Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DAYA TAHAN OTOT PADA ANAK Priscillia Merylin Saluy; Ernando Supatman; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.388

Abstract

Daya tahan otot merupakan kemampuan daya tahan seseorang untuk melawan kelelahan seperti lari, sit-up dan asupan energi serta aktivitas fisik merupakan indicator meningkatkan daya tahan otot. Sumber energi pada manusia dalam bentuk karbohidrat, lemak dan protein, tanpa asupan energi yang cukup setiap harinya, anak akan mengalami kelelahan mental serta fisik dan aktivitas fisik menyebabkan tubuh kelelahan atau kehabisan tenaga dan olahraga adalah salah satu aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan antara asupan energi dan aktivitas fisik dengan daya tahan otot pada anak kelas 4 dan 5 di SDN 2 Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan rumus pearson correlation. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi anak-anak normal yaitu 100,97%, klasifikasi aktivitas anak-anak sedang dan daya tahan otot lari 11.74 kali dan sit-up 21.28 kali. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan asupan energi dengan daya tahan otot (sit-up)0.039<0.05 dengan kuat hubungan sedang, tidak ada hubungan asupan energi dengan daya tahan otot (lari) 0.890>0.05, tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan otot (sit-up) 0.084>0.05, dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan daya tahan otot (lari) 0.107>0.05. Rekomendasi penelitian ini untuk pemenuhan asupan energi dan aktivitas fisik dapat diterapkan pada anak dalam masa pertumbuhan usia 8-12 tahun. Kata kunci : Asupan Energi, Aktivitas Fisik, Daya Tahan Otot.
KEBIASAAN SARAPAN DAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA I Gede Purnawinadi; Christa Vike Lotulung
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.429

Abstract

Breakfast is useful to meet the energy needs of the body, especially the brain requires nutrition in improving the ability to concentrate in learning. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits and the concentration of learning in students at Klabat University. This type of research is an analytic survey through a cross sectional approach which was conducted on 177 general English 1 class students who were selected using a purposive sampling technique. The questionnaire was used to obtain data on breakfast habits and concentration of learning. Analysis of the relationship between variables using the Spearman Correlation test. The results showed that the dominant students rarely had breakfast (39%) and high learning concentration (56.5%). There was a very weak but significant relationship between breakfast habits with the level of student learning concentration (r = 0.162 and p = 0.031). Students awareness about the importance of breakfast needs to be increased through socialization in the classroom and outside the classroom. Keywords: breakfast habit, learning concentration, students Sarapan bermanfaat memenuhi kebutuhan energi tubuh terlebih otak memerlukan gizi dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa di Universitas Klabat. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik melalui pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 177 mahasiswa kelas general english 1 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan mahasiswa jarang sarapan (39%) dan konsentrasi belajar tinggi (56,5%). Terdapat hubungan yang sangat lemah namun bermakna antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa (r = 0,162 dan p = 0,031). Kesadaran mahasiswa tentang pentingnya sarapan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi di kelas maupun di luar kelas. Kata kunci: kebiasaan sarapan, konsentrasi belajar, mahasiswa
DETERMINAN PERILAKU PENGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KEBERSIHAN I Gede Purnawinadi; Nadine Meflin Jacob
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.498

Abstract

Upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik Spearman Rank. Sampel diambil sebagai representatif dari populasi sebanyak 108 petugas kebersihan menggunakan rumus slovin yang dipilih sesuai dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD dimana p value 0,042 dan ketersediaan APD responden p value = 0,00, sedangkan pengetahuan (p value = 0,909) usia (p value = 0,108), masa kerja (p value = 0,672), dan ketersediaan APD departemen (p value = 0,784) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan. Direkomendasikan untuk institusi terkait lebih memperhatikan ketersediaan APD yang dapat digunakan oleh petugas kebersihan sesuai dengan departemen kerja. Occupational health efforts are very important to protect workers so that they live healthy and free from health problems. One type of work that is at risk of accidents and occupational health problems is cleaning workers. The purpose of this study in general is to determine the factors related to the behavior of using personal protective equipment (PPE) on cleaners. The type of research used in this research is quantitative with analytic survey design through a cross-sectional approach and the Spearman Rank statistical test. Samples were taken as a representative of the population of 108 cleaning workers using the Slovin formula which was selected according to the accidental sampling method. The results showed that the education variable had a significant relationship with the behavior of using PPE where p-value was 0.042 and the availability of PPE respondents p-value = 0.00, while knowledge (p-value = 0.909) age (p-value = 0.108), years of service (p-value = 0.672), and the availability of departmental PPE (p-value = 0.784) did not have a significant relationship with the behavior of using PPE among cleaning workers. It is recommended that related institutions pay more attention to the availability of PPE that can be used by cleaners in accordance with the work department.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KEMOTERAPI Priscillia Merylin Saluy; Puteri Irtha Ariani Tahir; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.389

Abstract

Peningkatan kecemasan dapat terjadi pada pasien dalam proses kemoterapi. Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan sehingga mendapatkan perasaan relaks dan menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dalam pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien setelah menjalani kemoterapi di RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado. Metode penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan ada pengaruhpemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapidengan p value 0.000< 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapibila usia diikutsertakan dengan p value 0.676 > 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapi bila pendidikan diikutsertakan dengan p value 0.450 > 0.05. Pemberian teknik relaksasi otot dapat dilakukan kepada pasien yang menjalani kemoterapi untuk menurunkan kecemasan pasien. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan, Kemoterapi
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ROKOK YANG DI KONSUMSI DENGAN INSOMNIA PADA ORANG DEWASA I Gede Purnawinadi; Maisyeliani Angelia Baureh
NUTRIX Vol 3 No 1 (2019): Volume 3, Issue 1, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.157 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss1.386

Abstract

Insomnia is a symptom that a person experiences when experiencing chronic sleep difficulties, often awakens from sleep, short sleep or non-resortative sleep. A smoker needs more sleep time to fall asleep compared to non-smokers. The more often someone or the more cigarettes consumed or smoked in a day, the higher the insomnia will be experienced. This study aims to determine the relationship of the number of cigarettes with the incidence of insomnia in Kaima Village, Kauditan District. The research design used was descriptive correlation with cross-sectional approach, using purposive sampling technique with a sampling of 80 respondents. The results found were 34 respondents (42.5%) with moderate smoker consumption (11-20 stems), and the picture of the most respondent insomnia was 37 respondents (46.3%) with mild insomnia. The results of the Spearman Correlation statistical test showed a significant value of p = 0.030 <0.05 with weak correlation coefficients where r = 0.243 in a positive direction. There is a relationship between the number of cigarettes and the incidence of insomnia in Kaima Village, Kauditan Subdistrict. It is recommended for future researchers to add variables to the duration of smoking, gender, and age of the respondent. It is hoped that the people of the village of Kaima Kecacmatan Kauditan can change their smoking behavior, namely reducing the number of cigarettes consumed or can even stop smoking. Keywords: Insomnia, Amount of Cigarette Consumption Insomnia merupakan gejala yang dialami seseorang ketika mengalami kesulitan tidur kronis, sering terbangun dari tidur, tidur pendek atau tidur non-resoratif. Seorang perokok membutuhkan waktu tidur lebih lama untuk dapat tertidur dibandingkan dengan yang tidak merokok. Semakin sering seseorang atau semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi atau yang dihisap dalam sehari maka semakin tinggi insomnia yang akan dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah rokok dengan kejadian insomnia di Desa Kaima Kecamatan Kauditan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampling 80 responden. Hasil yang didapati adalah 34 responden (42,5%) dengan konsumsi perokok sedang (11-20 batang), dan gambaran insomnia responden terbanyak adalah 37 responden (46,3%) dengan insomnia ringan. Hasil uji statistik Spearman Correlation menunjukkan nilai signifikan p= 0,030< 0,05 dengan koefisiensi korelasi lemah dimana r= 0,243 dengan arah yang positif. Ada hubungan jumlah rokok dengan kejadian insomnia di Desa Kaima Kecamatan Kauditan. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel durasi merokok, jenis kelamin, dan umur responden. Bagi masyarakat Desa Kaima Kecacmatan Kauditan diharapkan dapat mengubah perilaku merokok yaitu mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi atau bahkan bisa berhenti merokok. Kata Kunci: Insomnia, Jumlah Konsumsi Rokok
PENGETAHUAN DAN SIKAP SEBAGAI PREDISPOSISI PERILAKU MEROKOK PADA KOMUNITAS VAPER I Gede Purnawinadi; Joshua Edward Gerson Kumayas
NUTRIX Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Issue 2, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.366 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss2.398

Abstract

The Electric cigarette is a device created to convert nicotine into smoke that is different from ordinary cigarettes. World Health Organization (WHO) termed e-cigarettes as Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Smoking behavior can be influenced by various factors including knowledge and attitudes. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the behavior of electric cigarette users in Airmadidi District. The research design used was an analytic survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used was accidental sampling with a sample of 63 respondents who used electric cigarettes. The process of collecting data using a questionnaire, and tested statistically using the Spearman correlation formula with a significant 95% (α <0.05%). The results of the study for the relationship of knowledge and behavior of e-cigarette users showed a value of p = 0.164> 0.05, which means there was no relationship between the knowledge and behavior of e-cigarette users in the District of Airmadidi, while for the relationship of attitudes with the behavior of e-cigarette users showed a value of p = 0, 00 <0.05 with a correlation coefficient (r) of 0.724, which means that there is a significant relationship between the attitudes and behavior of electric cigarette users in Airmadidi District. Recommendations for e-smokers are expected to change attitudes and behavior gradually to avoid the dangers of e-cigarettes. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Vaper. Abstrak Rokok elektrik merupakan suatu alat yang diciptakan untuk mengubah nikotin menjadi asap berbeda dari rokok biasa. World Health Organization (WHO) mengistilahkan rokok elektrik sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Perilaku merokok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pengguna rokok elektrik di Kecamatan Airmadidi. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental sampling dengan jumlah sampel 63 responden yang menggunakan rokok elektrik. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan diuji statistik menggunakan rumus Spearman correlation dengan signifikan 95% (α <0,05%). Hasil penelitian untuk hubungan pengetahuan dan perilaku pengguna rokok elektrik menunjukkan nilai p=0,164 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku pengguna rokok elektrik di Kecamatan Airmadidi, sedangkan untuk hubungan sikap dengan perilaku pengguna rokok elektrik menunjukkan nilai p=0,00 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi (r) 0,724 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku pengguna rokok elektrik di Kecamatan Airmadidi. Rekomendasi untuk perokok elektrik diharapkan untuk mengubah sikap dan perilaku secara bertahap agar terhindar dari bahaya rokok elektrik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Vaper.
DETERMINAN HIPERTENSI PRIMER PADA MASYARAKAT NON-ADVENT I Gede Purnawinadi; Ranti Jesiy Pontoh
NUTRIX Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Issue 1, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss1.538

Abstract

Secara global hipertensi merupakan penyebab kematian utama dari total semua kematian. Hipertensi belum diketahui penyebab pastinya, tapi hal yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Non-Advent. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik yang digunakan Chi-Square. Jumlah sampel yang digunakan untuk mewakili populasi adalah 252 orang dengan menggunakan rumus slovin yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan variabel usia (p value = 0,000; OR=7,590), riwayat keluarga (p value = 0,001; OR= 2,401), dan obesitas (p value = 0,000 dan nilai OR= 4,418) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi dimana nilai p value<0,05, sedangkan jenis kelamin (p value = 0,272; OR= 1,371), konsumsi kopi (p value = 0,503; OR= 1,236), merokok (p value = 0,844; OR= 1,109), konsumsi alkohol (p value = 0,986; OR= 1,058) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Direkomendasikan untuk masyarakat agar memanfaatkan sebaik-baiknya ketersediaan tenaga atau pelayanan kesehatan, dengan tujuan melakukan pencegahan ataupun dalam hal menanggulangi masalah kesehatan dan untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan rancangan penelitian yang lebih lanjut seperti studi kasus kontrol dan studi kohort. Kata Kunci: determinan, hipertensi primer, non-advent Globally hypertension is the leading cause of death of all deaths. Hypertension is not yet known the exact cause, but what can be done is to avoid trigger factors. This study aims to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension in the Non-Adventist community. This type of research is quantitative with analytic survey design through cross sectional approach and statistical tests used Chi- Square. The number of samples used to represent the population is 252 people using the Slovin formula selected by purposive sampling technique. The results of statistical tests showed that the variable age (p value = 0.000; OR = 7.590), family history (p value = 0.001; OR = 2.401), and obesity (p value = 0.000 and OR value = 4.418) had a significant relationship with the incidence of hypertension. where the p value <0.05, while gender (p value = 0.272; OR = 1.371), coffee consumption (p value = 0.503; OR = 1.236), smoking (p value = 0.844; OR = 1.109), alcohol consumption (p value = 0.986; OR = 1.058) did not have a significant relationship. It is recommended for the public to make the best use of the availability of health personnel or services, with the aim of doing prevention or in terms of overcoming health problems and for further researchers to use further research designs such as case control studies and cohort studies. Keywords: determinant, non-adventist, primary hypertension.
Persepsi Tentang Pembelajaran Daring dan Hasil Belajar Mahasiswa Keperawatan Christa Vike Lotulung; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Issue 1, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i1.935

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a very significant impact on the world of education. The learning process is required to be carried out online because of restrictions on activities and community activities in an effort to prevent transmission and infection of the corona virus. This study aims to analyze the relationship between student perceptions of online learning and learning outcomes. The quantitative method with a cross-sectional approach was carried out by researchers and used a total sampling technique to collect data from respondents. Data were analyzed univariately and bivariately using Spearman Rank. The results of the study showed that perceptions of online learning by nursing students were dominant in the negative category, while student learning outcomes were in the good category. There is no significant relationship between perceptions of online learning and student learning outcomes. It is hoped that educational institutions will continue to maintain quality online learning facilities in supporting the achievement of good learning outcomes. Future research can explore other factors that influence the learning outcomes of nursing students who do online learning Abstrak Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran dituntut harus dilakukan secara daring karena pembatasan kegiatan dan aktifitas masyarakat dalam upaya mencegah penularan dan infeksi virus corona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi mahasiswa tentang pembelajaran daring dnegan hasil belajar. Metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan peneliti dan menggunakan teknik total sampling dalam mengumpulkan data dari responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pembelajaran daring mahasiswa keperawatan dominan dalam kategoiri negatif sedangkan hasil belajar mahasiswa dalam kategori baik. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi pembelajaran daring dengan hasil belajar mahasiswa. Diharapkan institusi pendidikan tetap mempertahankan fasilitas pembelajaran daring yang berkualitas dalam menunjang capaian hasil belajar yang baik. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa keperawatan yang melakukan pembelajaran secara daring. Kata kunci : Hasil belajar, Pembelajaran daring, Persepsi
Pengaruh Hidroterapi Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Ismasia Nita Veronika Atti; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Issue 1, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i1.919

Abstract

Hypertension is a disease that can kill silently or is often called the silent killer because it has no symptoms but can increase the risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack and other damage. One of the complementary therapies that can be used to lower blood pressure is hydrotherapy. The purpose of this study was to determine the description of blood pressure before and after being given hydrotherapy and the significant effect of hydrotherapy on blood pressure. This study used a pre-experiment one group pretest-posttest design. The sample used in this study was 30 people. Hydrotherapy is performed by soaking the feet in warm water at 40°C for 30 minutes for 6 days. The results of the study found that hydrotherapy had a significant effect on systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. Hydrotherapy can be used to lower blood pressure, so researchers recommend hydrotherapy as a complementary therapy for non-pharmacological interventions for people with hypertension. Abstrak Hipertensi merupakan penyakit yang dapat membunuh secara diam-diam atau sering disebut the silent killer karena tidak memiliki gejala namun dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan lainnya. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan hidroterapi dan pengaruh yang signifikan dari hidroterapi terhadap tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain pre-experiment one grup pretest-postest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Hidroterapi dilakukan dengan merendam kaki menggunakan air hangat dengan suhu 40°C dengan durasi 30 menit selama 6 hari. Hasil penelitian mendapatkan bahwa hidroterapi pengaruh secara signifikan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi. Hidroterapi dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah sehingga peneliti merekomendasikan hidroterapi sebagai terapi komplementer untuk intervensi nonfarmakologi bagi penderita hipertensi. Kata kunci : hidroterapi, hipertensi, tekanan darah
Hubungan Kebersihan Diri dan Keluhan Gangguan Kulit Pada Petani Nia Niken Tinungki; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1022

Abstract

Personal hygiene is one way for individuals to maintain their health in achieve physical and psychological well-being. Poor personal hygiene can cause problems with skin health, in the form of redness, itching, scaly, burning sensation, and occurs naturally directly. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and complaints of skin disorders among farmers in Lolak Village. The research method used is a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sample size in this study was 240 respondents taken using a purposive sampling technique. Variable data was collected using a questionnaire. The research results showed that of the 240 respondents, there were 219 (91.25%) respondents with poor personal hygiene and the majority of respondents experienced the 3 most common complaints of skin disorders, namely redness, itching, and natural skin complaints that occurred directly. The results of the analysis using the Spearman Rank statistical test showed a p-value = 0.100 > 0.05, which means there is no significant relationship between personal hygiene and complaints of skin disorders among farmers in Lolak Village. It is hoped that farmers in Lolak Village can improve their personal hygiene. For further research, it is recommended to research topics related to environmental sanitation, knowledge, and the use of personal protective equipment. Keywords: Complaints of Skin Disorders, Personal hygiene, Farmers. Abstrak Kebersihan diri adalah salah satu cara individu untuk memelihara kesehatannya dalam mencapai fisik dan psiokologis yang sejahtera. Kebersihan diri yang tidak baik dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan kulit, berupa kemerahan, gatal-gatal, bersisik, seperti rasa terbakar, dan terjadi alami secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan diri dengan keluhan gangguan kulit pada petani di Desa Lolak. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu 240 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data variabel dikumpul menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 240 responden terdapat 219 (91,25%) responden dengan kebersihan diri yang tidak baik serta sebagian besar responden mengalami 3 keluhan gangguan kulit terbanyak yaitu kemerahan, gatal-gatal dan keluhan kulit alami terjadi secara langsung. Hasil analisis dengan menggunakan uji statistik spearman rank menunjukkan hasil p-value = 0,100 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kebersihan diri dengan keluhan gangguan kulit pada petani di Desa Lolak. Diharapkan bagi petani di Desa Lolak dapat meningkatkan kebersihan diri. Bagi penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meneliti topik terkait sanitasi lingkungan, pengetahuan, serta penggunaan APD. Kata Kunci: Kebersihan diri, Keluhan Gangguan Kulit, Petani.