Fenny Agustina
Department Of Biology Education, Faculty Of Teacher And Training Education, Universitas Riau Kepulauan

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN KELAS VII MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Rahmi Rahmi; Fenny Agustina; Farianti Farianti
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping (X) sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar pada siswa laki-laki (Y1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis prasyarat yang dilakukan berupa uji normalitas data dengan menggunakan chi kuadrat dengan harga chi kuadrat hitung untuk siswa laki-laki sebesar 9,9 sedangkan chi kuadrat siswa perempuan sebesar 9,35 sedangkan chi kuadrat tabel untuk keduanya adalah 11,070 (Chi kuadrat hitung harga chi kuadrat tabel)  dengan data normal dan uji homogenitas populasi menggunakan uji F dengan nilai F hitung 1,053 sedangkan F tabel 1,84 dengan data yang homogen. Setelah dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping. Kata Kunci : Mind Mapping, Hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan.
PENGGUNAAN METODE INKUIRI (MI) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK SISWA KELAS VII SMPLB TUNARUNGU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) - KARTINI BATAM Riniatun Riniatun; Notowinarto Notowinarto; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan model Inkuiri (MI) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA).  Serta apakah ada hubungan antara pengaruh pendekatan MI dengan pendekatan Model Konvesional (MK) dalam pembelajaran IPA terhadap prestasi belajar siswa gangguan pendengaran di kelas VII di SMPLB TUNARUNGU SLB-KARTINI  KOTA BATAM Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan rancangan model pendekatan Single Subject Research  (SSR) yang merupakan sarana eksperimen semu (quasi), dengan subyek materi menggunakan multimedia sebagai intervensi dan perilaku untuk  pemahaman konsep pembelajaran MI (Poedjiastoeti dan Liliasari. 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa          nilai diskriptif pretes–postes pada perlakuan pembelajaran metode konvesional dengan model inkuiri nilai dengan selisih interval adalah 14.33 untuk prestes dan 7.0 untuk postes serta rerata materi bahasan pretes dengan nilai tertinggi pada materi bahasan Ekskresi dan terendah Nafas serta untuk nilai postest pada materi bahasan sama yaitu Ekskresi  sebagai nilai terendah dan tertinggi pada Gerak.  Hasil uji-t menunjukkan adanya indikasi beda rata-rata nilai yang beda dan signifikan antar perlakuan model pembelajaran  yang menunjukkan perbedaan nyata positip hanya 2 (dua) topik materi adalah rangsang dan habitat. Sedangkan Uji F pretes – postes 10 item bahasan antar nilai siswa menunjukkan signifikan (S, nyata), sedangkan untuk nilai antar model pembelajaran menunjukkan tidak signifikan (NS, tidak nyata).
Uji Resistensi Bakteri Vibrio parahaemolyticus Terhadap Ekstrak Makroalga Halimedadiscoidea, Halymenia dilatata dan Dictyota dichotoma Silvani Alfajri; Fenny Agustina; Nurhaty Purnama Sari; P.N Pramuanggit
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri Vibrio parahaemolyticus tehadap ekstrak makroalga Halymeda Discoidea, Halymenia Dilatata dan Dictyota dichotoma. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris, data dianalisa secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Februari 2018 s/d 6 April 2018. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu metode ekstrak basah dan metode maserasi. Metode Ekstrak basah dilakukan dengan cara mencampurkan 25 gr sampel dengan 25 ml aquadest untuk konsentrasi 100%. Sedangkan untuk konsentrasi 50%, 25 gram sampel dicampurkan dengan 50 ml aquadest. Pada Metode Maserasi 5 gram sampel direndam dalam etanol absulute (98%) sebanyak 50 ml selama 2 x 24 jam pada inkubator shaker. Kemudian rendaman sampel dalam etanol diuapkan pada suhu ruang selama 30 jam atau sampai semua etanol menguap. Uji resistensi bakteri V. Parahaemoyticus dilakukan dengan metode difusi cakram dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 300C. Pengamatan dan pengukuran diamater zona bening dilakukan setiap 6 jam. Bakteri V. parahaemolyticus  resisten terhadap ekstrak basah makroalga dengan konsentrasi 100% dan 50% karena zona bening (zona bebas bakteri) di sekitar kertas cakram tidak terbentuk. Bakteri V. parahaemolyticus sensitif terhadap ekstrak makroalga yang diekstraksi dengan metode maserasi, hal ini ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar kertas cakram dengan rata-rata diameter 6,3 mm untuk H. Discoidea, 6 mm untuk H. Dilatata dan 6,6 mm untuk D.dichotoma. Kemampuan ekstrak makroalga yang diekstraksi dengan metode maserasi sebagai intibiotika alami dikategorikan “sedang”.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN COMPACT DISC (CD) INTERAKTIF MENGGUNAKAN ADOBE FLASH PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI POKOK RESPIRASI KELAS VII SMP NEGERI 12 BATAM Niadaniati Sitanggang; Nurhaty Purnama Sari; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.817

Abstract

Jenis penelitian ini adalah  Penelitian dan Pengembangan (RD),  merupakan  metode untuk  menghasilkan  produk   tertentu  dimana model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif dengan materi pokok respirasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan uji coba instrumen angket dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan respon pemakaian media oleh peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data dari kelayakan menurut ahli media pembelajaran dengan persentase total sebesar  85 %, ahli materi dengan persentase total 86,11 %, hasil uji coba pada peserta didik dengan persentase total sebesar 88,01 %. Sehingga hasil pengujian rata-rata keseluruhan adalah 86,37 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dengan menggunakan adobe flash termasuk kriteria layak sebagai media dalam pembelajaran materi respirasi.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS VII SMPN 21 BATAM Yeri Novita; Fenny Agustina; Notowinarto Notowinarto
SIMBIOSA Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i2.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosinal dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi. Penelitian dilaksanakan di SMPN 21 Batam, selama 5 (lima) bulan. Penelitian menggunakan metode survey korelasi dan populasi terjangkau adalah kelas VII6 dan VII7. Pengambilan sampel menggunakan teknik acak sederhana. Data hasil penelitian meliputi: Data hasil belajar siswa, yang diperoleh menggunakan tes hasil belajar dan data kecerdasan emosional siswa, diperoleh menggunakan angket siswa. Análisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan teknik analisis varians (Anava). Hasil penelitian menunjukkan terbukti nyata ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa SMPN 21 Batam (F hitung 1097,79 F table α 5% 1,82) dengan persamaan Ŷ  = 282.6 – 1.17 X, yang berarti bahwa regresi antara variabel bebas kecerdasan emosional siswa (X) dengan variabel terikat nilai hasil belajar (Y) adalah linier dan signifikan. Berarti setiap kenaikan satu skor kecerdasan emosional siswa (X) menyebabkan peningkatan nilai hasil belajar (Y) sebesar 1,17  pada konstanta 282,6. Nilai korelasi (r) sebesar 0,963 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,927. Untuk selanjutnya dilakukan uji signifikansi koefisien kolerasi menggunakan Uji t terlihat bahwa thitung (32.69) dari ttabel (0.95;84) 1.671. Artinya hasil pengujian menolak hipotesis nol (Ho). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAGIC CARD PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA KELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Reza Fitriyani; Fenny Agustina; Dahrul Aman Harahap
SIMBIOSA Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i2.818

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Magic Card dengan materi sistem reproduksi manusia untuk kelas XI SMA dan mengetahui kelayakan media Magic Card sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari tiga fase, yaitu analisis kebutuhan,  desain serta pengembangan dan implementasi. Instrumen penilaian dibuat dalam bentuk angket yang diberikan pada ahli materi, ahli media dan peserta didik dengan memperhatikan penilaian dari aspek bahasa, materi, penyajian, grafis dan ketertarikan peserta didik. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kualitatif dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menginterpretasikan jumlah rerata skor menggunakan rumus konversi skala lima agar diketahui kelayakan media. Berdasarkan hasil analisis data validasi oleh ahli materi mendapatkan skor sebesar 4,74 dengan kategori sangat baik. Hasil analisis data validasi oleh ahli media mendapatkan skor sebesar 4,42 dengan kategori sangat baik. Hasil analisis data validasi oleh peserta didik mendapatkan skor sebesar 4,38 dengan kategori sangat baik. Secara keseluruhan penilaian terhadap media Magic Card materi sistem reproduksi manusia kelas XI SMA mendapatkan skor 4,51 dengan nilai A dan kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut maka media yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MIND MAPPING PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII DI SMP IT NURUL MUHAJIRIN BATAM Farianti Farianti; Rahmi Rahmi; Fenny Agustina
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping di kelas VII di SMP IT Nurul Muhajirin. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen, yakni yang menjadi variabel adalah penerapan pada pembelajaran kooperatif model mind mapping pada siswa laki-laki (X1) dan siswa perempuan (Y2). Data penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan pada kelas VII yang mengikuti proses pembelajaran dengan pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Data penelitian diambil dengan menggunakan tes hasil belajar akhir dari pembelajaran berupa tes pilihan ganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa laki-laki 76 dan siswa perempuan 81,57. Uji analisis  dilakukan uji t terhadap hasil belajar di dapat thitung = 3,723 dan ttabel =2,02pada taraf nyata 0,05. Dari perhitungan nilai thitung ttabel  berarti kedua kelas sampel memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan  Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari hasil belajar siswa laki-laki pada  kelas VII menggunakan pembelajaran kooperatif model mind mapping.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WAWANCARA TIGA TAHAP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X MAN BATAM PADA POKOK BAHASAN BAKTERI THE EFFECT OF COOPERATIVE LEARNING METHOD INTERVIEW WITH THYPE TECHNIQUE STEP ON BIOLOGY LEARNING RESULT STUDENTS X MAN BATAM IN BACTERIA SUBJECT Tities Anggrieny; Nurhaty Purnama Sari; Fenny Agustina
CAHAYA PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2017): JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.428 KB) | DOI: 10.33373/chypend.v3i1.865

Abstract

Abstract  This research was a kind of experimental research with Randomized Posttest Only Control Group Design design. This study aimed to determine the effect of cooperative learning model type of three-stage interview on biology learning outcomes on the subject of bacteria. This research was conducted at Madrasah Aliyah Batam Class X. The samples in this study were X-1 class as control class and X-2 class as experiment class. The test was used  “t-test”. From the results of the study found that the classes taught by cooperative learning model type of three-stage interview to obtain learning outcomes had a significant influence with the average value of learning outcomes is 74.0690 while students who followed the learning process using conventional learning method had a value of learning outcomes Average 65,5172 on bacterial material in class X MAN Batam.  Keywords: Cooperative Learning¸ Three Step Interview¸ Bacteria subject . AbstrakPenelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan rancangan Randomized Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe wawancara tiga tahap terhadap hasil belajar biologi pada pokok bahasan bakteri. Penelitin ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Batam Kelas X. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas  X-1sebagai kelas kontrol dan kelas X-2sebagai kelas eksperimen. Uji yang digunakan adalah uji t-test. Dari hasil penelitian didapat bahwa kelas yang diajarkan dengan  model pembelajaran kooperatif tipe wawancara tiga tahap memperoleh hasil belajar memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilai rata-rata hasil belajar yaitu 74,0690 sedangkan siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional memiliki nilai hasil belajar rata-rata 65,5172 pada materi bakteri di kelas X MAN Batam. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, wawancara tiga tahap, pokok bahasan bakteri
Development of echinoderm comic as learning media in Junior High School Rena Octaviana; Nurhaty Purnama Sari; Fenny Agustina
Research and Development in Education (RaDEn) Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.911 KB) | DOI: 10.22219/raden.v1i2.18978

Abstract

Comic media development is essential for junior high school students. Because in learning the echinoderm material, students' motivation is shallow. This research aims to 1) develop echinoderms comics, 2) find out how to develop comic learning media, 3) find out whether comic learning media was suitable for scientific learning. This research and development used the Hannafin and Peck model with three stages they were 1) needs analysis, 2) design stage and 3) development and implementation. The methods of collecting data were used observation and questionnaires. Comic media validation consisted of material experts, media experts, and educators. The subjects in this research were students of class VII Junior High School Islam Integral Luqman Al-Hakim 02 Batam. The quality of comic media is based on material expert validation, a suitable category (85.14%). The result of media expert validation was an excellent category (92.00%). Students who responded at the small group test stage were an excellent category (93.61%). Finally, students answered a suitable category at the big group test (88.25%). Echinoderm comics have been ideal for science learning based on the explanation above.
Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Gastropoda di Ekosistem Mangrove Pulau Ngenang Kota Batam Siti Fatmawati; Yarsi Efendi; Fenny Agustina; Fauziah Syamsi; Rahmi Rahmi
SIMBIOSA Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i2.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis dan pola distribusi gastropoda di ekosistem mangrove Pulau Ngenang. Menggunakan  metode survei dengan  pengumpulan data mmemakai transek pada dua staiun yang berbeda. Hasil dari penelitian ditemukan 6 famili dan 9 spesies. 6 famili, yaitu, Potamididae, Ceritidae, Melongenidae, Neritidae, Ellobidae dan Muricidae. Jenis yang ditemukan yaitu: Telescopium telescopium, Telescopium mauritsi,Cerithidea obtusa, Terebralia palustris, Cerithium coralium, Pugilina cochlidium, Nerita balteata, Mysotella myositis, Chicoreus capucinus. Diperoleh indeks  keanekaragaman jenis (H)’= 1,00 pada stasiun 1 dan 1,37 di stasiun 2,  kategori sedang, hal ini menunjukkan tingkat keanekaragaman jenis sedang dan jenis–jenis tersebar secara mengelompok yang ditunjukan oleh nilai indeks Morisita 1,045 pada stasiun 1 dan 1,072 stasiun 2.