES THE MARKET REACT TO A NEW ISLAMIC INDEX AMID THE COVID-19 PANDEMIC IN INDONESIA?
Bambang Sutrisno;
Jaharuddin Jaharuddin;
Masruri Muchtar;
Ahmad Rodoni
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v2i1.13554
In collaboration with the Sharia Economic Community (MES), Indonesia Stock Exchange (IDX) launched a new Islamic index called IDX-MES BUMN 17 on 29 April 2021. This study aims to investigate market reaction to the issuance of the IDX-MES BUMN 17 index. This study employs event study methodology. The market-adjusted model measures the abnormal return. The results show that overall, the market reacts negatively around the launch of the IDX-MES BUMN 17 index. The negative and significant abnormal return was only found on the eighth day after the index launch. This study has important implications for investors and regulators.
PERBANDINGAN INVESTASI EMAS DAN SAHAM SYARIAH: RISIKO DAN KEUNTUNGAN SAAT PANDEMI COVID-19 DAN NEW NORMAL
Luqman Hakim;
Bambang Sutrisno;
Dini Hadiati Putri Kinasih
Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/trd.3.2.13 - 25
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko dan keuntungan dari instrumen investasi saham dan investasi emas pada periode pandemi covid 19 dan new normal berdasakan perspektif syariah guna memberikan referensi kepada masyarakat tentang bagaimana stabilitas pada instrumen investasi emas dan saham pada masa pandemi covid 19 dan New normal. Pengumpulan data diambil sesuai dengan periode waktu yang ditentukan yaitu dari tahun 2019-2021, data yang diambil adalah return dan deviasi yang terjadi pada instrumen Investasi Emas (harga emas dunia) dan Saham (IHSG). Kemudian data tersebut diuji menggunakan analisis data dilakukan dengan melakukan uji independent sample T-test yaitu merupakan Teknik Analisa data yang mencoba membandingkan antara skala pengukuran pada variabel dependen dengan skala pengukuran nominal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat sebagai rujukan para investor emas maupun masyarakat umum yang akan melakukan investasi agar dapat memahami potensi keuntungan dan risiko yang ada pada instrumen investasi emas maupun saham syariah.
Studi Komparatif Tingkat Profitabilitas Perbankan Syariah dan Konvensional di Indonesia Selama Pandemi COVID-19
Bambang Sutrisno
Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/trd.3.2.69 - 76
Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kinerja industri perbankan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Penelitian ini membandingkan profitabilitas bank syariah dan bank konvensional sebelum dan selama pandemi COVID-19. Tiga bank umum konvensional dan tiga bank umum syariah dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Profitabilitas diukur melalui rasio return on assets dengan frekuensi data bulanan. Berdasarkan hasil independent samples t-test, studi ini menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara profitabilitas bank syariah dan bank konvensional pada periode sebelum dan selama pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil paired-samples t-test, tidak terdapat perbedaan profitabilitas yang signifikan pada periode sebelum dan selama pandemi, baik pada kelompok bank syariah maupun kelompok bank konvensional. Penurunan profitabilitas bank syariah selama pandemi COVID-19 lebih kecil daripada bank konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan bank syariah lebih unggul dibandingkan bank konvensional di tengah pandemi COVID-19. Bank syariah harus terus berupaya melakukan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Di lain pihak, pemerintah perlu memperkuat peranan perbankan syariah dalam bentuk regulasi dan pengawasan operasi, serta menciptakan iklim usaha perbankan syariah yang kondusif.
Pengaruh Keberagaman Gender Dewan Direksi, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Farmasi
Nadya Pusparini;
Bambang Sutrisno
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32877/ef.v8i1.3586
Industri farmasi di Indonesia menjadi Fenomena Khusus dengan mencatatkan pertumbuhan laba yang substansial di tengah pandemi COVID-19, yang berimplikasi pada kompleksitas kebijakan alokasi laba bersih. Studi ini bertujuan untuk menganalisis determinan kebijakan dividen melalui variabel keberagaman gender dewan direksi, skala perusahaan, dan leverage pada emiten farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) rentang tahun 2020-2024. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan dengan menerapkan metode sensus atau sampling jenuh. Estimasi model dilakukan menggunakan regresi data panel melalui perangkat lunak Stata 17, di mana pemilihan model terbaik ditentukan berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam dewan serta skala perusahaan yang besar secara signifikan meningkatkan rasio pembayaran dividen. Di sisi lain, tingkat leverage yang tinggi terbukti menghambat distribusi laba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi struktur dewan dan optimalisasi struktur modal merupakan faktor krusial bagi keberlanjutan dividen Perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para investor.