Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATERI FOTOSINTESIS DI SMPN 31 BATAM Destaria Sudirman; Fenny Agustina; Pikal Candra
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.257

Abstract

This study aims to determine the type of use of Cooperative Learning Model (TGT) Team Tournament Game Against Student Results. This study is arandomized experiment with design Posttest Only Control Group Design with class VII entirepopulation. The sample in this study is the number of students VIIF class 30as aclass VIID experimental class and the number of students as a control group of 30 people. Sampling using a simple random sample (random sampling), data analysis techniques using ttest. Based on test data analysis instrument of 40 multiple choice questions about  the 32 validated, while the reliability test is high (0.80 to 1.00). Test data results are normal prerequisites of FF table (1.029 1, 860) and homogeneity homogeneous L hitung L table (0.138 0.161), with an average value of 83 experimental class and the average value of the control class 68 shows the hypothesis test resultst (6,89)t table α of 5%(1.70). So that Ha=μ1 ≠ μ2 received whileHo=μ1=μ2 cancel, there are differences TGT cooperative learning model with the lecture method to the learning outcomes of students of class VII in photosynthetic material. Keywords: Cooperative  Learning Model, Type TGT (Team Game Tournament), the Results learning outcomes
PENGARUH JENIS BAHAN PENGEMAS TERHADAP DAYA TAHAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Fenny Agustina; Agam Akhmad Syaukani; Fatimah Sahara
SIMBIOSA Vol 2, No 1 (2013): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v2i1.706

Abstract

The study was conducted over two months, from March to April 2012. This study aims to analyze the influence of type of packaging materials for durability of chilli (Capsicum annum L.) during cold storage. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD), which consists of four types of packaging materials, namely of chilli are packed in plastic PE, PP, PS, PS + control film with a red pepper that is stored without packaging. The parameters analyzed are severe shrinkage and the organoleptic (texture, color, aroma and overall). From the test results obtained ANAVA Fhitung value of 203,869 is greater than the value Ftabel, both at the level of 5% for 3,480 and 5,990 at 1% level. For the organoleptic value of PS + plastic film gives the highest yield in each test the texture attributes of 6,678. 6,500 color, aroma and overall 6,122 and 6,722. PP plastic gives the lowest result in each test the texture attributes of 3,156, 3,556 color, aroma and overall 3,333 and 3,300, this indicates that there is a very significant effect between the type of packaging materials for durability chili during cold storage.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN KELAS VII MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Rahmi Rahmi; Fenny Agustina; Farianti Farianti
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping (X) sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar pada siswa laki-laki (Y1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis prasyarat yang dilakukan berupa uji normalitas data dengan menggunakan chi kuadrat dengan harga chi kuadrat hitung untuk siswa laki-laki sebesar 9,9 sedangkan chi kuadrat siswa perempuan sebesar 9,35 sedangkan chi kuadrat tabel untuk keduanya adalah 11,070 (Chi kuadrat hitung harga chi kuadrat tabel)  dengan data normal dan uji homogenitas populasi menggunakan uji F dengan nilai F hitung 1,053 sedangkan F tabel 1,84 dengan data yang homogen. Setelah dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping. Kata Kunci : Mind Mapping, Hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan.
PENGGUNAAN METODE INKUIRI (MI) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK SISWA KELAS VII SMPLB TUNARUNGU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) - KARTINI BATAM Riniatun Riniatun; Notowinarto Notowinarto; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan model Inkuiri (MI) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA).  Serta apakah ada hubungan antara pengaruh pendekatan MI dengan pendekatan Model Konvesional (MK) dalam pembelajaran IPA terhadap prestasi belajar siswa gangguan pendengaran di kelas VII di SMPLB TUNARUNGU SLB-KARTINI  KOTA BATAM Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan rancangan model pendekatan Single Subject Research  (SSR) yang merupakan sarana eksperimen semu (quasi), dengan subyek materi menggunakan multimedia sebagai intervensi dan perilaku untuk  pemahaman konsep pembelajaran MI (Poedjiastoeti dan Liliasari. 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa          nilai diskriptif pretes–postes pada perlakuan pembelajaran metode konvesional dengan model inkuiri nilai dengan selisih interval adalah 14.33 untuk prestes dan 7.0 untuk postes serta rerata materi bahasan pretes dengan nilai tertinggi pada materi bahasan Ekskresi dan terendah Nafas serta untuk nilai postest pada materi bahasan sama yaitu Ekskresi  sebagai nilai terendah dan tertinggi pada Gerak.  Hasil uji-t menunjukkan adanya indikasi beda rata-rata nilai yang beda dan signifikan antar perlakuan model pembelajaran  yang menunjukkan perbedaan nyata positip hanya 2 (dua) topik materi adalah rangsang dan habitat. Sedangkan Uji F pretes – postes 10 item bahasan antar nilai siswa menunjukkan signifikan (S, nyata), sedangkan untuk nilai antar model pembelajaran menunjukkan tidak signifikan (NS, tidak nyata).
Uji Resistensi Bakteri Vibrio parahaemolyticus Terhadap Ekstrak Makroalga Halimedadiscoidea, Halymenia dilatata dan Dictyota dichotoma Silvani Alfajri; Fenny Agustina; Nurhaty Purnama Sari; P.N Pramuanggit
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri Vibrio parahaemolyticus tehadap ekstrak makroalga Halymeda Discoidea, Halymenia Dilatata dan Dictyota dichotoma. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris, data dianalisa secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Februari 2018 s/d 6 April 2018. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu metode ekstrak basah dan metode maserasi. Metode Ekstrak basah dilakukan dengan cara mencampurkan 25 gr sampel dengan 25 ml aquadest untuk konsentrasi 100%. Sedangkan untuk konsentrasi 50%, 25 gram sampel dicampurkan dengan 50 ml aquadest. Pada Metode Maserasi 5 gram sampel direndam dalam etanol absulute (98%) sebanyak 50 ml selama 2 x 24 jam pada inkubator shaker. Kemudian rendaman sampel dalam etanol diuapkan pada suhu ruang selama 30 jam atau sampai semua etanol menguap. Uji resistensi bakteri V. Parahaemoyticus dilakukan dengan metode difusi cakram dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 300C. Pengamatan dan pengukuran diamater zona bening dilakukan setiap 6 jam. Bakteri V. parahaemolyticus  resisten terhadap ekstrak basah makroalga dengan konsentrasi 100% dan 50% karena zona bening (zona bebas bakteri) di sekitar kertas cakram tidak terbentuk. Bakteri V. parahaemolyticus sensitif terhadap ekstrak makroalga yang diekstraksi dengan metode maserasi, hal ini ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar kertas cakram dengan rata-rata diameter 6,3 mm untuk H. Discoidea, 6 mm untuk H. Dilatata dan 6,6 mm untuk D.dichotoma. Kemampuan ekstrak makroalga yang diekstraksi dengan metode maserasi sebagai intibiotika alami dikategorikan “sedang”.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN COMPACT DISC (CD) INTERAKTIF MENGGUNAKAN ADOBE FLASH PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI POKOK RESPIRASI KELAS VII SMP NEGERI 12 BATAM Niadaniati Sitanggang; Nurhaty Purnama Sari; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.817

Abstract

Jenis penelitian ini adalah  Penelitian dan Pengembangan (RD),  merupakan  metode untuk  menghasilkan  produk   tertentu  dimana model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif dengan materi pokok respirasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan uji coba instrumen angket dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan respon pemakaian media oleh peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data dari kelayakan menurut ahli media pembelajaran dengan persentase total sebesar  85 %, ahli materi dengan persentase total 86,11 %, hasil uji coba pada peserta didik dengan persentase total sebesar 88,01 %. Sehingga hasil pengujian rata-rata keseluruhan adalah 86,37 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dengan menggunakan adobe flash termasuk kriteria layak sebagai media dalam pembelajaran materi respirasi.
STRUKTUR KOMUNITAS UDANG (CRUSTACEA) DI SUNGAI TELUK SEPAKU, KELURAHAN PULAU BULUH KECAMATAN BULANG KOTA BATAM Jumariah Jumariah; Fenny Agustina; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.658

Abstract

Sebagai wilayah kepulauan, Kota Batam dikelilingi lautan yang terdapat pulau-pulau kecil atau disebut sebagai kawasan hinterlands. Sejauh ini belum diketahui ragam jenis udang yang ada karena itu dilakukan penelitian tentang struktur komunitas udang (Crustacea) di Sungai Teluk Sepaku, tujuan mengkaji ragam dan jenis udang pada kawasan  sungai Teluk Sepaku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan April – Juni 2013. Sampel udang diambil dari 5 stasiun pengamatan menggunakan sudu (jala penyorong) dan tekop. Hasil identifikasi dan analisis didapatkan 7 spesies udang kelas Crustacea, ordo Decapoda dan 2 famili Penaeidae dan Palaemonidae, yakni; Penaeus latisulcatus, Metapenaeus affinis, Penaeus sp (1), Penaeus sp (2), Penaeus indicus, Penaeus monodon dan Macrobrachium sp. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemelimpahan beberapa udang, yaitu antara Penaeus monodon dengan Penaeus sp (2). Sedangkan tingkat similaritas udang antar tiap stasiun pengamatan adalah tinggi dan terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok 1 : hanya mencakup Stasiun 1. Lokasi stasiun 1 dan keempat lokasi stasiun penelitian udang lainnya hanya memiliki tingkat similaritas 22,83%. Kelompok 2:  Stasiun 2, Stasiun 3, Stasiun 4 dan Stasiun 5. Lokasi stasiun 2, stasiun 4 dan stasiun 5 memiliki tingkat similaritas 46,26%. Lokasi stasiun 2 dan stasiun 4 memiliki tingkat similaritas 79,86%
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS VII SMPN 21 BATAM Yeri Novita; Fenny Agustina; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosinal dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi. Penelitian dilaksanakan di SMPN 21 Batam, selama 5 (lima) bulan. Penelitian menggunakan metode survey korelasi dan populasi terjangkau adalah kelas VII6 dan VII7. Pengambilan sampel menggunakan teknik acak sederhana. Data hasil penelitian meliputi: Data hasil belajar siswa, yang diperoleh menggunakan tes hasil belajar dan data kecerdasan emosional siswa, diperoleh menggunakan angket siswa. Análisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan teknik analisis varians (Anava). Hasil penelitian menunjukkan terbukti nyata ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa SMPN 21 Batam (F hitung 1097,79 F table α 5% 1,82) dengan persamaan Ŷ  = 282.6 – 1.17 X, yang berarti bahwa regresi antara variabel bebas kecerdasan emosional siswa (X) dengan variabel terikat nilai hasil belajar (Y) adalah linier dan signifikan. Berarti setiap kenaikan satu skor kecerdasan emosional siswa (X) menyebabkan peningkatan nilai hasil belajar (Y) sebesar 1,17  pada konstanta 282,6. Nilai korelasi (r) sebesar 0,963 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,927. Untuk selanjutnya dilakukan uji signifikansi koefisien kolerasi menggunakan Uji t terlihat bahwa thitung (32.69) dari ttabel (0.95;84) 1.671. Artinya hasil pengujian menolak hipotesis nol (Ho). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAGIC CARD PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA KELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Reza Fitriyani; Fenny Agustina; Dahrul Aman Harahap
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.818

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Magic Card dengan materi sistem reproduksi manusia untuk kelas XI SMA dan mengetahui kelayakan media Magic Card sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga fase, yaitu analisis kebutuhan,  desain serta pengembangan dan implementasi. Instrumen penilaian dibuat dalam bentuk angket yang diberikan pada ahli materi, ahli media dan peserta didik dengan memperhatikan penilaian dari aspek bahasa, materi, penyajian, grafis dan ketertarikan peserta didik. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kualitatif dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menginterpretasikan jumlah rerata skor menggunakan rumus konversi skala lima agar diketahui kelayakan media. Berdasarkan hasil analisis data validasi oleh ahli materi mendapatkan skor sebesar 4,74 dengan kategori sangat baik. Hasil analisis data validasi oleh ahli media mendapatkan skor sebesar 4,42 dengan kategori sangat baik. Hasil analisis data validasi oleh peserta didik mendapatkan skor sebesar 4,38 dengan kategori sangat baik. Secara keseluruhan penilaian terhadap media Magic Card materi sistem reproduksi manusia kelas XI SMA mendapatkan skor 4,51 dengan nilai A dan kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut maka media yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Farianti Farianti; Rahmi Rahmi; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen, yakni yang menjadi variabel adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping pada siswa laki-laki (X1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis  dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping.