Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Ketahanan Salinitas Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) Dengan Menggunakan Agen Seleksi NaCl Dachlan, Amirullah; Kasim, Nurlina; Kurnia Sari, A
Biogenesis Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Biologi UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the concentration of NaCl which can be used as maize resistance limit to salinity and to obtain varieties that are tolerant to salinity. This research was conducted in the form of an experiment with randomized design factorial using two factors in the group. As the first factor is the variety of Arjuna, Sukmaraga, Bhishma, Gumarang, Heroine Yellow, Pacakka, Anoman-1, and LAMURU. The second factor is the concentration of NaCl with 0 g L-1, 3 g L-1, 4 g L-1, and 5 g L-1. The results showed that the level of resistance of some maize varieties to salinity using NaCl produce varieties that have different resistance levels to high levels of salinity, there are varieties that can withstand the high NaCl concentration and some are only able to survive on a low NaCl concentration. The test results obtained sequentially showed varieties that are resistant to salinity is Pacakka. The concentration of 5 g L-1 NaCl can not be used as a concentration limit for the grouping of maize resistance to salinity.Keywords: Maize (Zea mays L.), NaCl, Salinity
Uji Ketahanan Salinitas Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) Dengan Menggunakan Agen Seleksi NaCl Amirullah Dachlan; Nurlina Kasim; A Kurnia Sari
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v1i1.442

Abstract

This study aims to determine the concentration of NaCl which can be used as maize resistance limit to salinity and to obtain varieties that are tolerant to salinity. This research was conducted in the form of an experiment with randomized design factorial using two factors in the group. As the first factor is the variety of Arjuna, Sukmaraga, Bhishma, Gumarang, Heroine Yellow, Pacakka, Anoman-1, and LAMURU. The second factor is the concentration of NaCl with 0 g L-1, 3 g L-1, 4 g L-1, and 5 g L-1. The results showed that the level of resistance of some maize varieties to salinity using NaCl produce varieties that have different resistance levels to high levels of salinity, there are varieties that can withstand the high NaCl concentration and some are only able to survive on a low NaCl concentration. The test results obtained sequentially showed varieties that are resistant to salinity is Pacakka. The concentration of 5 g L-1 NaCl can not be used as a concentration limit for the grouping of maize resistance to salinity.Keywords: Maize (Zea mays L.), NaCl, Salinity
PENINGKATAN PRODUKSI MARKISA MELALUI PERBAIKAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN DI KECAMATAN KELARA KABUPATEN JENEPONTO1 . Nurfaida; Amirullah Dachlan; Tigin Dariati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i1.1672

Abstract

Peluang usaha markisa masih terbuka cukup lebar karena adanya perluasan areal penanaman di dataran rendah dan peluang pemasaran ke luar negeri. Akan tetapi, salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan markisa adalah teknologi budidaya yang belum tepat sehingga produksi dan kualitas buah yang dihasilkan rendah dan belum sesuai dengan yang diharapkan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produksi markisa melalui perbaikan teknik budidaya tanaman. Manfaat yang diperoleh adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam perbaikan teknik budidaya tanaman markisa. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah workshop dan pembelajaran partisipatif berupa penyuluhan, pendampingan, dan pembuatan demplot. Mitra kegiatan ini adalah kelompok tani Kampung Berua dan kelompok tani Mataere di Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Materi penyuluhan yang diberikan yaitu mengenai teknik budidaya tanaman markisa dan standar operasional prosedur. Pendampingan yang dilakukan berupa seleksi buah dan biji yang akan dijadikan benih, perbanyakan tanaman dari biji dan setek batang, dan teknik pemeliharaan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, kedua kelompok tani telah berpartisipasi secara aktif sehingga diharapkan pengetahuan dan keterampilan kelompok petani meningkat dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan produksi tanaman markisa.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Jatmiko, Galih; Dachlan, Amirullah; Ridwan, Ifayanti; Tambung, Astina
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42968

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan konsentrasi air kelapa muda terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Mycotopia Farm, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung mulai Februari-April 2022. Studi ini merupakan penelitian Faktorial 2 faktor dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap sebagai rancangan lingkungannya. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam yang terdiri atas 5 taraf, yaitu Jerami Padi 80% + Serbuk Kayu 0% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 60% + Serbuk Kayu 20% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 40% + Serbuk Kayu 40% + Bekatul 15% + Kapur 5%; Jerami Padi 20% + Serbuk Kayu 60% + Bekatul 15% + Kapur 5%; dan Jerami Padi 0% + Serbuk Kayu 80% + Bekatul 15% + Kapur 5%. Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri dari atas 3 taraf, yaitu 0%, 25%, dan 50%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi media Jerami Padi 0% + Serbuk Kayu 80% + Bekatul 15% + Kapur 5% memberikan pengaruh terbaik terhadap waktu munculnya miselium (3,92 hari) dan jumlah badan buah (11,41 buah), dan komposisi media Jerami Padi 40% + Serbuk Kayu 40% + Bekatul 15% + Kapur 5% memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter tudung (33,39 cm). Perlakuan air kelapa dan interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jamur tiram.
Pertumbuhan Jamur Tiram Coklat (Pleurotus cystidiosus) pada Berbagai Jenis Media Tanam F1 dan Baglog Nurhayati, Nurhayati; Dachlan, Amirullah; Yassi, Amir; Tambung, Astina
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis komposisi media produksi bibit dan komposisi media produksi jamur yang terbaik terhadap jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Jamur Mycotopia.id, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang terdiri dari dua tahap pelaksanaan dengan 3 kali ulangan. Tahap 1 dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak lengkap dengan perlakuan jenis media produksi bibit yang terdiri dari dari 5 taraf yaitu: 100% jagung, 100% sorgum, 50% jagung 50% sorgum, 75% jagung 25% sorgum, 27% jagung 75% sorgum. Tahap 2 dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak lengkap dengan perlakuan komposisi media produksi jamur yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Serbuk kayu 85% Dedak 0% Tepung jagung 13% Kapur 2%, Serbuk Kayu 85% Dedak 13% Tepung jagung 0% Kapur 2%, Serbuk kayu 85% Dedak 2% Tepung jagung 13% Kapur 0%, Serbuk Kayu 85% Dedak 13% Tepung Jagung 2% Kapur 0%. Hasil penelitian tahap 1 menunjukkan bahwa perlakuan media 100% sorgum berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium dan kepadatan miselium. Tahap 2 Perlakuan media produksi jamur serbuk kayu 85%, dedak 13%, tepung jagung 2% memberikan hasil terbaik pada parameter waktu pemenuhan miselium (29,11 hari) waktu munculnya tubuh buah (18,55 hari) dan bobot segar jamur tiram (830,00 gram). Perlakuan serbuk kayu 85%, dedak 13%, kapur 2% memberikan hasil terbaik pada pameter jumlah badan buah (7,22).
POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN LANSKAP PADA KELOMPOK WIRAUSAHA PANAIKANG DI KOTA MAKASSAR Nurfaida, .; Mantja, Katriani; Dachlan, Amirullah; Dariati, Tigin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i1.1477

Abstract

Elemen utama di dalam lanskap adalah elemen tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan tanaman dalam pembangunan suatu taman atau lanskap diperlukan pemasok bahan bibit tanaman lanskap selain arsitek lanskap, kontraktor lanskap, dan pengelola lanskap. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra terutama dalam perbanyakan tanaman, pemeliharaan tanaman, dan pembuatan taman sehingga potensi yang dimiliki dapat mendukung pengembangan wirausaha tanaman lanskap. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pengumpulan data melalui kuisioner, pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan, analisis deskriptif, analisis SWOT, dan rekomendasi. Mitra kegiatan ini adalah kelompok wirausaha tanaman lanskap Panaikang yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa untuk menyediakan bibit umumnya dibeli dari Jawa (41%). Teknik perbanyakan yang sudah dilakukan kelompok mitra adalah biji (80%), setek (80%), dan cangkok (80%) dengan jenis tanaman yang diperbanyak, antara lain, kembang kertas, kamboja, pucuk merah, dan tanaman buah-buahan. Dalam melakukan perbanyakan, umumnya tanaman langsung ditanam (82%) tanpa menggunakan hormon tumbuh (90%). Selain menjual bibit tanaman, kelompok mitra juga terlibat dalam pembuatan taman (70%) terutama taman rumah tinggal (47%) yang dibuat berdasarkan desain kelompok mitra sendiri (100%). Terkait pengelolaan, kelompok mitra umumnya hanya melakukan kegiatan pemeliharaan berupa penyiraman tanaman (59%). Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai peluang bisnis tanaman lanskap, teknik perbanyakan tanaman, teknik pemeliharaan tanaman, dan pembuatan taman. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kelompok mitra telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan guna pengembangan wirausaha tanaman lanskap.  Kata kunci: perbanyakan tanaman, tanaman lanskap, wirausaha
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PEMANFAATANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI PEKARANGAN DI DESA BINA BARU, KECAMATAN KULO, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Haring, Feranita; Sjahril, Rinaldi; Dachlan, Amirullah; Mufidah, .; Jamila, .; Iswoyo, Hari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.2160

Abstract

 Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kelompok wanita tani dan warga lainnya dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan cara pembuatan pupuk organik, dan cara aplikasinya pada budidaya tanaman hortikultura. Pembuatan pupuk organik dapat menjadi alternatif untuk menjawab permasalahan limbah dan juga bisa mendukung kegiatan budidaya tanaman hortikultura di Pekarangan, sekaligus sebagai sumber pangan untuk kebutuhan sendiri maupun komersil sehingga dapat mendukung enterpreneur-ship bagi mitra.. Budidaya tanaman dilaksanakan dengan teknik konvensional, dengan no dig plot atau budidaya tanaman secara vertikal. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan  dilaksanakan pada kelompok wanita tani Mangupu Mabbalu di Desa Bina Baru Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.. Hasil survei terhadap mitra menunjukkan relevansi kegiatan ini dalam peningkatan pemahaman mitra terhadap pengelolaan dan pemanfaatan limbah organik. Kegiatan yang dilakukan secara umum telah berhasil dalam peningkatan pengetahuan kelompok mitra melakukan pemanfaatan pekarangan dengan kegiatan budidaya organik; peningkatan pemahaman kelompok terhadap potensi pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam dan pupuk dalam bentuk kompos dan pupuk organik cair; pemasok pupuk organik, benih/bibit, dan hasil panen organik, kemudian diharapkan terbentuknya jiwa wirausaha pada kelompok mitra.Kata kunci: pupuk organik, tanaman hortikultura, pekarangan