Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UPGRADE PENGETAHUAN DAN SKILL DETEKSI DINI MATERNAL MENTAL HEALTH DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Rizki Amalia; Mahfuzhah Deswita Puteri; Zaiyidah Fathony; Fidyawati Aprianti A. Hiola; Dwi Puspita Rini; Ida Ristanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33886

Abstract

Abstrak: Depresi pada ibu hamil merupakan masalah serius yang perlu segera diselesaikan karena berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Faktor penyebab terjadinya depresi adalah faktor genetic, perubahan fisiologis dan hormone pada masa kehamilan, riwayat penyakit psikologis sebelumnya, adanya masalah psikososial dan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah kader posyandu mampu memahami dan melakukan skrining awal maternal mental health menggunakan SDQ atau SRQ-29, serta masyarakat terutama ibu hamil memahami pentingnya maternal mental health. Metode kegiatan edukasi ini diawali dengan memberikan soal pre-test kepada 8 ibu hamil dan 2 kader serta melakukan skrining SDQ atau SRQ-29 pada ibu hamil, kemudian diberikan edukasi selama 30 menit dengan menggunakan media booklet dan video edukasi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal post-test. Rata-rata skor post-test 78,75 yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai pre-test 68,75 dan rata-rata nilai post-test kader 80 yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai posttest 70. Peningkatan upaya promotif dan preventif seperti edukasi dan skrining kesehatan mental yang berkesinambunganperlu ditingkatkan oleh tenaga kesehatan guna mengindentifikasi gangguan kesehatan mental pada ibu.Abstract: Depression in pregnant women is a serious problem that needs to be resolved immediately because it impacts the mother's health and fetal development. Factors that cause depression are genetic factors, physiological and hormonal changes during pregnancy, a history of previous psychological illness, and psychosocial and household problems. The aim of this activity is for Posyandu cadres to be able to carry out initial maternal mental health screening, and for the community, especially pregnant women, to understand the importance of maternal mental health. This educational activity method begins by giving pre-test questions to 8 pregnant women and 2 cadres and conducting SDQ or SRQ-29 screening on pregnant women, then providing education for 30 minutes using booklets and educational videos. The evaluation was conducted by administering a post-test. The average post-test score was 78.75, which was higher than the average pre-test score of 68.75, and the average post-test score of cadres was 80, which was higher than the average post-test score of 70. Health workers need to improve promotive and preventive efforts, such as continuous mental health education and screening, to identify mental health disorders in mothers.
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Dalam Pencegahan Gizi Kurang pada Bayi dan Balita di Kelurahan Alalak Utara Kota Banjarmasin Rizki Amalia; Zaiyidah Fathony; Ghina Roudathul Jannah; Neysha Salsabella; Ramayanah Ramayanah; Monica Hardian Nisa; Desy Williya Aflah; Mila Mila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pdez2z04

Abstract

Permasalahan gizi kurang di Indonesia menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan  mengingat prevalensinya yang masih melampau ambang batas WHO dan berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia generasi mendatang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi kurang pada bayi dan balita. Metode kegiatan ini yaitu edukasi melalui kegiatan penyuluhan dengan media powerpoint dan video edukasi. Peserta yaitu ibu yang memiliki balita. Evaluasi keberhasilan menggunakan soal pre-test dan post-test dengan jumlah soal 10. Hasilnya menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,91% meningkat menjadi 89,96% pada post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 13%. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita, perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu dengan berbagai tema yang relevan dengan gizi anak
UPAYA PENCEGAHAN DINI PREEKLAMPSIA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Yenny Okvitasari; Rizki Amalia; Rabiatul Adawiyah; Ruslinawati Ruslinawati; Sulistya Rahmawati; Fitri Yuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36630

Abstract

Abstrak: Preeklamsia merupakan kondisi kegawatdaruratan yang jika tidak ditangani, dapat membahayakan ibu dan janin, serta berlangsung hingga masa nifas. Tujuan pengabdaian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan dini. Metode kegiatan ini yaitu edukasi melalui keiatan penyuluhan dengan media powerpoint dan leafet. Peserta pada kegiatan ini 10 ibu Hamil. Evaluasi keberhasilan menggunakan soal pre-posttest degan jumlah soal 20. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata nilai post-test ibu hamil berdasarkan tabel 1 yaitu 92%. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata peningkatan nilai yaitu 8%. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang preeklamsia dapat selalu dilaksanakan pada setiap kelas ibu hamil minimal 1x pertemuan dalam kegiatan tersebut.Abstract: Preeclampsia is a medical emergency that, if left untreated, can endanger the mother and fetus and can persist into the postpartum period. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about early prevention of preeclampsia. This activity method is carried out in three stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This activity participated in 10 pregnant women. The results of this community service show an increase in the knowledge of pregnant women with an average post-test score of 92% according to Table 1. This indicates an increase in the average knowledge score of pregnant women with an average increase of 8%. Optimizing community knowledge, especially pregnant women, about preeclampsia can always be carried out in every class for pregnant women at least once in the activity.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF MENINGKATNYA PERKAWINAN ANAK MELALUI PENYULUHAN DAN MEDIA BOOKLET DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTUIL Rizki Amalia; Noor Anisa; Pratiwi Puji Lestari; Zaiyidah Fathony; Ida Ristanti; Dwi Puspita Rini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30831

Abstract

Abstrak: Perkawinan anak/pernikahan dini di Indonesia masih sangat tinggi. Faktor penyebabnya yaitu pendidikan dan ekonomi keluarga, pekerjaan orang tua, wilayah tempat tinggal, suku bangsa, dan agama, tingkat sosial. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga mampu memberikan motivasi dan meningkakan komitemen masyarakat dalam pencegahan perkawinan anak. Metode kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pemberian kuesioner tentang perkawinan anak/pernikahan dini kepada 19 orang tua siswa di SD Wilayah Kerja Puskesmas Mantuil. Edukasi diberikan melalui penyuluhan selama 30 menit dan pemberian booklet sebagai media penyuluhan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal post-test. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan orangtua yang signifikan setelah diberikan edukasi. Hasil pre-test menunjukkan 47% pengetahuan baik dan 53% pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post-test menunjukkan 84% pengetahuan baik dan 16% pengetahuan kurang. Perlu optimalisasi upaya promotiv dan preventif sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantui tentang pentingnya pencegahan perkawinan anak/pernikahan dini.Abstract: Child marriage is still very high in Indonesia. The causes are family education and economics, parents' occupation, area of residence, ethnicity and religion, social level. The aim of this community service activity is to increase public knowledge and awareness so that it can provide motivation and increase community commitment in preventing child marriage. This activity method begins with giving a questionnaire about child marriage. Education is provided through 30-minute counseling and the provision of booklets as counseling media. Evaluation is carried out by providing post-test questions. The results of this activity showed a significant increase in parental knowledge after being given education. The pre-test results showed 47% good knowledge and 53% poor knowledge. Meanwhile, the post-test results showed that 84% had good knowledge and 16% had poor knowledge. It is necessary to optimize promotive and preventive efforts as an effort to increase the knowledge and understanding of the community in the Mantui Health Center work area regarding the importance of preventing child marriage.
EDUKASI PENYULUHAN PERSIAPAN KEHAMILAN (PRAKONSEPSI) SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR DI MASJID AL-JIHAD BANJARMASIN Rizki Amalia; Zaiyidah Fathony; Helyatunnazmi Helyatunnazmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22845

Abstract

Abstrak: Kondisi dan perilaku kesehatan selama masa pra konsepsi berperan penting dalam menentukan hasil kehamilan. Persiapan kehamilan dan perawatan prakonsepsi memungkinkan wanita usia subur atau pasangan untuk mencari informasi, melakukan pemeriksaan, dan melakukan perawatan atau intervensi terhadap kesehatan biomedis, perilaku dan sosial sebelum konsepsi terjadi untuk mengidentifikasi dan menangani faktor risiko yang terjadi selama masa kehamilan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk menambah pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang persiapan kehamilan (Prakonsepsi) sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 52 peserta wanita usia subur jamaah kajian Masjid Al-Jihad Banjarmasin. Mitra pada pengabdian ini adalah Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Banjarmasin 4. Metode pada pengabdian kepada masyarakat ini meliputi 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan rerata pre-test 69,23% menjadi 90,38% pada nilai post-test.Abstract: Health conditions and behavior during the preconception period play an important role in determining pregnancy outcomes. Pregnancy preparation and preconception care enable women of childbearing age or couples to seek information, carry out examinations, and carry out treatment or interventions on biomedical, behavioral and social health before conception occurs to identify and treat risk factors that occur during pregnancy. The aim of this community service activity is to increase the knowledge of women of childbearing age (WUS) about preparing for a healthy pregnancy (Preconception). This method of community service includes 3 stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. The results of this community service activity showed an increase in the pre-test average from 69.23% to 90.38% in the post-test score.
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN Sawitri Sawitri; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Lisdha Yantie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57791

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi di Indonesia, dengan perdarahan sebagai penyebab utama. Ruptur perineum, yang sering terjadi selama persalinan pervaginam, adalah salah satu penyebab perdarahan pascapersalinan. Karena tekanan yang meningkat pada jaringan perineum selama proses persalinan, berat badan bayi lahir dianggap berperan dalam kemungkinan ruptur perineum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan bayi lahir dan jumlah ruptur perineum yang terjadi selama persalinan normal di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan melalui desain kuantitatif observasional analitik yang menggunakan metode case-control retrospektif. Penelitian ini melibatkan 144 ibu bersalin normal dari Januari hingga Desember 2025. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 106 responden, yakni mencakup 71 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data yang didapati dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05) yang maknanya terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum. Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,332 menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,946 (95% CI: 1,940–24,871) menunjukkan bahwa bayi dengan berat badan >3500 gram berisiko 6,946 kali lebih besar mengalami ruptur perineum dibandingkan bayi dengan berat badan <3500 gram. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan insiden ruptur perineum pada persalinan normal, yang mana risiko ruptur perineum semakin meningkat seiring semakin besarnya berat badan bayi.
Pengaruh Foot Massage (Pijat Kaki) terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Ibu Nifas Post-Operasi Sectio Caesarea di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Nurhaliza Nurhaliza; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Yenny Okvitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1301

Abstract

Nyeri pada luka operasi Sectio Caesarea menjadi salah satu masalah yang biasanya dialami oleh ibu nifas bisa berdampak pada kondisi ibu. Saat ini, berbagai metode non farmakologis telah banyak dikembangkan untuk mengurangi Nyeri Post SC, salah satu nya dengan Foot Massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Foot Massage terhadap penurunan skala Nyeri pada ibu nifas Post-Operasi Sectio Caesarea di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group Pre-Test dan Post-Test tanpa adanya kelompok kontrol. Menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel Penelitian 30 responden. Instrumen dalam Penelitian ini menggunakan pengkajian skala Nyeri Numeric Rating Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan sebelum intervensi menunjukkan 30 responden (100%) mengalami Nyeri sedang dan sesudah intervensi didapatkan 20 responden (66,7%) mengalami Nyeri ringan dan 10 responden (33,3%) mengalami Nyeri sedang, adanya perbedaan signifikan antara skor Pre-Test dan Post-Test pada ibu Post-Operasi Sectio Caesarea dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Foot Massage terhadap penurunan skala Nyeri pada ibu nifas Post-Operasi Sectio Caesarea. Peneliti selanjutnya dapat melibatkan kelompok kontrol dan lama waktu pemberian tindakan pada pemberian tindakan foot massage.
Pengaruh Edukasi Dan Pelatihan Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pijat Oksitosin Pada Keluarga Ibu Nifas Di RSUD Datu Kandang Haji Balangan Zakia Zakia; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Suryati Suryati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1375

Abstract

Ketidaklancaran produksi dan pengeluaran ASI pada masa nifas masih menjadi salah satu hambatan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pijat oksitosin membantu merangsang refleks oksitosin, tetapi pelaksanaannya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dan pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan pijat oksitosin pada keluarga ibu nifas di RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui edukasi dengan media leaflet, demonstrasi, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa tes pengetahuan dan lembar checklist keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 17 responden atau 85,0%, kemudian meningkat menjadi kategori baik sebanyak 17 responden atau 85,0% setelah intervensi. Keterampilan responden sebelum intervensi seluruhnya berada pada kategori kurang terampil sebanyak 20 responden atau 100,0%, kemudian meningkat menjadi terampil sebanyak 20 responden atau 100,0% setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig =0,000 (sig<0,05) pada pengetahuan dan keterampilan. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi dan pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pijat oksitosin pada keluarga ibu nifas.
The Effect Of Massage At Point P6 On Reducing The Level Of Emesis Gravidarum In Pregnant Women In The First Trimester At The Landasan Ulin Public Health Center, Banjarbaru Aura Maharani Utomo; Yenny Oktavitasari; Rizki Amalia; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v9i2.1461

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint in the first trimester of pregnancy and can negatively impact maternal well-being and fetal development if not promptly addressed. One non-pharmacological approach that is gaining popularity is acupressure therapy at the P6 point. This study aimed to analyze the effect of massage at the P6 point on reducing emesis gravidarum levels in first-trimester pregnant women at the Landasan Ulin Public Health Center in Banjarbaru. The study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 15 respondents selected using a total sampling technique. The intervention, which involved massage at the P6 point, was performed for three consecutive days, twice daily for two minutes. The level of emesis gravidarum was measured using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE) instrument. Data analysis using the Wilcoxon test showed a significant reduction in emesis gravidarum levels, with a mean pretest score of 2.93 and a posttest score of 2.00 (p < 0.001). These findings indicate that massage at the P6 point is effective in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. P6 massage can be a safe, simple, and self-administered non-invasive and non-pharmacological therapy alternative. This therapy is recommended for implementation in nursing practice and maternal health services in primary healthcare facilities. This research provides a foundation for future researchers to further explore non-pharmacological therapies, specifically P6 point massage, for emesis gravidarum in first-trimester pregnant women. Researchers are encouraged to replicate the study with a larger sample size and explore combinations of these methods with other relaxation techniques and educational videos to enhance effectiveness.